Senin, September 24, 2018

Bakti Universitas tamansiswa Padang 2018 Bersama Alex Indra Lukman

POTRET PERTANIAN - "Salam dan bahagia" hari kedua Bakti Mahasiswa baru (Maba) Universitas Tamansiswa padang yang diselenggarakan di pelataran kampus universitas tamansiswa padang dihadiri oleh Alex Indra Lukman dan memberikan Kuliah Umum yang yang didampingi Rektor Universitas tamansiswa padang Dr. Edi Wirman, SP, MP. Padang 23/09.

dalam kesempatan tersebut Alex Indra Lukman anggota DPDRI yang juga ketua partai PDI Perjuangan Wilayah Padang ini menyampaikan bahwa ada beberapa konsep dalam kita berbangsa dan bernegara, yang peratama ialah Pancasila yang menjadi sumber bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila oleh Bungkarno digali dari Indonesia dan dari sabang sampai merauke dengan memahami keriafan - kerifan lokal yang berbeda diratusan suku-suku yang ada diindonesia yang kemudian melahirkan sila-sila yang ada pada Pnacasila, Lima sila dalam Pancasila menjadi satu dan jika diextrak akan manjadi tiga, pertama Berdaulat didbidang politik, Mandidir dibidang ekonoi dan berkepribadian dibidang kebudayaan, dan merujuk menjadi satu yang hakikinya adalah gotong royong yang menjadi sifat dasar bangsa Indonesia.

"Gotong Royong, kebersamaan, kekeluargaan itu adalah sifat dasar Bangsa Indonesia, itulah kemudian membuat Negara kesatuan republik indonesia yang terdiri dari beratus-ratus suku dan berbeda-beda tapi menjadi satu kesatuan  " Jela Alex.

"yang menyatukan kesamaan kita bangsa Indonesia dahulunya bahwa kita bangsa Indonesia sama-sama dijajah oleh belanda"

"kemuadian yang menyatukan kita setelah sekian ratus tahun, sementara kita tahu bahwa negara yang kuat seperti Unisofiet saja pecah, ketika eropa mencoba bersatu dalam bentuk unieropa, inggris keluar dalam istilah  britis exit, Tapi Indonesia tetap bersatu, itulah kelebihan dari pada Republik ini, dan jangan kemudian persatuan ini kita ganggu apalagi kita hancurkan hanya karena kepentingan sesaat, terutama untuk kepentingan Politik"

Pada dasarnya Politik itu mulia, kerena kemudian karena prilaku politisi yang kemudian membbuat kata-kata poliitik itu menjadi kotor, Pada dasarnya politik itu mulya, karena perannya dalam memikirkan kepentingan msarakat atau orang  banyak.

Undang- undang Dasar telah diamandemen sebanyak 4 kali dari tahun 1999 sampai 2004, dan ada satu yang tidak bisa diubah yaitu dalam pembukaan UUD 1945 kerena Pancasila berada didalamnya.

Oleh karena amandeman tersebut, maka berubahlah tata kelola pemerintahan indonesia termasuk sisitem pemilihan, seperti pemilu, dahulunya sebelum diamandeman, sistim tata kelola pemerintahan indonesia berdasarkan musawarah mufakat. 

Lalu peran mahasiwa dalam hal ini adalah bagaimana mahasiswa memberikan pendidian politik, mentranfer pemahamanya tentang politik, kepada masarakat luas sehingga kemudian dalam pemilihan suara terbanyak ini menjatuhkan kepada pilihan yang tepat.

Hal ini tentu menjadi tantangan, karena dalam pimilihan suara terbanyak membuat minim lahirnya politisi, kerena semua diadu dengan sistim suara terbanyak.

" Saya adalah ketua salahsatu partai di sumatera barat yang salah satu tugas saya adalah memilih siapa-siapa saja  yang bertanggung jawab untuk menyusun daftar caleg yang akan mengikuti Pemilu, tentunya saya tau mana kader partai yang berkompetan untuk menduduki kursi-kursi di DPR dan dapat melaksanakan tugas nya sebagai wakil rakyat dengan baik, hanya saja orang tersebut tidak terpilih, karena tren pilitik yang ada dimasarakat yang memilih berdasarkan apa yang dilihat, bukan berdasarkan rekam jejak yang dimiliki, Misalnya dalam memilih, masarakat lebih memilih dengan caleg yang berparas cantik atau ganteng serta banyak uang, sehingga yang sebenarnya berkompeten karena memiliki tampang sebut saja jelak dan tidak ber uang ahirnya tidak memiliki kesempatan, dan itulah yang sebenarnya terjadi, Karena pola pemikiran yang sederhana tanpa mau melihat kualitas caleg tersebut seperti apa" Curhat Indra.

Bhineka Tunggal Ikha, dengan segala peradapanya kita adalah satu Indonesia, yang menyakan kita adalah indoesia, kemudian tidak boleh sejengkal tanah di Indonesia ini terlepas dari Indonesia, " Cukup sudah pengalam masalalu ketika timur-timur terlepas dari Indonesia, dan kita bertekat itu adalah tanah terakir yang keluar dari Indonesia, dan itulah hakekat negara kesatuan republik Indonesia" Tegas Indra.

"Satu hal yang harus kita pahami bahwa karna pada dasarnya Bumi Pertiwi ini kaya raya dan bukan hanya sekedar Dongeng, Buktinya ratusan Tahun kekeyaan indonesia dikeruk oleh penjajah, bahkan setelah merdeka pun kekayaan indonesia banyak dikeruk oleh para koruptor sekian lama toh masih tetap kaya dan itu hal yang patut kita harus sukuri dan hal yang kkemudian menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan negara dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia " ungkap Indra.

"Masa depan republik ini ada ditagan pada generasi muda, maka proses kuliah ini manfaatkan semaksimal mungkin untuk memahami dan mengatahui bakat dan kompetensi ada dimana, galilah semua itu dari banyak interaksi dengan dosen, teman, dunia luar, dan manfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin" tutup Alex Indra Lukman mengakiri kuliah umum dalam rangka bakti unitas padang 2018 dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada Mahasiswa baru Untuk bertanya.(Pras)

Minggu, September 23, 2018

Tantangan Perguruan Tinggi Merespon Era Revolusi Industri

POTRET PERTANIAN - Bakti Universitas tamansiswa padang 2018 yang direncanakan selama dua hari dari tanggal 22 sampai 23 september, Bakti yang dibuka secara resmi oleh rektor unitas Dr. Edi Wirman, SP, MP didepan Ratusan Mahasiswa Baru yang berada di halaman kampus Unitas padang. Sabtu (22/09)
  
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam acara tersebut dari pengenalan mahasiswa dengan civitas akademika berlangsung beberapa jam dan dilanjutkan degan kuliah Umum bersama Rektor Universitas Tamansiswa Padang Dr. Ediwirman, SP, MP. dengan Tema "Tantangan Perguruan Tinggi Merespon Era Revolusi Industri" yang dimoderatori oleh Ketua Prodi Hukum Unitas Padang Moderator Lona Puspita, SH, MH.

"Tantangan Perguruan tinggi yang juga menjadi tantangan bangsa ini kedepan, karena Sumberdaya manusia diukur dari Perguruan tinggi" terang Rektor mengawali kuliah umum.

Revolusi industri secara umum diketahui sebagai perubahan cara kerja yang menitikberatkan pada pengelolaan data, sistem kerja industri melalui kemajuan teknologi, komunikasi dan peningkatan efisiensi kerja yang berkaitan dengan interaksi manusia. 

Lalu, bagaimana pengaruh Revolusi Industri bagi Perguruan Tinggi saat ini? Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal yang diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia, di mana selayaknya dapat diperoleh saat mengenyam pendidikan formal di Perguruan Tinggi.

Lebih lanjut Rektor Unitas Padang mengatakan bahwa Revolusi Industri telah mengubah ciri dan cara lama dalam banyak aspek kehidupan. Di sisi lain, revolusi ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh pendidikan tinggi.

Revolusi industri adalah hal yang ilmiah, Sebagai Contoh adalah cangkul, Cangkul dianggap sebagai alat yang sangat sederhana, tapi pada zamanya cangkul menjadi alat yang digunakan untuk mengolah lahan dan itulah teknologi yang ada pada waktu itu, Tapi saat ini fungsi cangkul sudah banyak di gantikan dengan hand Traktor, bahkan dahulu tidak ada dengan yang namanya lektop, tapi manusia tetap bisa memproses segala sesuatunya, sesuai dengan perkembangan didunia teknologi yang membuat mau tidak mau atau suka tidak suka kita harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut tanpa terkeculai dengan dunia Pendidikan" Ungkap Rektor Unitas.

Rektor unitas menyampaikan bagaimana kondisi tenaga kerja di Indonesia, Keberadaan MEA yang membuat tidak adanya batasan, tidak hanya dibidang ekonomi, tapi juga dibidang sumberdaya manusia, bahwa sanya warga negara diperbolehkan untuk bekerja tak hanya dinegara sendiri juga bisa bekerja dinegara lain, Yang menjadi persoalan bangsa Indonesia jika dilihat komposisinya yang mendapatkan pendidikan tinggi terbatas atau sedikit, sekitar 7,2%. sedangkan yang berpendidikan menengah sekitar 22,4 % dan sisanya berpendidikan dasar. dan inilah persoalan yang dihadapai bangsa ini dalam menghadapi persaingan dalam rangka menjadi tuan rumah dinegeri kita sendiri.

"Sebagai Penerus Bangsa yang digadang-gadang akan menjadi generasi emas di tahun 2045, pada hari inilah awal bagi anda untuk membuktikan, paling tidak pada tahun 2045 genarsi sekarang ini akan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri" kata rektor kepada ratusan mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019.

"sementara jika dilihat dari angka partisipasi kasar sekitar 37 % peran perguruan tinggi itu dalam mendukung pembangunan sumberdaya manusia di Indonesia, tetntu ini menjadi Pekerjaan Rumah, bagaiamana perguruan tinggi membuat langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan demi menjadi bagian awal dalam memasuki dunia kerja" terang Rektor Unitas Padang.

"jika dilihat kembali hanya beberapa % atau sangat kecil dunia kerja yang mampu menyerap tenaga kerja lulusan dari perguruan tinggi, bahkan yang berkembang dimasarakat saat ini anggapan bahwa jadi sarjana itu adalah sisap-siap untuk menganggur, hal tersebut dikarenakan peluang kerja yang masih sangat terbatas.

Dipaparkan lebih jauh oleh Dr. Edi Wirman, bagaimana keterkaitan dunia kerja dengan pendidikan, ketika pendidikan tersebut bagus, tentunya akan mampu menghasilkan lulusan yang akan mampu bersaing dalam dunia kerja, karena dalam dunia kerja yang dibutuhkan adalah kemampuan, baik kemampuan dalam kepemimpinan, prilaku,  komunikasi serta kemampuan dalam menyelaesaikan masalah, dan hal tersebut akan didapatkan dalam perguruan tinggi.

"Jadi jangan dianggap Kuliah hanya untuk mendapatkan Ilmu saja tapi juga sebagai tempat berkomunikasi, belajar menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam membangun jati diri sesuai dengan kompetensi mahasiswa itu sendiri, Karena jika ilmu tersebut tidak dibarengi dengan ada kemampuan dalam berkomunikasi dan kemampuan dalam bekerja sama tidak akan menjamin bagaimana kualitas sumber daya manusia dapat semakin kompetitif untuk menjawab kebutuhan zaman sebagai generasi penerus bangsa" Tegas Dr. Ediwirman Kepada Ratusan maba peserta bakti 2018.

Diahir sesi Moderator Lona Puspita, SH, MH Memberikan kesimpulan kuliah umum yang disampaikan Dr. Edi Wirman, SP, MP atau rektor unitas padang, bahwa dalam menghadapi Tantangan Perguruan Tinggi Merespon Era Revolusi Industri atau powerpoin ziro yang dikenal dengan konsep Komunikasi, Kolaborasi dan Networking (KKN) yang dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan tersebut, terang Lona Puspita,SH, MH, dan menutup acara kuliah umum.(Pras) 
Klik tautan berikut Untuk Mengunjungi Website Bidang Kamahasiswaan Unitas Padang

Bakti Mahasiswa Baru Universitas Tamansiswa Padang 2018

POTRET PERTANIAN - "Salam dan bahagia" Sebanyak 300 mahasiswa baru (maba) Universitas tamansiswa padang mengikuti Kegiatan Bimbingan Aktivitas kehidupan Kampus dan Kegiatan Ilmiah (Bakti ) tahun ajaran 2018 / 2019 dengan tema " melalui bakti kita tingkatkan silaturahin diantara civitas akademika dan  upaya mewujutkan visi dan misi universitas tamansiswa padang" (22/9). 

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Hypne Tamansiswa oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan kebudayaan universitas tamansiswa Padang, bakti Unitas 2018 dan dilanjutka dengan laporan kegitan oleh bidang kemahasiswaan yang disampaikan wakil rektor III Yevendri, SH, MH, "Slam dan Bahagia dan Bangga Menjadi bagian Tamansiswa" teriak wakil rektor III mengawali sambutanya.

"Kegiatan bakti ini diikuti oleh 300 orang mahasiswa Baru yang tersebar dibeberapa fakultas, Diantaranya, Ekonomi, Hukum, dan Pertanian, sementara darai tiga fakultas tersebut dibagi menjadi beberapa Prodi diantaranya, Prodi Hukum, Menejemen, Geografi, Agroteknologi, Peternakan, Aktuaria, Agribisnis dan Pendidikan Matematika" Sebut wakil rektor III.

Wakil Rektor III juga menekankan bahwa hakekikat Bakti merpuakan sebuah bagian mahasiswa baru atau keluarga baru dari Universitas tamansiswa padang menjadikan kampus ini menjadi rumahnya sendiri, serta bagaiamana mahasiswa akan merasa nyaman dan dekat dengan senior - senior dalam berinteraksi terhadap semua civitas akademika tanpa terkecuali, Pungkas Yevendri, SH, MH.

Dilanjutkan sambutan Oleh Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Tamansiswa (BPPTTS) Irwandi Yusuf, SH, beliau menyampaikan bahwa Tamansiswa Mempunyai cirikhas yang harus diketahui oleh semua mahasiswa baru, bahwasanya cirikhas tersebut jarang dimiliki oleh perguruan tinggi laianya yang nantinya akan dikenalkan kepada mahasiswa dalam acara bakti, Salah satunya adalah "Salam dan Bahagia" yang merupakan salam khas dari Tamansiswa yang dicetuskan Oleh Ki Hadjar Dewantara tahun 1922 yang saat ini sudah berusia 96 tahun salam dan bahagia ini dikumandangkan ditamansiswa diseluruh Indonesia, Oleh Karena itu kita patut bangga dengan dengan Tamansiswa.

Ketua BPPT tamansiswa juga berharap keada mahasiswa untuk benar-benar mengikuti kegian bakti tersebut dengan seksama, karena didalam kegitan bakti ini mahasiswa akan mendapatkan bagaimana caranya mendapatkan kenyamanan didalam keidupan kampus universitas tamansiswa padang.

Sebelum mambuka sacara resmi bakti mahasiswa baru Rektor unitas padang Dr. Edi Wirman, SP, MP, mengatakan bahwa bakti merupakan sebuah pengenalan bagaimana sebuah proses-proses yang terjadi didalam sebuah perguruan tinggi, Mulai dari masuknya mahasiswa sampai lulusnya mahasiswa menjadi sarjana. serta semua tahapan Proses tersebut harus dipahami oleh semua mahasiswa. Tutup rektor unitas padang yang selanjutnya membuka secara resmi Bakti mahasiswa baru universitas tamansiswa padang tahun 2018 dan dilanjutkan dengan pemakaian Jaket alamamater kepada masing-masing perwakilan dari program studi yang dilakukan oleh rektor unitas didampingi ketua BPPT dan dilanjutkan dengan beberapa rangkaian acara pengenalan dari masing masing bagian di universtas tamansiswa padang.(Pras).

Sabtu, September 22, 2018

Pacaran Sariah Menurut Ustad Abdul Somad


POTRET PERTANIAN - Pacaran Sariah bagaimana Menurut Ustad Abdul Somad dalam tablik akbar di universitas baiturrahmah padang sumatera barat.

Sampai Dimana Sedekah Sate Padang, Ustad Abdul Somad


POTRET PERTANIAN - Sampai Dimana Sedekah Sate Padang, Menurut keterangan Ustad Abdul Somad di tablik akbar di universitas baiturrahmah padang sumatera barat.

Utang Piutang Menurut Ustad Abdul Somad


POTRET PERTANIAN - Utang Piutang Menurut Ustad Abdul Somad dalam Acara Tablik Akbar Di Masjid Universitas Baiturrahmah PAdang

Jumat, September 21, 2018

Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pertanian Republik Indonesia

POTRET PERTANIAN - Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Mengundang Putra/ Putri Terbaik, Warga Negara Indoesia yang Memiliki Kompetensi,Integritas dan Komitmen Tinggi  untuk Bergabung menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2018.

Lahirkan Eksportir Unggulan Hortikultura Indonesia Mulai Tunjukkan Taji

POTRET PERTANIAN - Lahirkan Eksportir Unggulan Hortikultura Indonesia Mulai Tunjukkan Taji, Ekspor produk hortikultura terus mengalami peningkatan melalui kelompok tani yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan mampu melahirkan eksportir hortikultura unggulan ke pasar luar negeri.

Tercatat, tahun 2017 naik 24 persen dan kenaikan tersebut didukung penuh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.Kami gerakkan seluruh stakeholder se-Indonesia untuk ekspor besar-besaran. Mimpi dua tahun tercapai. Hari ini kita ekspor. Kami juga minta ke Dirjen Hortikultura tolong bantu petani. Kirim 30 truk benih ke daerah - daerah," tegas Amran.

Tak hanya bantuan truk benih, Menteri Amran juga menegaskan anggaran benih hortikultura naik Rp 5,5 Triliun di tahun 2018 ini.

Selain fokus pada peningkatan mutu benih, dirinya juga mendorong untuk meningkatkan mekanisasi, pasca panen, hingga packaging dan processing yang bekerja sama dengan Kementerian Perindustian.

Menteri Amran bahkan mengajak pemuda untuk beralih ke sektor pertanian khususnya hortikultura. Komoditas pertanian menjadi sektor bisnis menjanjikan. Ajakan ini pun berbuah baik karena kini sudah ada dua eksportir muda subsektor hortikultura yang biasa memasok ke pasar luar negeri.

Adalah Ulus Pirmawan yang mengawali bisnis pertaniannya dari seorang petani dan kini menjelma petani sayur yang sukses dan tidak bisa dianggap sebelah mata. Beliau merupakan seorang tokoh pemuda tani yang berjuang di sektor pertanian. Ulus berdomisili di Kampung Gandok Desa Suntenjaya Cibodas Lembang. Kerja kerasnya mampu menunjukkan bahwa petani bisa berkembang.

Setelah beranjak dewasa, Ulus Pirmawan banyak belajar mengenai pertanian, baik yang diadakan oleh Dinas Pertanian maupun lembaga atau perusahaan yang kompeten dengan dunia pertanian. Dirinya pernah menjadi supplier dan pada tahun 2005 mendirikan Kelompok Tani Baby French.

Setelah sukses dengan Kelompok Tani Baby French, ia kembali mendirikan kembali gabungan kelompok tani yang diberi nama Wargi Panggupay. Wargi panggupay membawahi delapan kelompok tani produktif. Seluruh kelompok tani ini berperan aktif dan terlibat langsung dalam program tanam. Wargi Panggupay juga melakukan kerja sama dan menjalin kemitraan dengan Eksportir PT Alamanda Sejati Utama, Fortuna Agro Mandiri (Farm/Multi Fresh) dan supplier supermarket.

Bermodal pengalaman dan pengetahuan serta niat yang kuat guna menghasilkan yang terbaik, Gabungan Kelompok Tani Wargi Panggupay kian memantapkan langkahnya untuk mencapai usaha menguntungkan, berkelanjutan dan berkesinambungan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di seluruh Indonesia.

Tanaman Hias

Selain ekspor sayur-mayur, tanaman hias juga mempunyai porsi dan penggemar tersendiri di luar negeri. Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh

Kelompok Tani Alamanda yang diketuai oleh Anas Anis. Kelompok Tani Alamanda merupakan salah satu kelompok tani binaan Ditjen Hortikultura yang eksis dalam budidaya Dracaena Sanderiana atau biasa disebut Lucky Bamboo. Lucky Bamboo (bambu keberuntungan) telah menjadi simbol keberuntungan selama lebih dari 4.000 tahun pada budaya Asia.

Dracaena Sanderiana mampu menjadi tanaman rumah populer yang banyak tersedia di luar Asia. Hinggaa kini, tanaman ini banyak diekspor ke beberapa Negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Korea, Oman, Bahrain, dan India.

Pada kegiatan Spekta Hortikultura yang berlangsung di Lembang, Bandung Barat, bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaunching ekspor tanaman hias ke 11 negara tujuan. "Ini adalah pahlawan ekspor pangan, pahlawan devisa, pahlawan cetak dollar. Hari ini kita ekspor ke 11 negara", puji Amran.

Pengiriman dilakukan melalui laut dan udara.  Volume ekspor 276.000 set Dracaena Sanderiana melalui laut dan 30.000 set Dracaena Sanderiana melalui udara dengan nilai ekspor Rp 4 miliar per tahun.

Mentan Minta Genjot Ekspor Produk Hortikultura

POTRET PERTANIAN - Mentan Minta Genjot Ekspor Produk Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan)  terus mendorong ekspor produk pertanian untuk mendorong devisa negara dan meningkatkan penghasilan petani. Salah satu produk yang menjadi keunggulan komparatif Indonesia adalah produk hortikultura seperti sayuran, buah, dan tanaman hias. Demikian disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya untuk rangkaian acara Spekta Horti 2018 yang berlangsung pada 20-23 September 2018 di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang, Bandung Barat.

“Ekspor produk pertanian, khususnya hasil petani hortikultura terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa petani kita produktif, punya daya saing, dan bisa menghasilkan devisa untuk negara. Kementerian Pertanian terus mendorong tren positif ini dengan berbagai program termasuk dengan menyediakan benih unggul,” kata Amran.

Dalam acara tersebut, Menteri Pertanian melakukan pelepasan ekspor tanaman hias, buncis dan tomat hasil petani setempat. Sebanyak sebanyak 306.000 set tahaman hias dracaena hasil Kelompok Tani Alamanda dilepas ke pasar di Asia dan Timur Tengah, sementara ekspor buncis dan tomat sebesar 600 ton ke Singapura dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wargi Panggupay bersama CV. Fortuna Agro Mandiri. 

Catatan ekspor hortikultura memang gemilang, seperti komoditas sayuran: bawang merah. Indonesia sudah stop impor bawang merah sejak 2016 seiring peningkatan produksi petani lokal. Tahun 2017, ekspor bawang merah bisa tembus hingga 7.750 ton, dan ditargetkan tahun ini bisa dua kali lipatnya. Komoditas buah-buahan juga cukup diminati di mancanegara antara lain, salak, manggis dan juga nanas. “Tahun ini, impor buah-buahan menurun signifikan sekitar 20-30%. Sebaliknya, ekspor buah seperti manggis justru ekspor Indonesia melesat tahun ini,” kata Amran.

Guna memberikan insentif bagi petani untuk terus mengembangkan produk hortikultura berkualitas ekspor, pada kesempatan tersebut, Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mendistribusikan benih unggul hasil inovasi teknologi kepada sejumlah kelompok tani, dinas pertanian, dan petani mewakili berbagai daerah di Indonesia. Benih unggul yang dibagikan antara lain: 24 ton benih bawang merah varietas Bima, 26 ton benih kentang varietas Granola L, 20 ton benih bawang putih, 16.700 polybag benih buah-buahan (mangga, manggis, durian, jengkol, dan pete) dan 8.000 polybag benih jeruk (4.000 polybag varietas Keprok Batu 55, 1.000 Keprok RGL, 1.000 Keprok Borneo Prima, 1.000 Siem Pontianak, dan 1.000 Siem Banjar). 

Benih Gratis Untuk Petani Hortikultura

Amran menjelaskan bahwa, peningkatan produksi dan upaya swasembada beberapa komoditas hortikultura ini dilakukan dengan produksi dan pendistribusian benih unggul bermutu benih sayuran dan buah-buahan secara gratis kepada masyarakat. “Komitmen Kementan jelas, pada tahun 2017, melalui APBN-P, Kementan telah dianggarkan sebanyak 2,4 triliun untuk produksi benih dan bibit. Lalu, dalam APBN 2018, anggarannya meningkat menjadi 5,5 triliun. Kita bagikan gratis ke seluruh petani Indonesia. Kita ingin bukan hanya swasembada, tapi bisa terus ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia 2045,” papar Amran.

Melalui anggaran tersebut, sebagian besar benih yang diproduksi telah didistribusikan kepada masyarakat tani hortikultura. Beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangtan seperti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) misalnya, telah membagikan 1 juta batang benih jeruk. Lalu, Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu) telah membagikan 140.000 batang benih buah tropika di Sumatera Barat, serta ratusan ribu benih hortikultura lainnya di seluruh Indonesia melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).

Benih-benih yang diproduksi di Indonesia tersebut tidak hanya dibagikan untuk meningkatkan produksi hortikultura nasional, tetapi juga di ekspor ke beberapa negara. “Pada tahun 2018 direncanakan akan diekspor sebanyak 900 ton benih hortikultura dari 18 komoditas yang sebagian sudah direalisasikan. Bukti bahwa industri perbenihan kita sudah maju dan dapat bersaing dengan negara lain,” tegas Amran.

Amran juga mendorong setiap inovasi teknologi dan kelembagaan untuk mencapai target pembangunan hortikultura. Berbagai inovasi teknologi telah dihasilkan oleh Balitbangtan, khususnya pada teknologi hortikultura dipamerkan dalam acara tersebut. Untuk komoditas sayuran misalnya, Balitbangtan sudah memproduksi benih TSS (True Shallot of Seed) bawang merah yang lebih efisien dibandingkan sistem konvensional dengan umbi, lalu benih unggul cabai hibrida inata agrihorti 1 yang dapat ditanam di luar musim, dan bawang merah dayang sumbi agrihorti 1 yang toleran terhadap penyakit busuk daun dan dengan dilengkapi teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) pada Cabai merah guna menjaga terpenuhinya Cabai merah disaat musim penghujan.

Sedangkan pada komoditas buah tropika telah tersedia teknologi berupa varietas unggul buah-buahan tropika seperti mangga, durian, pepaya, pisang, dan salak. Pada tanaman hias telah dihasilkan banyak varietas unggul krisan, anggrek, gerbera, serta masih banyak inovasi teknologi lain yang dapat berperan dalam peningkatan pembangunan hortikultura. Selain itu juga telah tersedia teknologi perbanyakan benih secara massal dan cepat melalui metode Somatik Embriogenesis. 

Selain pelepasan ekspor produk hortikultura, dan peluncuran distribusi benih secara nasional tersebut, Spekta Hortikultura juga menyiapkan rangkaian acara lain yakni Agro Inovasi Fair (AIF), dan Florikultura Indonesia.

Menteri Amran Kembali Genjot Peluang Ekspor

POTRET PERTANIAN - Menteri Amran Kembali Genjot Peluang EksporBeberapa pekan ini nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar saat ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menggenjot volume ekspor komoditas pertanian. Kali ini, Mentan Amran melepas ekspor komoditas hortikultura berupa tanaman hias dracaena 306.000 set ke negara Asia sampai Timur Tengah dan ekspor buncis dan tomat sebesar 600 ton ke Singapura.

“Pangan (pertanian) kita tidak bisa bersaing dengan negara lain tanpa teknologi. Hari ini kita buktikan, berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri, kita tingkatkan lagi ekspor. Ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara,” demikian dikatakan Amran di acara usai melepas ekspor yang dilakukan pada kegiatan Spekta Hortikultura, Agro Inovasi Fair (AIF) on the spot dan Florikultura Indonesia yang digelar di Balai Penelitian Sayuran, Lembang, Jawa Barat, Kamis (20/9).

Amran mengatakan potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat yakni tanpa impor. Baru-baru ini pun Kementan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terkait Stabilisasi Ketersediaan Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian. Bersama KADIN langsung ekspor manggis ke Tiongkok dan bibit ayam petelur ke Timor Leste. Negara tujuan ekspor ke depan akan terus ditambah.

“Karena itu, kami himbau lakukan gerakan masif ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi. Sekarang pun harga cabai dan bawang merah stabil. Ekspor pertanian 2017, kita naik 24 persen,” ujarnya.

Data BPS yang dirilis 6 Agustus 2018 menunjukkan kontribusi sektor pertanian dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93% (q to q). Kontribusi sektor pertanian ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan yang hanya 3,37% dan jasa lainya hanya 3,30%.

"Kami minta minta tahun depan, naikkan anggaran penelitian, pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dan berkualitas inovasi teknologi yang dihasilkan dan petani semakin maju," tutur Menteri Amran.

Untuk meningkatkan volume ekspor pangan, Amran pun meminta untuk memajukan sektor hilirisasi. Pasalnya, jika industri pangan berkembang pesat dan rantai pasok perbaikin, masyarakat dipastikan bertambah penghasilanya sehingga sejahtera.

“Salah satu contoh kecil coklat. Kalo kita ke Singapur sedih. Harga coklat Rp 19 ribu per biji padahal bahan bakunya dari Indonesia. Inilah pentingnya memajukan hilirisasi, petani pasti sejahtera," ungkapnya.

Namun demikian, Amran menekankan dalam memajukan pembangunan pertanian, memerlukan kerja keras dalam menghadapi tantangan. Sebab, tidak hanya meningkatkan produksi, tapi juga harus bisa menciptakan stabilisasi harga pangan.

Poto : Taman Agro Inovasi

POTRET PERTANIAN - Poto : Taman Agro Inovasi, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) kota Padang.





Ratusan Mahasiswa Yang tergabung dalam (HMI) lakukan Demo di kantor DPRD Sumatera Barat

POTRET PERTANIAN - Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, melakukan orasi di halaman gedung DPRD Sumbar terkait kondisi ekonomi Indonesia saat ini.  Jumat, (21/9/2018).

Sebelum menuju kantor DPRD Sumbar, para demanstran terlebih dahulu melakukan orasi di depan tugu Adipura yang terletak di depan kantor DPRD Sumbar.  Dalam aksi ini, mahasiswa juga membawa keranda mayat yang diusung dari Wisma HMI Cabang Padang, selanjutnya menuju halaman DPRD sumbar yang ditemui oleh ketua Dprd sumbar Ir. H. Hendra Irwan Rahim dihalaman Kantor Dprd dan bernegoisasi untuk masuk keruang rapat dpdrd utnuk menyampaikan tuntutan mereka kepada dprd sumbar.
.
Semua demonstran yang ahirnya dipersilahkan masuk digedung Dprd di ruang rapat kusus dan menyampaikan aspirasi mereka kepada ketua dpdr dan meminta dpdrd menandatangani petisi yang berisi tuntutan dan mengecam tindakan brutal dilakukan oleh aparat keamanan yang terjadi saat aksi demo yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu di kantor  (DPRD) Bengkulu dan meminta pemerintah mencopot polda bengkulu.

"Kita mengutuk tindakan aparat tersebut, mahasiswa berjuang atas nama masyarakat tetapi aparat keamanan malah memperlakukan mereka seperti binatang, dimana letak nurani Meraka," ujar Muslimin saat orasi di depandalam ruang gedung DPRD Sumbar.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mahasiswa hanya menyampaikan keluhan masyarakat yang terjadi hari ini dan tidak ada kepentingan yang lain. Ini murni hanya menyampaikan keluhan masyarakat oleh sebab itu DPRD Sumbar harus menandatangani mosi tidak percaya terhadap pemerintah saat ini.

"Sebagai penyambung aspirasi masyarakat, kita meminta DPRD menandatangani petisi, Bahwa pemerintah harus memberika jaminan kemasarakat untuk mempercepat penguatan Rupiah diangka 14 ribu/ dolar sesuai dengan janji pemerintah, Pemerintah harus membatasi dan mengetatkan kebijakan impor terhadap barang dan jasa, pemerintah harus memberikan jaminan keharmonisan umat dan bangsa dalam pemilu 2019 mendatang, pemerintah harus terbuka dengan hasil investigasi kasus munir, Kemudian pemerintah harus mengusut tuntas kasus Novel Baswedan".

Setelah membaca tutuntutan mahasiwa tersebut ketua DPRD sumbar menerima dan menandatangani petisi dan berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke DPRD Pusat.

" saya ikut mengathui dan menandatangi petisi ini dan akan saya sampaikan kepusat hari ini juga" Disampaikan Hendra Irwan Rahim kepada mahasiswa yang berada dalam ruangan rapat tersebut.(Pras)

Tablik Akbar Ustad Abdul Soamat Di Baiturrahmah Padang

POTRET PERTANIAN - Masjid Baiturrahmah Universitas Baiturrahmah Air Pacah, Padang, Sumbar,dipadati ribuan umat Islam demi mengikuti takblik akabar bersama Usatad Abdul Somad (UAS)  Kamis (20/9). 



Antusias kaum muslimin untuk menghadiri Tabligh Akbar bersama Ustadz Somad sangat tinggi, diperkirakan tidak kurang sekitar sepuluh ribu kaum muslimin dari berbagai daerah di Sumbar hadir guna mendengarkan langsung tausiyah dari Ustadz Somad.

Di Kota Padang, UAS memiliki 2 agenda di 2 tempat Tablik Akbar di Universitas Baiturrahmah dan memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam. 

Penampilan lain Ustad Abdul Somad Di masjid baiturrahmah.

Ustad Abdul somad dalamdakwahnya di Masjid Universitas Baiturrahmah terlihat lain, Pasalnya Ustad Abdul somad yang dalam mengisi tablik akbar diamanpun selalu menggunakan pakaian berwarn putih, tapi kali ini Usatad Abdul Soamgt menggunakan baju berwaran hiajau.

Dalah kesempatan tersebut Ustad Abdul Somad memakai baju tersebut sebagai bentuk penghargaan kepata H. Amran yang menghadiahi Ustad Sebuah Baju dan sarung dalam rangka memepringati Ulang tahun H Amran yang ke 80.

Ustadz Abdul Somad menyampaikan tausiyah begitu jelas, cerdas dan lucu, sehingga jama'ah sering tersenyum dan susana menjadi pecah dengan tawa. Hal ini menjadikan tausiyah terasa begitu enak untuk di dengar. 

Selama lebih kurang satu setenah jam menyampaikan tausiyah dan menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan jama'ah, terasa waktu berlalu sangat pendek sekali. (Pras)

Kamis, September 20, 2018

Poto : Ulat Buah Kentang

POTRET PERTANIAN - Poto : Ulat Buah Kentang, yang meneyerang buah pada tanaman kentang.


Poto : Bunga Tanaman Buah Naga

POTRET PERTANIAN - Poto : Bunga Tanaman Buah Naga yang mekar dimalam hari setelah dilakukan penyerbukan.