• Breaking News

    Budidaya Kacang Tanah Di Lahan Kering

    Budidaya Kacang Tanah Di Lahan Kering

    PENDAHULUAN
    Meskipun Indonesia telah berswasembada beras sejak tahun 1984, akan tetapi swasembada pangan masih belum tercapai. Salah satu komoditi yang masih rendah produktifitasnya ditingkat petani adalah kacang tanah. Upaya peningkatan produktivitas kacang tanah tidak bisa hanya menggantungkan diri pada hasil kacang tanah yang ditanam di lahan sawah, tetapi lahan kering atau tegalan memiliki peluang yang dapat dikembangkan sebagai penghasil kacang tanah yang potensial.

    Masalah yang dihadapi lahan kering pada umumnya adalah tingkat kesuburan yang relatif rendah sehingga mengakibatkan produktifitasnya rendah pula. Untuk meningkatkan produktivitas ini, maka sistem bercocok tanamnya perlu disempurnakan dengan menerapkan teknologi budidaya kacang tanah yang dianjurkan. Dengan demikian akan dapat memberikan kontribusi lebih baik bagi petani dan keluarganva pada khususnya serta masyarakat pada umumnya.

    TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG TANAH YANG DIANJURKAN

    1. Persyaratan tumbuh
    - Tumbuh baik pada ketinggian 0 - 500 m dpl
    - Struktur tanah gembur dan drainase baik
    - Keasaman (pH) tanah antara 6-6,5
    - Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup
    - Tanaman yang masih muda memerlukan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan kebutuhan akan air sudah mulai berkurang.

    2. Benih
    Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Tapir, Kelinci dan Mahesa, varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun. Varietas lainnya yang sangat digemari oleh para petani di NTB adalah varietas lokal setempat.

    3. Penyiapan lahan
    - Tarah diolah dengan cara bajak 1 kali dan digaru 1kali
    - Buatlah saluran drainase berjarak 3 - 4 meter membujur searah dengan barisan tanaman
    - Lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm

    4. Waktu tanam
    - Penanainan dilakukan segera setelah hujan turun cukup
    - Perlu diupayakan supaya penanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan

    5. Cara tanam
    - Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm
    - Jarak tanam 40 x 1 0 cm (2 biji/Iubang)
    - Benih diperlukan sekitar 70 kg biji/ha

    6. Pemeliharaan

    a. Pemupukan
    Pemupukan dilakukan dengan dosis Urea 50 kg/ha, Sp-36 100 kg/ha, dan KCL 50 kg/ha. Pupuk diberikan pada umur 10 - 15 hari setelah tanam dengan cara disebarkan dalam larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus. Pemupukan bisa juga dilakukan dengan cara disebar
    merata keseluruh areal sebelum tanam, asalkan kondisi lahan dalam keadaan lembab (macak-macak).

    b. Penyiangan
    Penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada umur 3 minggu dan umur 6 minggu setelah tanam (tergantung keadaan rumput).

    c. Pengendalian hama dan penyakit
    Pengendalian hama dan penyakit hendaknya menggunakan prinsip pengendalian hama terpadu. Hama yang sering menyerang tanaman kacang tanah adalah : pengerek daun (Stamopteryx subsecivella), pengisap daun (Empoasca) dan kutu daun (Tetranychus bimaculatus). Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain: penyakit layu (bacterial wilt), bercak dawn (Leaf spot), sapu (Virus), mozaik (Mozaik disease), cendawan akar (Sclerotical disease) dan penyakit cendawan akar (Sclerotical blight)

    7. Panen
    Tanaman kacang tanah bisa dipanen antara umur 100 - 110 hari, dengan tanda tanda : kulit polong mengeras dan berwarna kehitaman, polong berisi penuh, kulit biji tipis mengkilat dan tidak berair serta sebagian besar daun telah rontok.


    ANALISA EKONOMI BUDIDAYA KACANG TANAH

    Produksi yang dicapai dari hasil pengkajian Demonstrasi Penerapan Paket Teknologi Anjuran Budidaya Kacang Tanah sebagai Pengisi Lorong pada Penelitian Adaptif Budidaya Lorong di Desa Ntonggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima mencapai rata-rata 2,75 ton polong kering per hektar dengan analisa biaya dan keuntungan sebagai berikut:


    Tabel Analisa Ekonomi
    1. Biaya produksi perhektar
    a. Benih 70 kg biji @ Rp. 6.000.- Rp. 420.000;
    b. Tali rapia 1 roll @ Rp. 10.000,- Rp. 10.000,-
    c. Pupuk :
    - Urea 50 kg @ Rp 1.100,- Rp. 55.000,-
    - Sp-36 100 kg @ Rp. 1.650.- Rp. 165.000,-
    - KCL 50 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 52.500,-
    d. Tenaga kerja
    - Pembuatan drainase 10 HOK (a) Rp. 10.000,- Rp. 100.000,-
    - Penanaman 30 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 300.000,-
    - Pemupukan 2 HOK @ Rp. 10 000,- Rp. 20.000,-
    - Penyiangan 40 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 400.000,-
    - Panen 40 HOK @, Rp. 10.000; Rp. 400.000,-
    - Pascapanen 5 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000;
    e. Total biaya (1) Rp. 1.972.500,-
    2. Penerimaan =2,75 ton @ Rp. 210.000, /kwt Rp. 5.775.000,-
    3. Keuntungan =(2)-(1) Rp. 3.802.500,-
    4. B/C Rasio =2,93

    Sumber: Lembar informasi pertanian (Liptan) IP2TP Mataram No. 09/Liptan/2000

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad