Senin, Mei 28, 2012

PETUNJUK UMUM KEAMANAN PEMAKAIAN PESTISIDA

Baca Juga

Sahabat Potret Pertanian semua dan dimanapun berada, sekarang ini potret posting tentang petunjuk umum pemakaian Pestisida yang baik, setelah posting yang kemarin mengenai bagaimana melakukan pertolongan pertama pada keracunan, nah sekarang ini potret sedikit memberikan tip bagaimana memilih dan memakai pestisida yang baik. ok sahabat potret langsung saja ke TKP..
 
MEMILIH PESTISIDA
  1. Memilih formulasi pestisida yang akan digunakan lebih dulu diketahui jenis jasad pengganggu yang menyerang tanaman sebab suatu formulasi pestisida hanya efektif pada jenis pengganggu tertentu.
  2. Bacalah dulu label pada wadah atau pembungkus pestisida tersebut. Pilihlah formulasi pestisida yang berdasarkan keterangan pada label efektif terhadap jasad pengganggu tanaman yang akan dikendalikan, dapat digunakan dengan alat yang tersedia dan aman untuk keadaan di tempat yang akan kita gunakan.
  3. Pilihlah pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan pemerintah (Departermen Pertanian) untuk digunakan dimana dikemas dalam wadah atau pembungkus asli dan dengan label resmi memuat keterangan lengkap mengenai pestisida tersebut. Pada label pestisida terdaftar selalu tercantum nomor pendaftaran, nama serta alamat lengkap pemegang hak pendaftaran atau perusahaan pestisida tersebut.

MENYIMPAN PESTISIDA
  1. Simpan pestisida tetap dalam wadah atau pembungkusnya yang asli dengan tertutup rapat dan tidak bocor.
  2. Disimpan ditempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak, hewan peliharaan atau ternak serta jauh dari makanan, minuman, dan jauh dari sumber api.
  3. Simpanlah di tempat yang tidak terkena langsung sinar matahari dan tidak terkena air pada waktu hujan. Diusahakan wadah pestisida selalu tertutup rapat sebab uap air, zat asam dalam udara, suhu yang relatif tinggi, sinar matahari dan air dapat merusak pestisida sehingga dapat menyebabkan menjadi kurang dan tidak efektif lagi.
  4. Periksalah secara rutin pestisida yang disimpan untuk mengetahui ada tidaknya wadah pestisida bocor atau rusak atau mungkin juga hilang.
  5. Apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pada wadah pestisida maka di masukkan atau dipindahkan ke dalam wadah kosong dari berbagai jenis dan ukuran. Dan jika hilang maka akan dicari untuk menghindari apakah diambil anak-anak atau hewan peliharaan.

PENGGUNAAN PESTISIDA
  1. Gunakan pestisida apabila memang diperlukan tanaman.
  2. Sebelum bekerja menggunakan pestisida, makan dan minumlah secukupnya terlebih dahulu.
  3. Baca label pestisida dengan cermat dan teliti kemudian ikutilah semua petunjuk yang tercantum pada label tersebut.
  4. Janganlah menggunakan pestisida pada waktu sakit dan kesehatannya kurang baik. Begitu juga anak-anak, wanita hamil tidak diperbolehkan bekerja menggunakan pestisida.
  5. Jika ada luka pada kulit maka tutuplah luka dengan baik sebelum bekerja. Setelah ditutup diharapkan bagian luka tersebut tidak bersentuhan langsung dengan pestisida karena pestisida lebih mudah terserap ke dalam tubuh melalui kulit yang luka.
  6. Sebelum bekerja menggunakan pestisida maka gunakan terlebih dulu pakaian pelindung khusus yang berlengan panjang dan berkaki panjang. Pakailah sarung tangan, sepatu boot, topi dan pelindung muka yaitu kacamata, penutup hidung dan mulut (masker) pada waktu menggunakan pestisida.
  7. Bekerja menggunakan pestisida yang belum diencerkan atau masih pekat haruslah sangat hati-hati.
  8. Pada waktu sedang bekerja menggunakan pestisida, janganlah makan, minum atau merokok.
  9. Membuka tutup wadah pestisida haruslah hati-hati sehingga pestisida tidak muncrat, memercik atau tumpah kemudian tutup kembali dengan rapat. Jika wadah atau pembungkus pestisida menggunakan kantong plastik akan lebih aman bila membukanya dengan pisau atau gunting daripada merobek kantong tersebut.
  10. Jangan mencium pestisida sebab untuk menghindari pestisida terhirup melalui pernafasan atau terkena kulit, mata, mulut atau pakaian.
  11. Melakukan penakaran, pengenceran dan pencampuran pestisida di tempat terbuka atau di tempat ruangan terbuka yang mempunyai ventilasi baik.
  12. Alat-alat yang digunakan dalam menggunakan pestisida haruslah semua selalu dalam keadaan bersih. Bersihkan atau cuci dengan air yang banyak kemudian buanglah air untuk mencuci alat tersebut di tempat khusus yang aman. Tidak menggunakan alat-alat tersebut untuk keperluan yang lainnya terlebih-lebih berhubungan dengan makanan dan minuman.
  13. Pakailah air yang bersih untuk air pengenceran.
  14. Alat penyemprot selalu dalam keadaan bersih, baik, tidak rusak dan tidak bocor.
  15. Pencampuran pestisida sesuai dengan takaran yang dianjurkan dan janganlah menggunakan pestisida dengan takaran yang berlebih dan kurang dari yang dianjurkan atau tertulis pada label. Campuran diaduk dengan rata dengan hati-hati agar tidak tumpah dan memercik.
  16. Apabila tidak dianjurkan atau tidak tertulis pada label, janganlah mencampur dua atau lebih pestisida yang kita gunakan tersebut.
  17. Memasukkan campuran pestisida ke dalam tangki atau alat penyemprot dengan hati-hati dan tidak tumpah. Jangan meniup nozzle atau lobang semprot dan selang alat penyemprot jika tersumbat, untuk mengatasinya menggunakan lidi atau alat lainnya.
  18. Diusahakan tidak bekerja sendiri terutama jika menggunakan pestisida yang relatif sangat racun.
  19. Tidak diperbolehkan anak-anak, ibu hamil dan hewan peliharaan mendekati tempat pencampuran dan penggunaan pestisida.
  20. Jangan menyemprot atau menebarkan pestisida pada waktu akan turun hujan, saat turun hujan, cuaca panas, angin bertiup kencang serta jangan mengarahkan semprotan berlawanan dengan arah angin.
  21. Perhatikan batas akhir/ kadaluwarsa penggunaan pestisida seperti yang tercantum pada labelnya.
  22. Jika sewaktu bekerja, pestisida mengenai pakaian, kulit, mata dan bagian tubuh yang lain maka segera dibersihkan. Cuci kulit yang terkena pestisida dengan air dan sabun. Dan jika pestisida terkena mata maka segeralah cuci dengan air bersih selama 15 menit.
  23. Apabila merasa kurang enak badan, segeralah berhenti bekerja dan bacalah petunjuk pada label tentang pertolongan pertama dan segera hubungi dokter dengan memberitahukan pestisida apa yang digunakan.
  24. Sebelum beristirahat untuk makan, minum dan merokok haruslah terlebih dulu membersihkan muka dan tangan dengan air dan sabun.
  25. Buanglah air bekas mencuci alat-alat penyemprot dan peralatan lainnya ke tempat yang aman dimana tidak mencemari sungai, saluran air, kolam ikan, sumur dan sumber air lainnya.
  26. Setelah selesai bekerja menggunakan pestisida maka segeralah mandi dengan memakai sabun.
  27. Wadah bekas pestisida yang sudah kosong janganlah dipakai untuk menyimpan makanan atau minuman tetapi musnahkan wadah bekas tersebut dengan membakar atau menguburkannya di tempat yang aman. Tanamlah wadah bekas tersebut sekurang-kurangnya setengah meter di dalam tanah di tempat yang jauh dari sumber air, tempat tinggal penduduk maupun tempat umum lainnya serta berikan tanda.
  28. Pasang tanda peringatan di tempat yang baru disemprot pestisida supaya orang tidak memasuki tempat tersebut dan ternak tidak dibawa atau dilepaskan masuk ke tempat itu.

MENGATASI KONTAMINASI PESTISIDA
  1. Jika rumput, sungai atau saluran air tercemari pestisida maka segeralah beri tanda peringatan di tempat tercemar agar orang lain tidak menggembalakan ternak dan tidak mengambil air dari sumber yang tercemar tersebut. Dan segera hubungi petugas yang berkepentingan agar dapat dilakukan pengamanan lebih lanjut.
  2. Apabila pestisida cair tumpah, bersihkanlah segera, tutuplah dengan bahan penyerap seperti pasir, kapur, tanah, atau serbuk gergaji kemudian disapu dan tempatkan dalam wadah untuk dibuang ke tempat aman. Setelah disapu maka tempat tumpahan pestisida tadi dibersihkan dengan air dan bahan pembersih.
  3. Bila pestisida formulasi padat (bentuk tepung, debu atau buriran) tumpah juga harus disapu dengan hati-hati agar tidak berterbangan dan jika perlu ditutupi dengan pasir basah sebelum disapu untuk menghindari debunya. Segera buang ke tempat aman dan tempat tumpahan tadi dibersihkan dengan air dan bahan pembersih.
  4. Apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pada wadah pestisida maka sisanya dimasukkan atau dipindahkan ke dalam wadah kosong dari berbagai jenis dan ukuran tetapi kalau bisa pilihlah wadah yang terbuat dari bahan yang sama dengan wadah aslinya. Dan beri label atau keterangan yang jelas seperti tertulis dalam label sebelumnya disertai tambahan keterangan. Pestisida yang telah diwadah ulang tersebut harus segera digunakan.
  5. Air dan sabun atau sejenisnya umumnya dapat digunakan untuk membersihkan pestisida yang tumpah. Beberapa pestisida memerlukan bahan lain sebagai bahan pembersih sebelum dilakukan pembersihan dengan air dan sabun. Pestisida yang dimaksud adalah:
  • Golongan Organofosfat memerlukan natrium hipoklorit atau natrium karbonat.
  • Golongan Karbamat memerlukan karbonat atau sabun keras.
  • Golongan Organokhlor memerlukan amoniak dan soda pencuci atau sabun keras.
baiklah sahabat potret yangh baik semoga artikel ini dapat bermanfaat salam potret pertanian
Rekomendasi Untuk Anda × +

9 comments

arif ruet; malam mas bro mantab sherenya, sangat bermanfaat semoga mendapatkan pahala yang besar dan dimurahkan ezekinya amiiiinnn. sukses selalu buat potret pertanian. salam dari AD. Tani

Gepeng mas ini, hehe ikutan komentar setelah arif ruwet, mantab artikelnya, salam sukses dari CV, Asgiano Agri Tama..

salam kenal dari kami dinas pertanian medan sumatera utara, potret sungguh luarbiasa menyajikan info-info pertanian yang patut untuk di baca oleh semua petani indonesia, sungguh kontribusi yang luarbiasa untuk menambah pengetahuan para petani kita, salam sejahtera untuk Potret Pertanian

arif ruet. trimakasih dek udah berkunjung salam sukses ya dek.

gepeng, ngikut juga rupanya salam kembali buat CV. Asgiano agri tama

dinas pertanian prov. sumut.timakaih telah berkunjung dan atas suportnya yang luar biasa, semoga berkenan datang kembali ke blog sederhana ini..

mantab mas bro semoga ini dengan pemahaman-pemahaman seperti ini, akan mengurangi orang yang sembarangan dalam memakai pesisida, sepeerti dikampung saya, masak orang nyemprot sambil merokok, wah ngeri banget. mas bro....

ghandy, amin-amin, wah cara yang seperti itu harus di binasakan biar tidak berbahaya wkwkwkk

info yang sangat bermanfaat untuk orang yang bergelut di bidang pertanian nih..