Jumat, Oktober 19, 2018

Cara Ampuh Atasi virus gemini dan cmv pada tanaman cabai

POTRET PERTANIAN - Tips Mencegah dan  Atasi virus gemini dan cmv pada tanaman cabai, Virus gemini dan cmv merupakan momok mengerikan bagi para petani cabe, virus yang sangat susah untuk diaasi dan dikendalikan dan selalu menjadi musuh terbesar petani dalam berbudidaya.

Kali ini saya akan membagikan Cara Ampuh Atasi virus gemini dan cmv pada tanaman cabai, yang saya kutip dari halaman Infotani.net dan semoga saja artikel ini akan bermanfaat bagi para sahabat potret pertanian yang sedang atau akan membudidayakan tanaman cabe.

Virus gemini pada tanaman cabai dimulai dari daun-daun pucuk, kemudian menjadi warna kuning yang jelas, garis-garis pada daun menebal kemudian daun menggulung ke atas. Jika dibiarkan akan menyebabkan daun-daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan tidak berbuah.

Berikut tips mencegah dan mengatasi virus gemini dan cmv pada tanaman cabai:

Bahan :

ROMA 1 liter (buah pinang+sereh+daun sirsak+bawang putih+cabe rawit)
Daun bunga pukul empat sore 1 ons
Daun bayam duri 1 ons
Daun bunga pagoda 1 ons
Eceng gondok 2 ons
Cara buat :

Ekstrak (blender yang gampang) semua bahan ( 2 – 5 ) masing2 secara terpisah. tambahkan air 1 liter masing2
Saring semua, kemudian biarkan selama sehari semalam
Campurkan semua bahan pada saat akan diaplikasikan (dadakan)
Aplikasi dan dosis :

Semprotkan pada semaian yg baru berumur 5 hari dengan dosis 1 gelas+ air 10 liter
Semprotkan pada umur 10 hari setelah tanam dengan dosis sama
Semprotkan pada umur 30 hari setelah tanam dengan dosis sama
Semprotkan pada umur 45 hari setelah tanam dengan dosis 1.5 gelas untuk 10 liter

Demikan sekilias informasi Cara Ampuh Atasi virus gemini dan cmv pada tanaman cabai, semoga bermanfaat dan salam sukses selalu buat sahabat potret pertanian dimanapun berada, jayalah pertanian Indonesia.

Kamis, Oktober 18, 2018

Langkah Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018

POTRET PERTANIAN - Langkah Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018, 3 Langkah Mengecek Lolos Tidaknya dari Seleksi Administrasi CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, Terakhir 21 Oktober 2018.

Pelamar CPNS 2018 dapat mengetahui hasil pengumuman melalui beberapa cara.

Sedikitnya, ada 3 langkah Mengecek Lolos Tidaknya dari Seleksi Administrasi CPNS 2018 via sscn, Terakhir 21 Oktober 2018.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, hasil seleksi administrasi pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 telah terlaksana sejak Selasa (16/10/2018) hingga 21 Oktober mendatang.

Berikut 3 Langkah Mengecek Lolos Tidaknya dari Seleksi Administrasi CPNS 2018:

1. Login ke situs SSCN

Pertama, pelamar dapat melakukan login ke situs SSCN secara berkala.

Pelamar dapat memantau perkembangan informasi melalui situs resmi dari BKN ini.

Sebagai informasi, ketika untuk masuk ke situs SSCN, pelamar harus memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan password yang telah dibuat ketika melakukan pendaftaran.

Apabila pelamar dinyatakan memenuhi syarat administrasi, nanti akan ada informasi kelolosan.

Kemudian, pelamar diminta untuk mencetak kartu peserta yang digunakan untuk mengikuti seleksi kompetensi CAT (computer assisted test).
2. Media sosial atau situs resmi

Selain dengan login ke situs SSCN, pelamar disarankan untuk memantau informasi pengumuman dari akun media sosial BKN.

Tak hanya itu, pelamar juga dapat memantau media sosial dan situs resmi instansi terkait. Menurut salah satu staf BKN, jika pelamar lolos seleksi administrasi, nantinya akan tetap diarahkan ke situs SSCN untuk mencetak kartu peserta tes.

3. E-mail

Pengumuman hasil seleksi administrasi juga disampaikan melalui alamat surat elektronik atau e-mail yang digunakan ketika melakukan pendaftaran di situs SSCN.

Pelamar yang dinyatakan lolos juga akan diarahkan untuk mencetak kartu peserta pada situs SSCN.

Setelah dinyatakan lolos administrasi, pelamar harus bersiap untuk mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD).

Tes SKD ini terbagi menjadi tiga, yaitu tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU), dan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Adapun nilai ambang batasnya yaitu 143 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 75 untuk TWK.
Sembari menunggu pengumuman, pelamar dapat mempersiapkan tes tersebut sebaik-baiknya. Seperti diketahui, total pelamar CPNS kali ini tembus lebih dari 4 juta pelamar.

Di satu sisi, pemerintah hanya mengalokasikan 238.015 formasi untuk CPNS tahun ini.

Bagikan Kisi-kisi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) membagikan kisi-kisi tes CPNS dan penilaian Standar Kompetensi Dasar setelah pendaftaran CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id ditutup Senin, (15/10/2018).

Adapun tahap baru lagi yang harus dilewati peserta Pendaftaran CPNS 2018 setelah mendaftarkan diri mereka di sscn.bkn.go.id.

Tahapan tersebut adalah pelaksanaan tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) yang dilaksanakan lewat Computer Assisted Test.

Dari akun Twitter BKN tes SKD lewat CAT untuk CPNS 2018 terdiri dari:

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI.

Tes tersebut mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

2. Tes Inteligensia Umum (TIU)

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi.

Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan.

Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.

Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

TIU juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram.

Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan 
secara sistematik.

Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Soal-soal dalam kelompok soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, 
integritas diri, semangat berprestasi.

Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas.

Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Berbeda dengan dua kelompok soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban.

Karena itu, peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

Melalui akun twitter resmi BKN juga menuliskan nilai yang harus dipenuhi pelamar untuk bisa memenuhi passing grade Formasi Umum.

"SKD: 35 soal TWK, 30 TIU, & 35 TKP.

Nilai 5 jika benar & 0 jika salah dlm TWK & TIU; TKP jawaban bernilai 1~5.

U/ penuhi passing grade Formasi Umum, cukup jawab benar 15 TWK, 16 TIU, & 29 TKP bernilai 5.

Formasi lainnya? Sabar, masih ada esok. Jangan lupa bahagia, cheers".

Pengumuman Hasil Verifikasi Administrasi CPNS 2018 Mulai Hari Ini

POTRET PERTANIAN - Pengumuman Hasil Verifikasi Administrasi CPNS 2018 Mulai Hari Ini, Pengumuman hasil verifikasi seleksi administrasi Pendaftaran CPNS 2018 sudah bisa diakses via sscn.bkn.go.id mulai hari ini Rabu (17/10/2018) hingga puncaknya pada Minggu (21/10/2018).

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengungkapkan ada beberapa kementerian, lembaga, atau instansi yang juga sudah mengumumkan kelulusan seleksi administrasi CPNS.

"Ada beberapa kementerian, lembaga atau instansi ya yang sudah mengumumkan siapa yang lulus atau tidak dan sekaligus itu lanjut sampai tanggal 21 (Oktober)," ujar Ridwan.

Lantas, bagaimana pelamar mengecek hasil seleksi administrasinya?

Ridwan mengimbau para pelamar untuk memantau informasi pengumuman tersebut secara rutin melalui https sscn.bkn.go.id

"Di sana akan memungkinkan si pelamar ketika login dia tahu (lolos) apa enggak. Maksimal pada 21 Oktober ya. Tapi bukan berarti setiap menit melihat, login, logout, jangan begitu juga," papar Ridwan

Para pelamar juga bisa memantau informasi dari media sosial milik BKN, maupun situs web resmi dan media sosial dari instansi yang dipilih.

"Nanti setelah tanggal 21 semua diumumkan, ada waktu untuk mengumumkan siapa mendapat lokasi SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) di mana dan kapan," lanjut dia.

Peserta juga bisa mengecek hasil seleksi administrasi melalui alamat e-mail yang telah didaftarkan.

Melalui saluran-saluran informasi tersebut, kata Ridwan, pendaftar yang lolos bisa mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dengan matang.

Ia menyebutkan, SKD akan digelar di sekitar 225 titik di seluruh Indonesia mulai 27 Oktober hingga 7 November 2018.

SKD CPNS tahun 2018 terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Nilai ambang batas tersebut yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 75 untuk TWK.

Jumlah soal yang akan diujikan adalah 100 butir, terdiri dari 35 soal TKP, 30 soal TIU, dan 35 soal TWK.

"Apakah soalnya berbeda? Tidak. Soalnya berasal dari database yang sama," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, proses verifikasi dalam seleksi administrasi dilakukan oleh instansi terkait dan Badan Kepegawaian Daerah. 

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), dari 4 juta lebih pelamar, 3,6 juta yang telah selesai menyelesaikan persyaratan CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id.

BKN juga mengumumkan kelulusan seleksi administrasi akan dilakukan pada 21 Oktober nanti. Pengumuman tidak hanya terpusat di sscn.bkn.go.id, tetapi juga di situs berbagai instansi.

Belum memasuki 21 Oktober, BKN memberikan bocoran 1,7 juta lebih pelamar CPNS 2018 telah lolos seleksi administrasi.

Dikutip Kompas.com, Selasa, (16/10/2018), Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Muhammad Ridwan mengungkapkan, jumlah pelamar CPNS 2018 yang telah mendaftar secara tuntas di situs sscn. bkn.go.id sebesar 3.627.981 orang.

Sementara pendaftar yang telah diverifikasi dan dinyatakan lolos seleksi administrasi sebesar 1.751.661 orang.

"Yang tidak memenuhi syarat sampai detik ini 355.733 orang. Ini (secara keseluruhan) masih bergerak ya datanya," kata Ridwan dalam konferensi pers di gedung BKN, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Sementara itu, sisa dari jumlah total pendaftar belum diverifikasi oleh instansi terkait. Namun, Ridwan memastikan proses ini akan terus berjalan hingga Minggu (21/10/2018) nanti.

Proses verifikasi dilakukan oleh instansi terkait dan Badan Kepegawaian Daerah.

Ridwan juga mengatakan, para pelamar juga bisa memantau informasi pengumuman tersebut secara mandiri dan rutin melalui situs sscn.bkn.go.id.

"Di sana akan memungkinkan si pelamar ketika login dia tahu (lolos) apa enggak. Maksimal pada 21 Oktober ya. Tapi bukan berarti setiap menit melihat, login, logout, jangan begitu juga," papar Ridwan

Para pelamar juga bisa memantau informasi dari media sosial milik BKN, maupun situsweb resmi dan media sosial dari instansi yang dipilih.

Peserta juga bisa mengecek hasil seleksi administrasi melalui alamat e-mail yang telah didaftarkan.

"Nanti setelah tanggal 21 semua diumumkan, ada waktu untuk mengumumkan siapa mendapat lokasi SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) di mana dan kapan," lanjut dia.

Melalui saluran-saluran informasi tersebut, kata Ridwan, pendaftar yang lolos bisa mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dengan matang.

Ia menyebutkan, SKD akan digelar di sekitar 225 titik di seluruh Indonesia mulai 27 Oktober hingga 7 November 2018.

SKD CPNS tahun 2018 terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Nilai ambang batas tersebut yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 75 untuk TWK.

Jumlah soal yang akan diujikan adalah 100 butir, terdiri dari 35 soal TKP, 30 soal TIU, dan 35 soal TWK.

"Apakah soalnya berbeda? Tidak. Soalnya berasal dari database yang sama. Penerimaan soal diacak," ungkap dia terkait pengumuman kelulusan seleksi administrasi usai pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar konferensi pers, Selasa (16/10/2018) terkait langkah yang harus diikuti pelamar, usai pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id ditutup.

Ada tiga tahapan yang harus diikuti pelamar di pendaftaran CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, salah satunya adalah menunggu hasil seleksi administrasi dari berbagai instansi dan daerah tujuan pelamar.

Berdasarkan update BKN hingga Senin pukul 16.00 WIB, jumlah pelamar CPNS yang sudah selesai melakukan pendaftaran sebanyak 3.470.567 orang. Sedangkan jumlah akun pelamar di sscn.bkn.go.id sebanyak 4.410.228 orang.

Dikutip Tribunnews.com, berikut 3 tahapan selanjutnya yang mesti dilalui peserta usai melakukan pendaftaran di portal sscn.bkn.go.id:

1. Menunggu hasil seleksi administrasi

Mengacu alur CPNS 2018 yang diiinformasikan di sscn.bkn.go.id, tahapan selanjutnya usai pendaftaran CPNS 2018 adalah pengumuman seleksi administrasi.

Adapun waktu pengumuman seleksi administrasi berbeda-beda sesuai instansi masing-masing.

Namun, mayoritas instansi mengumumkan hasil seleksi administrasi dalam rentang waktu antara 18 Oktober hingga 25 Oktober 2018.

Sebagai contoh, untuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), pengumuman seleksi administrasi CPNS 2018 dilakukan pada 19 Oktober 2018.

Untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hasil seleksi administrasi CPNS 2018 dimumkan pada 23 Oktober 2018.

Pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018 Kemendikbud itu bakal lengkap dengan waktu dan lokasi tes SKD, yang merupakan tahapan seleksi selanjutnya.

Adapun instansi lain seperti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bakal mengumukan hasil seleksi administrasi pada 23 Oktober 2018

Berbeda dengan Kementerian Keuangan yang bakal mengumumkan hasil seleksi administrasi CPNS 2018 Kemenkeu pada 21 Oktober 2018.

Oleh karena itu, cek masing masing laman instansi yang kamu daftar ya untuk mengetahui jadwal pengumuman seleksi adminstrasi CPNS 2018.

2. Cetak Kartu Ujian di sscn.bkn.go.id

Setelah dinyatarakan lolos seleksi administrasi, tahapan selanjutnya adalah kamu mencetak kartu ujian di portal sscn.bkn.go.id.

Mengacu buku panduan CPNS 2018 yang dikeluarkan BKN, cara mencetak kartu ujian, klik menu Riwayat pada kolom Kartu Peserta, klik tombol yang tersedia.

Kartu ujian akan tampil bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Kartu itu kemudian digunakan untuk mengiktui tes SKD sesuai tempat dan waktu yang ditentukan.

3. Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Setelah mencetak kartu ujian, kamu selanjutnya bakal mengikuti tes SKD.

Tes SKD dilakukan dengan CAT (Computer Assisted Test).

Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) 2018 menyiapkan 873 titik lokasi tes yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), www.bkn.go.id, untuk keperluan tes SKD, selain fasilitas Computer Assissted Test (CAT) dari BKN, Panselnas juga akan menggunakan fasilitas CAT Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, dari jumlah itu, 237 titik di antaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN dan 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud.

“Dengan jumlah itu, diharapkan pelamar semakin dekat dengan lokasi tes CPNS Tahun 2018,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/10).

Lokasi tes CPNS yang dikoordinir BKN antara lain Kantor BKN Pusat, sejumlah Kantor Regional BKN, UPT BKN, lokasi milik Kementerian/Lembaga yang tersebar di berbagai daerah.

Itu tahapan terdekat yang harus kamu lalui setelah selesai melakukan pendaftaran CPNS 2018.

Pelamar Diminta Unggah Ulang Dokumen

Sejumlah pelamar diminta untuk mengunggah ulang dokumen lantaran file yang diunggah corrupt.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahkan memberi tenggat waktu unggah ulang hingga tanggal 18 Oktober 2018.

Syarat Pelamar di Kementerian

Setelah serangkaian proses pendaftaran, calon pelamar kini tinggal menunggu tahap selanjutnya yakni pengumuman seleksi administrasi.

Nantinya, jika lolos, peserta dapat lanjut ke tahapan selanjutnya yaitu seleksi kompetensi dasar (SKD).


Sebelum itu, bagi pelamar yang mengajukan lamaran di instansi Kementerian, wajib untuk melakukan pengiriman berkas sebagai syarat bisa lolos seleksi administrasi.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (16/10/2018), beberapa kementerian berikut ini mewajibkan pesertanya untuk mengirim amplop berisikan berkas-berkas persyaratan CPNS 2018 langsung kepada instansi terkait.

Berikut daftar kementerian yang mewajibkan pengiriman berkas tersebut.

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Pelamar Kemendikbud diwajibkan mengirimkan berkas melalui pos.

Pengiriman berkas sendiri telah bisa dilaksanakan sejak hari pertama pendaftaran yaitu 26 September 2018.

Sementara itu, batas terakhir cap pos berkas pelamar terakhir harus hari ini, Selasa (16/10/2018).

Sedangkan, panitia akan melakukan pengambilan berkas pelamar di PO BOX tanggal 18 Oktober 2018 pada pukul 16.00 WIB.

Jika sampai tanggal batas akhir, berkas belum masuk ke PO BOX maka peserta dinyatakan tak memenuhi persyaratan administrasi.

2. Kementerian Agama (Kemenag)

Tak jauh berbeda dengan Kemendikbud, Kemenag juga mewajibkan calon pelamar untuk mengirimkan berkas dokumen ke unit yang dituju.

Seluruh persyaratan administrasi dikirim paling lambat 5 hari setelah pendaftaran online ditutup.

3. Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

Kementerian yang memberlakukan hal serupa adalah Kemenkumham.

Pengiriman berkas melalui PO BOX dengan batas waktu penerimaan dokumen tanggal 16 Oktober 2018 pukul 09.00 waktu setempat (cap pos diterima).


4. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Kemenlu juga mewajibkan peserta untuk mengirim berkas lamaran ke PO Box 3036 JKP 10030.

Batas waktu penerimaan berkas lamaran di PO Box 3036 JKP 10030 paling lambat 17 Oktober 2018 pukul 16.00 (cap pos tanggal 16 Oktober 2018).

Pengiriman berkas diluar jadwal yang telah ditentukan tidak diterima. Pelamar yang melanggar batas ketentuan di atas dinyatakan tidak lolos seleksi adminstrasi.

Pengiriman ke alamat selain PO Box 3036 JKP 10030 tidak diterima dan dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.

5. Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Pengiriman berkas pendaftaran Kemenkes juga dikirim melalui PO BOX sesuai lokasi ujian yang dipilih.

Pengiriman berkas selambat-lambatnya tanggal 17 Oktober 2018 pukul 15.00 WIB atau WITA.

Siap ikuti langkah usai pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id?

Tumpeng Raksasa Nanas dan Jeruk jadi rebutan Tamu dan Warga Di LOkasi HPS

POTRET PERTANIAN - Tumpeng Raksasa Nanas dan Jeruk jadi rebutan Tamu dan Warga Di LOkasi HPS, Ratusan warga yang belum pulang usai mengikuti puncak HPS, langsung berebut dan mengambil tumpeng nanas raksasa juga tumpeng jeruk raksasa. tepat didepan panggung utama lokasi Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola.

Meski tumpeng nanas raksasa juga tumpeng jeruk raksasa itu diberi pagar dari besi, namun pengunjung tetap nekad menaiki pagar besi yang mengelilingi dua tumpeng tersebut.

Awalnya hanya tamu saja yang merebut mengambil jeruk dan nanas. Namun, warga Desa Jejangkit dan pengunjung lainnya pun ikut berebut mengambil jeruk dan nanas, Kamis (18/8/10) siang.

Camat Mekarsari Azis menyatakan, Ibu Bupati Batola Hj Noormiliyiani mememerintahkan agar Menara Nanas ini ditampilkan di lokasi HPS. Nanas sendiri merupakan produk unggulan Kabupaten Batola selain jeruk. “Ada juga tumpeng jeruk di samping tumpeng raksasana nanas,” katanya.

Ditambahkan Aziz, untuk merangkai tumpeng raksasa nanas ini diperlukan sekitar 4.500 nanas dengan dengan ketinggian sekitar 7,3 meter.

Untuk merangkai menara tumpeng, sambungnya, diperlukan waktu sekitar satu minggu. Program pembuatan tumpeng nanas raksasa ini dari Dinas Pertanian Kabupaten Batola dan Kecamatan Mekarasari sebagai pelaksanaannya.

Ditambahkannya, secara tidak langsung, dengan keberadaan tumpeng nanas raksasa ini dan tumpeng raksasa jeruk ini, akan mempromosikan produk unggulan pertanian Batola tersebut ke dunia internasional.

“Semua perangkat kecamatan dan desa kita kerahkan untuk ikut membangun tumpeng nanas raksasa juga tumpeng jeruk raksasa,” katanya.

Kalimantan Selatan Berhasil Tingkatkan Produksi Pangan dengan Penerapan Teknologi Lahan Rawa

POTRET PERTANIAN - Kalimantan Selatan Berhasil Tingkatkan Produksi Pangan dengan Penerapan Teknologi Lahan Rawa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia benar-benar bisa mengembangkan lahan rawa hingga dimanfaatkan untuk masif untuk pertanian produktif. Hal tersebut diungkapkan saat membuka Pekan Pertanian Rawa Nasional kedua (PPRN II) di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10).
 
"Kita tidak perlu tanami mars atau bulan, kita tanami saja rawa Kalimantan yang jelas-jelas masih bumi dan sudah terbukti menghasilkan" kata Amran.
 
Sebelumnya, Amran sempat meninjau jagung lahan rawa yang menurut BPS Kota Banjarbaru, produktivitasnya bisa menghasilkan lebih dari 20 ton per hektare berat kering panen. Amran  meyakini produksi tersebut masih bisa ditingkatkan hingga 25 bahkan 30 ton perhektare.
 
PPRN ke II ink dihadiri 1.000 peserta terdiri dari petani, pelajar, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, para pengambil keputusan, dan masyarakat umum.
 
Peringatan pekan pertanian rawa nasional diperingati dengan peresmian Taman Sains Pertanian (TSP) Lahan Rawa seluas 39 hektar yang berada di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru.
 
Peresmian TSP dilaksanakan sebagai bukti kesiapan Kementerian Pertanian khususnya Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dalam memberikan dukungan inovasi, teknologi optimalisasi, peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di lahan rawa.
 
"Kita harapkan TSP Lahan Rawa ini menjadi percontohan sistem pertanian rawa di Kalimantan bahkan untuk daerah lain di Indonesia yang memiliki lahan rawa belum termanfaatkan secara optimal," ujar Amran.
 
Menurut data Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian luas lahan rawa seluruh Indonesia sekitar 34,1 juta hektar yang tersebar di 300 kab/kota dari Sumatera hingga Papua dengan potensi pemanfaatan pertanian yang cukup besar salah satunya dibuktikan dengan produksi jagung di atas yang mampu mencapai 20-22 ton per hektar.
 
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Maki mengatakan luas lahan rawa Kalimantan Selatan sekitar 900 ribu hektar dimana sekitar 700 sampai 800 ribu hektar berpotensi untuk pengembangan pertanian. “Anjir Tambang dan Anjir Serapah merupakan daerah rawa yang menjadi sentra produksi padi, bahkan beberapa lokasi trasnmigrasi di Kalimantan Selatan dibangun di atas rawa dan mampu menjadi kota kota baru yang berkembang pesat hingga saat ini” ujar Haris.
 
Haris menyatakan Kalimantan Selatan merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi padi mencapai 2,45 juta ton dan dengan dibukanya lahan rawa di Jejangkit maka produksi padi dapat bertambah sekitar 30 ribu ton.
 
Sementara itu, dalam wawancara dengan Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan pengembangkan sarana prasarana serta teknologi pengelolaan lahan rawa oleh Kementan khususnya Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) menjadi alasan lahan rawa dapat mendukung produksi pangan nasional saat ini dan di masa mendatang.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka Pekan Pertanian Lahan Rawa Nasional (PPRN) ke-II

POTRET PERTANIAN - Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka Pekan Pertanian Lahan Rawa Nasional (PPRN) ke-II, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya pengembangan lahan rawa sebagai lahan pentanian produktif guna menjamin ketahanan pangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka Pekan Pertanian Lahan Rawa Nasional (PPRN) ke-II dan Launching Taman Sains Pertanian (TSP) di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Rabu (17/10).

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Pangan Nasional (HPN) ke 38 tahun ini yang mengusung tema Pertanian Lahan Rawa Mendukung Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Optimalisasi lahan rawa bisa jadi jawaban ketersediaan pangan di masa depan, dimana laju pertumbuhan penduduk berkembang cepat, dan terjadinya penyusutan luas dan produktivitas lahan pertanian.

"Lahan rawa merupakan kekayaan besar Indonesia yang belum termanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, pemanfaatannya perlu dioptimalkan. Pemikiran atau konsep-konsep pertanian lahan rawa perlu diwujudkan dalam langkah nyata, dengan implementasi, dan kerja nyata," kata Amran.

Amran menyampaikan, bahwa di Indonesia terdapat sekitar 34 juta hektare lahan rawa, tersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, sekitar 9 juta hektare diantaranya cocok untuk pertanian namun masih dipandang sebelah mata. Ia menyebut besarnya potensi lahan rawa itu sebagai raksasa tidur yang harus dioptimalkan dengan pemanfaatan teknologi.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahun dan teknologi hasil penelitian sumberdaya lahan rawa. Sehingga lahan rawa bisa produktif," tukas Amran dihadapan 1000 peserta yang mewakil petani, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, para pengambil keputusan, dan masyarakat umum lainnya itu.

Taman Sain Pertanian (TSP) Lahan Rawa yang dilaunching hari ini adalah hamparan lahan percontohan (show window). TSP lahan rawa dirancang agar dapat menunjukan berbagai inovasi dan teknologi unggul pertanian berbasis lahan rawa: inovasi teknologi penataan lahan, Konservasi dan efisiensi pemanfaatan Air, ameliorasi dan pemupukan, komoditas adaptif lahan rawa, peternakan, konservasi plasma nutfah, pengelolaan limbah, dan alat mesin pertanian (Alsintan).

"Launching TSP Lahan Rawa hari ini menunjukan kesiapan Kementerian Pertanian khususnya Badan Litbang Pertanian dalam memberikan dukungan inovasi dan teknologi optimalisasi lahan rawa dan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di lahan rawa," jelas Amran.

Selain lunching TSP Lahan Rawa, pada PPRN yang berlangsung hingga 21 Oktober 2018 mendatang ini, para peserta juga juga akan bisa mengikuti sejumlah kegiatan seperti Bimbingan Teknis pengelolaan lahan rawa, Gelar Inovasi teknologi Pertanian Lahan Rawa di TSP Lahan Rawa Banjarbaru, dan Pameran IPTEK dan Inovasi Pertanian Lahan Rawa. Kegiatan yang juga penting adalah pelaksanaan International Workshop on Tropocal Wetlands: Innovation in Mapping and Managament for Sustainable Agriculture.

"Workshop ini mengeskplorasi pengetahuan, pengalaman, dan imovasi terkini dalam pemetaan dan pengelolaan lahan rawa di regional Asia dan dunia. Selain mengeksplorasi inovasi baru, kita juga akan menggali praktik-praktik terbaik, dan membangun kolaborasi untuk pengembangan lahan rawa," terang Amran.

Sejumlah pembicara utama dalam workshop adalah pakar rawa international, yaitu: Prof Dr. Budiman Minasny (The University of Sydney, Australia), Dr. Laura Poggio (The James Hutton University, Aberdeen, United Kingdom), Dr. Pisoot Vijarnsorn (Ministry of Agriculture and Cooperative, Thailand), Dr. Hoang Van Thang (Vietnam National University, Vietnam), dan Prof. Dr. Mitsuru Osaki (Hokkaido University, Japan).

Turut hadir dalam pembukaan PPLR ke II tersebut diantaranya Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah, Walikota Banjarbaru Rudy Resnawan, Bupati Barito Kuala Noormiliyani, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Prof. Muhammad Syakir, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, beserta para pejabat eselon 1 dan 2 lingkup Kementerian Pertanian dan pemerintahan setempat.

Kementan Permudah Investasi Sektor Pertanian dengan Sistem Perizinan Online

POTRET PERTANIAN - Kementan Permudah Investasi Sektor Pertanian dengan Sistem Perizinan Online, Kementerian Pertanian mempermudah sistem perizinan di sektor pertanian melalui  layanan berbasis  Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Pertanian secara Elektronik. Melalui sistem ini akan memperpendek  waktu layanan perizinan sehingga lebih transparan dan akuntabel.
 
Prof.Erizal Jamal, Kepala Pusat Varietas Tanaman dan Perizinan Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa sistem perizinan yang transparan dan lebih cepat menjadi fokus awal untuk pembenahan. Oleh karena itu, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) telah mengeluarkan aturan turunan yaitu Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 29/Permentan/ PP.210/7/2018 Tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian. Sistem yang dibangun Kementerian Pertanian ini terintegrasi dengan sistem perizinan online terintegasi atau online single submission (OSS)  yang sudah terhubung dengan kementerian, pemda, BKPM 
 
Selama tahun 2015-2017, dikatakan Erizal, sudah dilakukan pendampingan terhadap 31 Perusahaan yang akan berinvestasi di bidang pertanian.Khusus untuk tebu, jagung, sapi, padi dan lainnya. “Jadi dengan adanya OSS ini maka proses menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring,” jelas Erizal Jamal, Kepala Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN), di Jakarta (17/10).
Menurut Erizal Jamal, mengeluarkan Online Single Submission (OSS) guna mempercepat proses perizinan yang diajukan oleh pelaku usaha. “Jadi dengan adanya OSS, proses perizinan menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring,” jelas Erizal Jamal  dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN), di Jakarta (17/10). Hadir dalam diskusi ini antara lain M.Fadhil Hasan (Direktur Asian Agri), Dr.Rio Christiawan (Dosen Universitas Prasetya Mulya).
 
Erizal menyebutkan  melalui sistem bisa memantau perizinan yang  telah diajukan. Termasuk juga  mengawal dan menghemat waktu proses perizinan. “Perkembangan proses perizinan ini juga menjadi indikator kerja kami,” katanya.
 
Fadhil Hasan menuturkan sistem perizinan online yang terintegrasi ini dapat  memperbaiki easing doing  business  di sektor Pertanian. Untuk itu, fokus kebijakan investasi sektor pertanian harus dimulai BKPM  untuk peningkatan porsi sektor pertanian  dalam investasi asing dan PMDN.
 
Selama ini, kata Fadhil, BKPM belum menjadikan sektor pertanian sebagai  potensi investasi yang menjanjikan padahal sektor  tersebut didukung oleh sumber daya lahan dan  SDM yang berlimpah.
Rio Christiawan mengusulkan memperluas OSS tidak hanya izin usaha melainkan sampai kepada izin teknis. Pasalnya, proses perizinan teknis belum dapat dijangkau OSS padahal nyawa dari investasi sumber daya alam berada di izin teknis seperti amdal, izin lingkungan, dan HGU.
 
Dikatakan Rio, investor perlu waktu yang lebih cepat untuk pengurusan perizinan hingga operasional karena akan berpengaruh kepada Cash Flow sehat dan dampak sosial dihindarkan . Perbaikan lain adalah memperkuat koordinasi antara SKPD sehingga mengatasi debirokrasi perizinan dan  jumlah izin yang diatur lebih sedikit.

Perlu Aksi Nyata untuk Masa Depan Dunia Tanpa Kelaparan 2030

POTRET PERTANIAN - Perlu Aksi Nyata untuk Masa Depan Dunia Tanpa Kelaparan 2030, Pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 di Kalimantan Selatan Indonesia, dimulai hari ini. Sejumlah perwakilan organisasi dunia juga hadir. Termasuk dari iraganisasi pangan dunia atau Food and Agriculture of the United Nastions (FAO).

FAO Representative di Indonesia, Stephen Rudgard, dalam pidatonya saat pembukaan Hari Pangan Sedunia di Indonesia, (18/10/2018) di Desa Jejangkit Muara, Batola, Kalimantan Indonesia mengungkapkan bahwa kelaparan terus meningkat selama hampir tiga tahun terakhir.

Orang-orang di dunia yang menderita kurang makan kronis, telah meningkat dari sekitar 804 pada 2016 menjadi hampir 821 juta 2017, 11 persen dari populasi dunia – atau setara dengan satu dari sembilan orang di bumi.

Menurut dia, Konflik, pengaruh cuaca ekstrem yang terkait dengan perubahan iklim, dan perlambatan ekonomi membalikkan kemajuan yang dibuat dalam perang melawan kelaparan. Namun, pertumbuhan jumlah orang yang kekurangan makanan bukanlah satu-satunya tantangan besar yang kita hadapi.

Proporsi obesitas atau kegemukan dewasa ini terus meningkat. Pada tahun 2016, orang yang menderita obesitas di dunia adalah 13, 3 persen (672, 3 juta orang) meningkat sekitar 2 % dari tahun 2%. Pada 2017, juga ditemukan sekita 1,5 miliar orang menderita “kelaparan yang tersembunyi” (hidden hunger) yaitu makanan yang mereka makan tidak memiliki vitamin dan mineral yang cukup dan dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Stephen Rudgard, menyatakan masalah kekurangan gizi masih tetap banyak ditwmui di bagian Indonesia.

"Kami minggu lalu, ketika di Kantor Wakil Presiden menegaskan, lebih dari sepertiga anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. angka yang terbilang tinggi untuk negara dengan status ekonomi seperti Indonesia,” kata Stephen Rudgard.

Masih diulaskan dia, dalam laporan global terbaru tentang “Status Kerawanan Pangan dan Gizi - 2018” ( SOFI 2018) yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia adalah negara di dunia yang menunjukkan prevalensi tinggi dalam ketiga bentuk kekurangan gizi anak – kelambatan pertumbuhan (stunting), kekurangan berat badan (wasting) dan kegemukan (obesity).

Data statistik mencerminkan penyebab utama kondisi tersebut adalah akses yang tidak memadai untuk mendapatkan makanan yang beragam dan bergizi. Produksi pangan dan ketersediaan pangan hanyalah salah satu faktor dari kondisi tersebut.

Stephen mengutip tema global untuk 2018 WFD tahun ini “Tindakan kita adalah Masa Depan Kita, Dunia tanpa kelaparan 2030 itu mungkin” (Our actions are our future, A #ZeroHunger world 2030 is possible”) menekankan bahwa dengan ambisi #ZeroHunger datang hak dan tanggung jawab untuk menghargai makanan dan mengurangi sampah makanan dan pemborosan.

Seorang Wartawan

POTRET PERTANIAN - Seorang Wartawan adalah orang yang bebas, bebas menulis, menulis apa yang di lihatnya dan di dengar olehnya dengan berdasarkan hati nurani, dan yang penting tidak menyimpang dari jalur kode etik pers dan patuhi UU no 40 tahun 1999 tentang Pers.

Wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti, pagi Dia bisa ngobrol dengan seorang Pemulung, Siangnya Dia bisa makan bersama para pejabat, sorenya dia bisa bincang-bincang dengan pemuka agama dan malamnya dia juga "bisa" berada di cafe,diskotik, ataupun di Bar.

Setiap harinya dia menyapa publik dengan sebuah informasi yang ditulisnya, tak peduli Informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci, untuk memenuhi kewajibannya terhadap publik, wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya bahwa itu benar dan tidak luput dari cek and ricek, terkadang risikonya nyawa tanpa di sadari nya mengancam dirinya dan keluarganya.

Sungguh profesi yang amat agung, dimana seorang wartawan berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan, sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seantero Nusantara bahkan dunia melalui media oleh seorang wartawan.

Al-quranul karim, Al - hadist pun merupakan hasil daripada kegigihan para wartawan ( para sahabat Nabi ) didalam mencatatkan wahyu dari "ILLAHI yang turun kepada para Nabi dan mencatatkan hadist yang disampaikan Rasulullah kepada umatnya kala itu.

Begitu penting peran wartawan dalam sendi - sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, namun mengapa kini wartawan dibungkam dengan pasal 310,311,UU ITE, dan upaya paksa mempidanakan wartawan dengan cara - cara  yang sangat bertentangan dengan UU no 40 tahun 1999 tentang Pers dan KIP bahkan HAM.

Wartawan tak perlu dibungkam, wartawan tak perlu dipidana, wartawan itu hanya butuh dibina dan diawasi dengan profesional dan menjadikan UU Pers sebagai satu - satunya alat untuk mengontrol, mengawasi kebebasan Pers di negeri ini.

Wartawan bukan untuk ditakuti, wartawan bukan untuk dibasmi, wartawan penentu masa dapan sebuah bangsa dan kemajuan sebuah negara serta pertahanan negara.

Wahai para pejabat yang Budiman, jangan engkau takut kepada kami para wartawan, jangan engkau takut pada kami para wartawan yang mengemban tugas sosial kontrol untuk kemajuan Bangsa bahkan Dunia.

Salam Jurnalistik 
Selamat Berkarya 

Salam satu rasa dalam jiwa. ( Fakta hukum Indonesia )

Rabu, Oktober 17, 2018

Dubes Perwakilan Dunia Hadir Diplomatic Tour HPS 2018

POTRET PERTANIAN - Dubes Perwakilan Dunia Hadir Diplomatic Tour HPS 2018, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menjelaskan kedatangan kedutaan dan diplomat dari berbagai negara di Dunia ini menandakan Kalsel adalah satu dari sekian banyak tempat di Indoensia yang merupakan Miniaturnya Indonesia.

"Banyak suku dan budaya yang menyatu dan aman di kalsel. Banyak juga macam makanan dan hasil perkebunan termasuk kppi yang diandalkan. Ini juga tentu menambah nilai positif di mata dunia," kata dia.

Selama kegiatan Hari Pangan Sedunia, Selain di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, juga ada pergelaran teknologi, kampung pertanian, kampung perternakan, kampung perkebunan, kampung tanaman pangan, kampung hortikultura, kampung pangan lestari, lomba cipta menu, lomba menggambar anak-anak, lomba kuliner, seminar lahan rawa dan Museum Rekor Indonesia

Perwakilan kedutaan Portugal, Mariana, menyebutkan warga di Kalsel sangat bangus. "Ramah dan baik. Saya sangat senang di sini," kata Mariana, Rabu (17/10/2018).

Ya, sekitar 40 perwakilan kedutaan seluruh dunia hadir di acara Diplomatic Tour yang merupakan rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 yang dipusatkan di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli menjelaskan tentu sangat senang dengan rangkian acara HPS ini dan datangnya tamu negara-negara ini.

"Ini selain tamu kehormatan yang akan menelaah dan memberikan bantuan, juga pastinya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata Mancanegara (Wisman) di kalsel," kata dia.

Dahnial Kifli menjelaskan, Jumlah Wisatawan mancanegara di 2018 ada sekitar 30.586. "Ini meningkat sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya," kata dia.

Nanas Raksasa Jadi Perhatian di Hari Pangan Sedunia 2018

POTRET PERTANIAN - Tumpeng Nanas Raksasa Jadi Perhatian di Hari Pangan Sedunia 2018, Selalu ada yang menarik dalam gelaran acara Peringatan Hari pangan sedunia, tanpa terkecuali HPS 2018 yang diselenggrakan pulau Kalimantan kali ini, yang menarik di lokasi Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola.

18 sampai 21 Oktober mendatang. Di panggung utama acara HPS, Pemkab Batola kembali membangun tumpeng nanas raksasa sehingga dipastikan bakal menarik pusat perhatian.

“Iya kita bangun tumpeng nanas Raksasa di depan panggung utama lokasi HPS,” kata Camat Mekarsari, Moch Aziz, Rabu (17/10/18).

Menurut Aziz, Ibu Bupati Batola Hj Noormiliyiani mememerintahkan agar Menara Nanas ini ditampilkan di lokasi HPS. Nanas sendiri merupakan produk unggulan Kabupaten Batola selain jeruk.

Nanas tamban kembali dikenal masyarakat saat ribuan pelajar dan warga berebutan nanas dalam Festival Nanas Kemerdekaan, Senin (20/8/18) siang lalu di lapangan Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Kalsel ini menarik perhatian massa. Soalnya sebanyak 2.800 nanas jenis tamban dan madu disusun menyerupai tumpeng raksasa.

Terik menyengat matahari tak menyurutkan semangat warga untuk bisa mendapatkan nanas secara gratis tersebut.

Begitu panitia mempersilahkan warga mengambil nanas di tumpeng nanas raksasa, aksi saling dorong pun terjadi. Tua muda hingga anak-anak pun naik ke tumpeng nanas raksasa itu.

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke 38 Mulai Dipadati Peserta se-Nusantara

POTRET PERTANIAN - Pertanian Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke 38 Mulai Dipadati Peserta se-Nusantara, Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diselenggarakan di Pulau Kalimantan sebentar menunggu beberapa jam lagi akan digelar,  Rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 dipusatkan di beberapa lokasi di Kalsel. Salah satunya di areal Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Rabu (17/10/2018).

Dimana sudah terpasang tenda besar atau tenda raksasa di depan halaman Setdaprov Banjarbaru. Itu adalah tenda pameran pertanian.

Dilansir dari halaman Tribunbanjarbaru, Sejak pagi, terlihat sibuk beberapa orang untuk men setup beberapa lokasi stand. Termasuk dari Bengkulu. "Ya ini saya lebih dulu datang ke Kalsel untuk ikut lomba menu sehat, dan termasuk bangun stand," ujar Nilawati Dewi dari Bengkulu.

Sementara itu, Direktur PT Feraco, Siswono, menjelaskan untuk Pameran Pertanian ada tiga tenda.

"Ada di tenda C dan D dan tenda Alsintan. (kawasan Mekabisasi pertanian modern). 30 stand. Ini semua dihadiri oleh 30 provinsi, kota kabupaten serta stakholder atau instansi yang berkaitan dengan pertanian dan tanaman pangan. Tot lal 250 stand," kata Direktur PT Feraco, Siswono.

Dia menambahkan bahwa tetap, dirangcang bahwa yang hadir adalah Presiden RI."Kami siap siapa saja yang datang. Yang jelas kami sediakan semuanya termasuk informasi center di areal stand," kata Siswono.

Kementan berhasil mengembangkan lahan rawa menjadi lahan padi produktif seluas 4.000 hektare.

POTRET PERTANIAN - Kementan berhasil mengembangkan lahan rawa menjadi lahan padi produktif seluas 4.000 hektare. Kementerian Pertanian optimis kesiapan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018 yang digelar tanggal 18 hingga 21 Oktober di Kalimantan Selatan mampu memberikan terobosan atau inovasi baru untuk kesediaan pangan Indonesia. Pasalnya, HPS yang mengangkat tema utama Pemanfaatan Lahan Rawa ini, berhasil membangunkan lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif, sehingga lahan rawa kini menjadi obat paceklik.

“Saya melihat, yang kita inginkan di sini adalah ada solusi baru untuk pangan Indonesia. Kami bangun di lahan rawa ini ada inovasi baru. Ini pesan terpenting dari pelaksanaan Hari Pangan Sedunia tahun ini. Termanfaatkanya lahan rawa di Kalimantan Selatan ini, menjadi obatnya paceklik,” demikian diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mengecek kesiapan pilot pengembangan lahan rawa di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10).

Menurut Amran, lahan rawa sebagai solusi baru ini ternyata bisa menghasilkan pangan, terutama beras pada musim paceklik. Karennanya, paceklik yang terjadi berlangsung pada bulan November hingga Januari tidak menyebabkan stok padi nasional turun drastis.

“Bulan November yang tinggal 2 minggu lagi, Desember dan Januari panen padi di pulau Jawa menurun, bahkan dikenal dengan paceklik. Tetapi ditopang dari luar pulau Jawa, rawa-rawa kita bangun dari selatan-selatan. Apa itu selatan-selatan, yakni Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Ada 5 provinsi yang kita bangun yang luasnya kurang lebih 10 juta hektare. Jadi generasi kita ke depan, tidak usah ragu, kita sudah menemukan solusi baru untuk pangan Indonesia. Stok beras kita aman,” tegas Amran.

Lebih lanjut Amran menyebutkan pada peringatan HPS di Kalimantan Selatan ini, Kementan berhasil mengembangkan lahan rawa menjadi lahan padi produktif seluas 4.000 hektare. Sebanyak 750 ribu di antaranya sudah ditanami padi, bahkan direncanakan siap dipanen pada puncak peringatan HPS. 

Karena itu, sambungnya, pemanfaatan lahan rawa dilakukan secara berkelanjutan untuk menghasilkan komoditas pangan strategis terutama beras. Kementan telah menyusun berbagai regulasi pendukung agar lahan rawa tetap sebagai lahan pertanian produktif.

“Regulasi untuk keberlanjutan pemanfaatan lahan rawa pasca HPS ini sudah buat dari awal, semua yang menghambat kepentingan rakyat petani kita cabut. Ada 241 regulasi pertanian pertanian telah dicabut yang menghambat percepatan produksi pangan,” sebutnya.

Amran menerangkan ke depan lahan rawa diharapkan bisa menjadi solusi ketahanan pangan, ditengah cepatnya laju pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan pertanian. Luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 33,4 juta hektare yang terdiri dari 20,14 juta hektare lahan rawa pasang surut dan 13,26 juta hektar lahan rawa lebak, 9,53 juta hektare diantaranya sesuai untuk pertanian. Lebih besar dari lahan sawah irigasi saat ini hanya seluas 8,1 juta hektare.

Senin, Oktober 15, 2018

Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan pada HPS 2018

POTRET PERTANIAN - Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan pada HPS 2018, Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan Selatan pada 18 – 21 Oktober mendatang, sekaligus menandai dicanangkannya program optimalisasi lahan rawa untuk peningkatan produksi pangan nasional. Program strategis ini dicanangkan karena lahan rawa memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif.


Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, peningkatan produksi pangan nasional selama ini masih bertumpu pada lahan sawah irigasi, sedangkan lahan suboptimal seperti rawa belum termanfaatkan secara maksimal. Untuk itu, Amran menugaskan jajarannya untuk membuat instrumen program terobosan yang dapat mengoptimalkan fungsi lahan rawa sebagai lahan pertanian. Instrumen tersebut meliputi kebijakan, riset, inovasi, dan kewirausahaan.

Lahan rawa yang akan dikonversi menjadi kawasan pertanian diprioritaskan pada lahan rawa yang ditumbuhi semak belukar yang memang secara ekologi cocok untuk kegiatan budidaya pertanian. Berdasarkan kriteria tersebut, ketersediaan lahan rawa untuk perluasan area pertanian (ekstensifikasi) seluas 7,52 juta hektare.

Prioritas lainnya adalah merevitalisasi rawa bokor yang mencapai 2 juta hektare. Rawa bokor adalah lahan rawa yang pernah dibuka, namun belum dibudidayakan. Lahan terbengkalai ini dapat diaktifkan kembali dengan memperbaiki sistem tata air, baik makro maupun mikro. Dengan pembukaan lahan rawa baru dan merevitalisasi rawa bokor, maka Indonesia memiliki potensi lahan rawa untuk kegiatan pertanian seluas 9,52 juta hektare. Angka tersebut lebih besar dibanding lahan sawah yang saat ini digarap petani Indonesia seluas 8,1 juta hektare.

Lebih lanjut, Amran menyebutkan bahwa optimalisasi lahan rawa sesuai upaya pemerintah Jokowi – JK, yaitu pengentasan kemiskinan. 
''Melalui program ini masyarakat akan semakin sejahtera karena meningkatnya pendapatan,'' ungkap Amran saat mengunjungi proyek percontohan di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, 5 April lalu.

Pengembangan Lahan Rawa di Barito Kuala

Presiden Jokowi bersama sejumlah Duta Besar negara sahabat akan melihat langsung pilot percontohan seluas 750 hektare di Desa Jejangkit Muara tersebut. Percontohan ini merupakan visualisasi pengelolaan dan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif. Salah satu yang akan diperlihatkan melalui percontohan ini adalah peningkatan Indek Pertanaman (IP). Lahan yang tadinya hanya tanam sekali setahun atau bahkan telantar, bisa ditingkatkan pertanamannya menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Pilot percontohan tersebut dibangun oleh untuk menggambarkan alikasi pengelolaan tata air dan cara mengatasi karakteristik lahan rawa. Pilot percontohan ini didukung oleh teknik budidaya padi, pisang, pemeliharaan ikan dan itik lahan rawa dikemas dalam hamparan “Gelar Teknologi Budidaya Pertanian Lahan Rawa”.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah melakukan langkah strategis dengan merangkul semua kelompok pemangku kepentingan dalam membangun pilot percontohan tersebut, antara lain kementerian/lembaga lain, pemerintah provinsi, kabupaten, TNI, dan petani.

Sinergi dengan semua mitra kerja tersebut tertuang dalam Pedoman Teknis Pilot Percontohan Model Pertanian Terpadu dalam rangka HPS 2018 di Kabupaten Barito Kuala. 
“Pedoman ini penting karena bisa menjadi acuan bagi daerah ataupun pihak lain yang ingin turut memanfaatkan lahan rawa sebagai lahan pertanian. Dalam pedoman tersebut juga turut disertakan ide dan pemikiran dari para ahli dan peneliti, dan juga sharing biaya dari pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Direktur Jenderal PSP Pending Dadih Permana, saat dimintai keterangan via telepon, Jumat (12/10).

Menurut Pending, optimalisasi lahan rawa dilakukan berdasarkan karakteristik air yang ada, termasuk dalam pengendalian tingkat keasaman tanah, percepatan pembusukan jerami, hingga pemilihan varietas padi yang cocok untuk rawa dan tahan rendaman. Untuk Desa Jejangkit Muara, sawah rawa lebak yang digunakan sebagai percontohan merupakan jenis tanah bergambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi, dengan pH antara 4 – 5. Untuk lahan dengan spesifikasi seperti ini, dibutuhkan perlakuan khusus untuk meningkatkan kadar pH tanah sehingga cocok untuk padi.

Selain memberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan pH pada lahan, Kementan juga telah menyiapkan kanal-kanal dan tanggul sepanjang hampir 40 kilometer sebagai infrastuktur lahan pengairan pada lahan pilot percontohan. Selain itu, akan ada klaster-klaster yang dibangun dan dikendalikan dengan tiga pompa besar. Saat kemarau datang, pompa pada sumber air di sungai akan bekerja untuk memasukkan air ke kanal.

“Pompanya besar sekali, ukurannya 16 inchi. Pompa ini merupakan hasil modifikasi dari teman-teman di Direktorat Alat dan Mesin Pertanian. Kita latih tim usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) di sini untuk bisa membuat sendiri,” tutur Pending.

Untuk menyukseskan pilot percontohan ini, Kementan telah membentuk Tim Pembinaan dan Pengawasan di tingkat pusat. Tim ini telah melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap SDM sampai tingkat provinsi, yang secara berjenjang berlanjut ke tingkat kabupaten. Tim Pembina teknis provinsi difokuskan pada Tim Pelaksana Teknis di kabupaten, yaitu untuk bisa memahami perlakuan otpimasi lahan rawa sesuai dengan standar pelaksanaan. Sementara pembinaan teknis pada tingkat kabupaten dilakukan oleh tim teknis kabupaten kepada kelompok tani, penyuluh, serta pejabat tingkat kecamatan dan desa, khususnya desa Jejangkit Muara.

Pending menyebutkan bahwa indikator keberhasilan dari pilot percontohan ini adalah berfungsinya lahan rawa sebagai lahan produksi pangan. 
“Pilot percobaan ini harus dapat berkembang tidak hanya di daerah Batola (Kab. Barito Kuala.red), tapi di daerah provinsi lainnya yang memiliki lahan rawa yang cocok untuk dikembangkan pertanian,” tandasnya.

Bupati Kab. Barito Kuala Noormiliyani berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memilih Desa Jejangkit Muara sebagai lokasi pilot percontohan. Ia juga mengapresiasi masyarakat Jejangkit Muara yang bersedia menyediakan lahan mereka untuk dijadikan areal percontohan model pertanian terpadu di lahan rawa. Bahkan Noormiliyani melihat warganya menyambut luar biasa proyek ini. 
"Ini terlihat lahan yang semula direncanakan hanya 400 hektare, sekarang justru menjadi 750 hektare,” ungkapnya.