• Breaking News

    Wisata Agropolitan


    Menanam dan Memanen Sayuran

    Wisata pertanian, makin digandrungi orang kota, mereka umumnya ingin menikmati produk pertanian sekaligus suasana lokasi wisata tersebut. Terlebih lagi pengunjung yang datang bisa ikut berperan di situ seperti ikut menanam tanaman sayuran, memetik buah dan memanen tanaman sayuran.

    Salah satu yang menyajikan wisata tersebut dan juga memberikan suasana keindahan alam pedesan dengan kegiatan masyarakat desa yang sebaian besar adalah petani adalah Wisata Agropolitan. Wisata Agropolitan merupakan kawasan percontohan yang tengah dikembangkan Departemen Pertanian dengan maksud ingin mewujudkan suatu kota yang bernuansa pedesaan.

    Di Wisata Agropolitan nuansa pedesaan yang dikelilingi berbagai macam tanaman sayuran menjadi tempat yang diimpikan bagi yang ingin kembali ke alam (back to nature). Yang datang ke kawasan ini pun tidak hanya dari wisatawan dalam negeri tapi juga dari manca negara seperti dari Jepang, Amerika, China, Belanda dan Thailand yang ingin belajar mengenai kawasan agropolitan ini.

    Di kawasan ini terdapat lebih dari 40 jenis sayuran yang ditanam di lahan seluas 860 hektar. Menurut Toni Koordinator Dinas Pertanian Kecamatan Pacet Cianjur, sayuran yang dihasilkan pun berkualitas nomer satu. Bahkan jika ada pengunjung yang mau membeli sayuran untuk oleh-oleh bisa langsung beli di tempat, asalkan ada yang sedang panen.

    Asiknya Melihat Proses Menanam Hingga Panen

    Bagi yang hanya ingin berjalan-jalan, bisa memanfaatkan keindahan alam di sekitar Desa Sindang Jaya Kecamatan Cipanas Cianjur. Selain itu jalur menuju ke sawah petani pun sudah bagus dan tidak membuat kotor, sebab jalur yang digunakan untuk wisatawan sudah di semen dan bagus.

    Hamparan beragam tanaman sayuran yang terlihat di depan mata bagai sebuah lukisan yang digambar oleh anak-anak. Suasananya sejuk dan alami, di ujung jalan dekat dengan penampungan air yang difungsikan petani sebagai cadangan air terdapat sebuah Gazebo. Dari Gazebo, pengunjung bisa melihat kemegahan Gunung Gede dan sebuah air terjun dan hutan pinus yang rimbun.

    Jika ingin menyaksikan secara langsung bagaimana proses penanaman hingga panen, di sini merupakan tempat yang tepat. Ketua Pust Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya Kawasan Wisata Agropolitan, Mulyadi mengatakan, di kawasan ini pengunjung bisa menyaksikan kegiatan bapak dan ibu petani yang sedang menanam dan memanen sayuran. Selain itu pengunjung bisa menikmati pemadangan yang segar dengan cara berkeliling melewati jalan setapak yang berbukit-bukit.

    Pengalaman yang lebih seru adalah pengunjung bisa ikut turun langsung ikut memanen atau menanam bibit baru sayuran. Tentunya ini merupakan pengalaman yang seru dan mengasyikan tidak hanya bagi para orang tua yang ingin bernostalgia dengan masa kecilnya di desa, juga bagi anak-anak, mereka bisa belajar tentang tanaman dan melihat secara langsung kegiatan para petani tersebut serta terlibat dalam kegiatan bapak dan ibu petani.

    Untuk bisa menikmati keindahan alam dan suasana pagi tersebut sebaiknya pengunjung datang pada pagi hari. Sebab sayuran yang dipanen banyak di lakukan pada pagi hari. Tapi jangan khawatir bagi pengunjung di luar kota Cipanas, bisa memanfaatkan penginapan yang ada di kawasan Wisata Agropolitan. Di sini terdapat 3 penginapan ukuran besar dan kecil, dengan fasilitas cukup lengkap seperti TV, Dapur, air panas dan lain sebagianya.

    Bagi pengunjung yang ingin datang ke Kawasan Agropolitan bisa melalui jalan raya Puncak – Pacet ke arah Kota Cianjur. Tepat di depan Hotel Indo Alam arahkan mobil ke kanan dan menyusuri jalan hingga ke pintu masuk pengelola Wisata Agropolitan.

    Di jalan menuju menuju Kota Cianjur terdapat papan penunjuk Wisata Agropolitan. Kawasan ini bisa juga melalui Kebun Raya Cibodas, keluar lewat pintu yang menuju Cipanas. Lokasi Wisata Agropolitan terletak di puncak bukit, di bawah kaki gunung Gede sehingga bagi yang membawa kendaraan, sebaiknya yang berukuran kecil. Bagi pengguna bis wisata tidak bisa langsung ke lokasi karena akses jalan terlalu sempit, menajak dan curam.

    (T. Mardi Rasa)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad