Selasa, Desember 04, 2018

Tips membuat ayam potong berat 1kg dalam 15 hari

POTRET PERTANIAN - Tips membuat ayam potong berat 1kg dalam 15 hari, Tips membuat ayam potong berat 1kg dalam 15 hari, yang akan membuat irit pakan sampai beberapa persen,

Memilih bibit bebas penyakit dan sesuai galur murni

POTRET PERTANIAN - Memilih bibit bebas penyakit dan sesuai galur murni, Memilih bibit bebas penyakit dan sesuai galur murni serta bebas dari segala macam penyakit.

Tips Tanam 1 batang sama dengan 4 batang Cabe

POTRET PERTANIAN - Tips Tanam 1 batang sama dengan 4 batang Cabe, Tips Tanam 1 batang sama dengan 4 batang Cabe, bisa panen berlipat lipat dengan cara sederhana,

Rahasia angka 21 Untuk sukses budidaya tanaman Cabe

POTRET PERTANIAN - Rahasia angka 21 Untuk sukses budidaya tanaman Cabe, 

Cara Membuat ayam dan bebek bertelur hingga 4 kali dalam sehari

POTRET PERTANIAN - Cara Membuat ayam dan bebek bertelur hingga 4 kali dalam sehari

Rabu, November 28, 2018

Evaluasi Kerjasama (Kementan) - TNI AD dalam mewujudkan swasembada pangan

POTRET PERTANIAN - Evaluasi Kerjasama (Kementan) - TNI AD dalam mewujudkan swasembada pangan,. Jawa Barat - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), bersama-sama Kementerian Pertanian (Kementan) dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia. 

Hal ini Amran sampaikan dalam Evaluasi Kerjasama (Kementan) - TNI AD dalam mewujudkan swasembada pangan di depan para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) se Indonesia, di Gedung Graha Yudha Wastu Pramuka, Pusat Persenjataan Infantri (Pussenif), Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Selasa pagi (27/11/2018).

Amran menyampaikan ucapan terima kasih kepada Asisten Teritorial (Aster) KASAD, para Komandan Kodim (Dandim) dan Komandan Korem (Danrem), perwira-perwira tinggi beserta seluruh jajarannya di seluruh Indonesia, telah membantu petani Indonesia, pahlawan pertanian Indonesia. 

"Yang kami rasakan betul di lapangan, jajaran babinsa dan seluruh jajaran dari Kodim dan Korem melakukan pendampingan pada petani dan penyuluh pertanian di lapangan. Sehingga lebih menumbuhkan rasa kedisiplinan", ujar Amran.

Selanjutnya Amran memaparkan hasil kerja bersama sektor pertanian berdasarkan kesepakatan Kementan dan TNI AD. Termasuk capaian menarik dari kinerja 4 tahun Kementerian Pertanian, yaitu tentang inflasi yang jadi perbincangan di seluruh dunia.

"Tahun 2014 inflasi pangan 10,57%, dalam kurun kerja 4 tahun turun menjadi 1,26%. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya dalam 30 tahun terakhir. Sehingga inflasi umum untuk negara kita juga pertama dalam sejarah 3 tahun berturut-turut 3,6%", tegas Amran.

Amran melanjutkan, yang menarik inflasi turun tetapi kesejahteraan petani meningkat. Ia menjelaskan ini diraih karena disparitas harga berhasil ditekan, rantai pasok dipangkas. Semua dikerjakan berkat dukungan Dandim - Danrem dan jajarannya.

*Bersama Berantas Kejahatan Sektor Pangan*

Menurut putra Bone Sulawesi Selatan ini, salah satu yang menjadi penyebab gejolak harga adalah mafia pangan. Ia membuka data bahwa hari ini total ada 782 kasus penyelewengan dalam sektor pangan. Sudah 409 kasus yang sudah ada tersangkanya. Hortikultura 21 kasus, pupuk 12 kasus, beras 66 kasus, ternak 27 kasus, sisanya kasus-kasus lainnya. Sejumlah perusahaan sektor pangan di _blacklist_, segera menyusul 66 perusahaan lainnya. Ini semua menurutnya hasil kerjasama Kementan dengan TNI Polri. 

"Saya di _SMS_ langsung Dandim ada pupuk palsu. Kami respon kami tidak bayar karena yang rugi adalah petani dan produksi pasti turun", katanya.

Menteri Amran melanjutkan, bersama TNI AD Kementan membuat lumbung-lumbung pangan di perbatasan. Hasilnya di Merauke dulu harga beras Rp 80 ribu, sekarang sudah ekspor beras premium ke Papua New Guinea sejak 13 Februari 2017. Ekspor beras dari Entikong juga ke Malaysia pada Oktober 2017. Ekspor manggis pertama dalam sejarah ke Cina dari Kab. Lima Puluh Kota pada 2 Okt 2018. 

"Kita bangun lumbung pangan di perbatasan agar bisa ekspor ke negara tetangga. Itu namanya bertani cerdas", 

Ia melanjutkan mimpi besar Indonesia selanjutnya membangun lumbung pangan dunia 2045. Dimulai dari pemanfaatan lahan rawa di Jejangkit, Barito Koala, Kalimantan Selatan yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia ke-38 beberapa waktu lalu. 

"Terimakasih pada Dandim Barito Koala yang telah membantu infrastruktur sarana prasarana pertanian, irigasi dan lain sebagainya. Keberhasilan ini disaksikan 40 lebih duta besar negara-negara dunia, diapresiasi FAO. Ini kerja kita bersama. Kelanjutan pangan Indonesia ditentukan dari wilayah-wilayah yang berada di bawah teritori Dandim Bapak-bapak sekalian", tambahnya. 

Menanggapi paparan Menteri Pertanian, Asisten Terirorial KASAD Mayjend TNI Supartodi memastikan bahwa seluruh prajurit TNI mendukung apa yang menjadi program pemerintah khususnya pada sektor pangan.

"Semua jajaran TNI AD mulai dari Babinsa ke atas, semua turun ke lapangan turun ke lahan-lahan pertanian. Untuk mendukung program pemerintah dalam hal ini Kementan untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di tanah air. (*)

Amran juga berpesan agar para mahasiswa Polbangtan tidak mudah mengeluh jika ingin menjadi orang besar

POTRET PERTANIAN Amran juga berpesan agar para mahasiswa Polbangtan tidak mudah mengeluh jika ingin menjadi orang besar, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta agar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang ada di Indonesia, disegani di dunia dengan menerapkan standar pendidikan internasional. Amran menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta, Selasa (27/11/2018). 

"Saya tugaskan staf khusus untuk melakukan audit di seluruh Polbantan di Indonesia. Saya ingin semua berstandar internasional", ujar Amran optimistis. 

Mentan juga berpesan kepada para mahasiswa Polbangtan agar turut mewujudkan cita-cita ini. Salah satunya dengan mengubah kebiasaan. Ia memberi contoh misalnya dengan mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. 

"Jangan takut salah menggunakan bahasa Inggris, campur bahasa Indonesia dan Inggris tak apa. Kamu tonton siaran BBC, CNN tiap malam 2 jam. Ubah kebiasaan, lalu ulangi", terang Amran. 

Dengan begitu, menurut Amran para mahasiswa Polbangtan yang ada dihadapannya akan merasakan manfaat _The Power of Habbit_, _The Power or Repetition_, mengubah dengan kebiasaan. 

"Itu akan menjadi kekuatan besar. Jadi mulai hari ini kalian mulai berbicara bahasa Inggris, bisa kan?” ujar Amran.

Amran juga berpesan agar para mahasiswa Polbangtan tidak mudah mengeluh jika ingin menjadi orang besar. 

"Jangan mengeluh, kalau ada oranxgz mengeluh gagal. Jika gagal pun jangan menyerah. Gagal adalah cara Tuhan agar kita menikmatinya saat sudah sukses", pesannya. 

Setelah mengubah kebiasaan, meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai kebiasaan-kebiasaan baik, Amran memotivasi para mahasiswa agar memiliki mimpi besar.

"Mulai hari ini kalian harus punya mimpi besar. Setelah punya mimpi besar harus yakin bisa jadi pemimpin besar, konglomerat dunia. Setelah yakin, buang kebiasaan yang buruk, buang mulai hari ini", ujarnya memotivasi. 

Ia meyakini, jika semua mahasiswa berproses untuk melakukan kebiasaan baik akan jadi orang hebat. Terlebih kini tengah berada dalam sistem yang teratur pada lingkungan lembaga pendidikan. 

*Transformasi Polbangtan Bangun Semangat Wirausaha Pertanian*

Polbangtan adalah institusi pendidikan tinggi vokasi, di bawah binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), yang merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

Transformasi ini diharapkan akan melahirkan kembali tenaga terampil di bidang pertanian yang punya semangat wirausaha atau _socioagripreneur_. 

Untuk mencapai cita-cita ini Kementan menjalin kerjasama dengan 29 Perguruan Tinggi untuk Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) dan beberapa perusahaan swasta yang bergerak di sektor pertanian. 

Empat ribu lebih mahasiswa menyebar di enam Polbangtan di seluruh Indonesia. Yaitu Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta –Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, dan Polbangtan Manokwari.  (*)

Minggu, November 25, 2018

Panen Cabe Puluhan Kilo Perbatang, Ini Tips Sederhananya



POTRET PERTANIAN - Panen Cabe Puluhan Kilo Perbatang, Ini Tips Sederhananya

Jumat, November 23, 2018

Geger Penemuan Mayat mengapung di danau atas Alahan Panjang Solok

POTRET PERTANIAN - Geger Penemuan Mayat mengapung di danau atas Alahan Panjang Solok

Rabu, November 21, 2018

SI MBOK YANG KAYA HATI

POTRET PERTANIAN - S I M B O K, "Mbok, kita kan sekarang cuma tinggal berdua, kenapa simbok tetap masak segitu banyak? Dulu waktu kita masih komplet berenam aja simbok masaknya selalu lebih. Mbok yao dikurangi, mbook...ben ngiriit.." kataku dg mulut penuh makanan masakan simbokku siang ini: nasi liwet anget, sambel trasi beraroma jeruk purut, tempe garit bumbu bawang uyah, sepotong ikan asin bakar, dan jangan asem jowo. Menu surga bagiku.

Sambil membenahi letak kayu2 bakar di tungku, simbok menjawab, "Hambok yo ben toooo..."
"Mubazir, mbok. Kayak kita ini orang kaya aja.." sahutku.
"Opo iyo mubazir? Mana buktinya? Ndi jal?" tanya simbok kalem. Kadang aku benci melihat gaya kalem simbok itu. Kalo sudah begitu, ujung2nya pasti aku bakal kalah argumen. 
"Lhaa itu?, tiap hari kan yo cuma simbok bagi2in ke tetangga2 to? Orang2 yg liwat2 mau ke pasar itu barang??" aku ngeyel.
"Itu namanya sedekah, bukan mubazir.. Cah sekolah kok ra ngerti mbedakke sodakoh ro barang kebuang.."
"Sodakoh kok mban dino?! Koyo sing wes sugih2o wae, mbooook mbok!" nadaku mulai tinggi.
"Ukuran sugih ki opo to, Kir?" Ah, gemes lihat ekspresi kalem simbok itu!
"Hayo turah2 leh duwe opo2..Ngono we ndadak tekon!" 
"Lha aku lak yo duwe panganan turah2 to? Pancen aku sugih, mulo aku iso aweh...". Tangannya yg legam dg kulit yg makin keriput menyeka peluh di pelipisnya. Lalu simbok menggeser dingkliknya, menghadap persis di depanku. Aku terdiam sambil meneruskan makanku, kehilangan selera utk berdebat.
"Le, kita ini sudah dapat jatah rejeki masing2, tapi kewajiban kita kurang lebih sama: sebisa mungkin memberi buat liyan. Sugih itu keluasan atimu untuk memberi, bukan soal kumpulan banda brana. Nek nunggu bandamu mlumpuk lagek aweh, ndak kowe mengko rumongso isih duwe butuh terus, dadi ra tau iso aweh kanthi iklas. Simbokmu iki sugih, le, mban dino duwe pangan turah2, dadi iso aweh, tur kudu aweh. Perkoro simbokmu iki ora duwe banda brana, iku dudu ukuran. Sing penting awake dewe iki ora kapiran, iso mangan, iso urip, iso ngibadah, kowe podo iso sekolah, podo dadi uwong.. opo ora hebat kuwi pinaringane Gusti Allah, ingatase simbokmu iki wong ora duwe tur ora sekolah?", simbok tersenyum adem.
"Iyo, iyoooooh.."
"Kowe arep takon ngopo kok aku masak akeh mban dino?"
"He eh."
"Ngene, Kir, mbiyen simbahmu putri yo mulang aku. Jarene: "Mut, nek masak ki diluwihi, ora ketang diakehi kuwahe opo segone. E....mbok menowo ono tonggo kiwo tengen wengi2 ketamon dayoh, kedatangan tamu jauh, atau anaknya lapar malam2, kan paling ora ono sego karo duduh jangan..".. ngono kuwi, le. Dadi simbok ki dadi kulino seko cilik nyediani kendi neng paran omah kanggo wong2 sing liwat, nek mangsak mesti akeh ndak ono tonggo teparo mbutuhke. Pancen niate wes ngunu kuwi yo dadi ra tau jenenge panganan kebuang2... Paham?"
Aku diam. Kucuci tanganku di air baskom bekas simbok mencuci sayuran. Aku bangkit dari dingklikku di depan tungku, mengecup kening keriput simbokku, trus berlalu masuk kamar. 
Ah, simbok. Perempuan yg ngga pernah makan sekolahan dan menurutku miskin itu hanya belajar dari simboknya sendiri dan dari kehidupan, dan dia bisa begitu menghayati dan menikmati cintanya kepada sesamanya dg caranya sendiri. Sementara aku, manusia modern yg bangga belajar kapitalisme dgn segala hitung2an untung rugi, selalu khawatir akan hidup kekurangan, lupa bhw ada Tuhan yang menjamin
hidup setiap mahluk yg bernyawa. Simbokku benar: sugih itu kemampuan hati utk memberi utk liyan, bukan soal mengumpulkan utk diri sendiri.
( dikutip dari halaman Endi Oktaria, Wartawan Senior Metro TV Padang)

Selasa, November 13, 2018

Bencana dan Teologi



POTRET PERTANIAN - Bencana dan Teologi

Fakta Unik Di Balik Tradisi Bakar Tongkang di Bagan Siapi Api Riau



POTRET PERTANIAN - Fakta Unik Di Balik Tradisi Bakar Tongkang di Bagan Siapi Api Riau

Minggu, November 11, 2018

Hindari Hal Ini Jika Tidak Ingin Celaka Di jalan Raya



POTRET PERTANIAN - Hindari Hal Ini Jika Tidak Ingin Celaka Di jalan Raya

Vidio Ucapan Ulang Tahun Utuk Istriku Tersayang



POTRET PERTANIAN - Vidio Ucapan Ulang Tahun Utuk Istriku Tersayang

Exclusif Program Prorakyat (Agribisnis Hortikultura)



POTRET PERTANIAN - Exclusif Program Prorakyat (Agribisnis Hortikultura)