TANDA, GEJALA DAN PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN PESTISIDA

Sahabat Para petani potret pertanian yang baik, sekarang potret akan berbagi kepada sahabat pelaku pertanian semua, setelah posting-posti...

Sahabat Para petani potret pertanian yang baik, sekarang potret akan berbagi kepada sahabat pelaku pertanian semua, setelah posting-posting yang telah lampau memuat tentang tekni-teknik budidaya sekarang ini potret akan berbagi bagaimana caranya mengenali Tanda atau Gejala serta petunjuk pertolongan Pertama Pada Keracunan Pestisida, karena sebagai Petani kita saat ini tidak lu;put dengan pestisida dalam melakukan kegiatan pertanian kita sehari-hari.. Baiklah sahabat Potret langsung saja kepokok pembahasan.

Memang jika kita mengikuti rekomendasi pada saat penggunaan pestisida tidak akan menimbulkan masalah. Walaupun demikian masih ada kemungkinan terjadi kecelakaan terutama pada pelaksana penyemprotan di sekitar kita yang mungkin tidak mengikuti petunjuk yang dianjurkan. Oleh karena itu kita perlu memahami tanda-tanda, gejala keracunan dan tindakan yang perlu diambil untuk pertolongan pertama sebelum mendapat bantuan medis atau dibawa ke rumah sakit.

TANDA DAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA

Gejala-gejala yang berkaitan dengan keracunan pestisida yang mana mungkin timbul dengan gejala sendiri saja atau bersama-sama adalah sebagai berikut :
UMUM ; Kelelahan dan lemah yang berlebihan.
KULIT ; Iritasi, terbakar, keringat berlebihan,
perubahan warna pada kulit.
MATA ; Air mata berlebihan, terbakar, iritasi,
penglihatan menjadi kabur, biji mata
mengecil atau membesar.
SALURAN PENCERNAAN ; Air ludah berlebihan,
mual, muntah, mulut dan kerongkongan
terbakar, mencret, perut kejang atau sakit.
SIMTIM SYARAF ; Dada sakit, dada kaku,
batuk, kesulitan bernafas, nafas berbunyi.

Secara terperinci gejala-gejala tersebut adalah :

1. Pestisida Golongan Organokhlor

Pestisida golongan ini bekerja mempengaruhi sistem syaraf pusat. Tanda dan gejala keracunan pestisida ini dapat berupa sakit kepala, rasa pusing, mual, muntah-muntah, mencret, badan lemah, gugup, gemetar, kejang-kejang dan kesadaran hilang.
Beberapa jenis pestisida yang termasuk golongan ini diantaranya : dikofol, endosulfan.

2. Pestisida Golongan Organofosfat

Pestisida ini jika masuk ke dalam tubuh, baik melalui kulit, mulut, saluran pernafasan dan saluran pencernaan akan berikat dengan enzim dalam darah yang berfungsi mengatur bekerjanya syaraf, yaitu kholinesterase. Apabila enzim ini terikat maka tidak dapat melaksanakan tugasnya sehingga syaraf dalam tubuh akan terus menerus mengirim perintah kepada otot-otot tertentu sehingga otot-otot tersebut senantiasa bergerak-gerak tanpa dapat dikendalikan.
Disamping menyebabkan gerakan-gerakan otot-otot tertentu, tanda dan gejala lain dari keracunan pestisida golongan organofosfat adalah pupil mata menyempit sehingga penglihatan jadi kabul, mata berair, mulut berbusa, mengeluarkan banyak air liur, sakit kepala, keringat banyak, detak jantung cepat, mual, muntah-muntah, kejang pada perut, mencret, sukar bernafas, lumpuh dan pingsan.
Pestisida yang termasuk dalam golongan organofosfat adalah antara lain : diazinon, diklorvos, dimetoat, fention, khlorpirifos, monokrotofos.

3. Pestisida Golongan Karbamat

Cara kerja golongan ini sama dengan cara kerja golongan organofosfat, yaitu dengan cara mmenghambat enzim kholinesterase. Tetapi pengaruh pestisida golongan karbamat pada enzim tersebut berlangsung singkat karena pestisida ini cepat mengurai didalam tubuh.
Tanda dan gejala keracunan yang ditimbulkan pestisida golongan karbamat juga sama dengan yang ditimbulkan pestisida golongan organofosfat.
Beberapa pestisida yang termasuk golongan ini diantaranya adalah : BPMC, karbaril, karbofuran, metomil.

4. Pestisida Golongan Bipiridilium

Pestisida golongan ini dapat membentuk ikatan dan merusak jaringan epithel dari kulit, kuku, saluran pernafasan dan saluran pencernaan, sedangkan larutan yang pekat dapat menyebabkan peradangan.
Tanda dan gejala keracunan pestisida ini selalu terlambat diketahui karena gejala baru timbul setelah beberapa lama. Setelah keracunan sekitar 24 – 72 jam terlihat gejala ringan seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare karena iritasi saluran pencernaan, setelah 48 – 72 jam terlihat gejala kerusakan ginjal dan 72 jam – 24 hari adanya tanda-tanda kerusakan pada paru-paru.
Pestisida yang termasuk golongan bipiridilium antara lain adalah : pestisida paraquat, diklorida.

5. Pestisida Golongan Antikoagulan

Pestisida dari golongan ini bekerja menghambat pembekuan darah dan merusak jaringan-jaringan pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan terjadinya pendarahan, terutama di bagian dalam tubuh.
Tanda dan gejala keracunan yang ditimbulkan oleh pestisida golongan antikoagulan ini meliputi rasa nyeri di punggung, lambung dan usus, muntah-muntah, pendarahan pada hidung dan gusi, timbul bintik-bintik merah pada kulit, terdapat darah dalam air seni dan tinja, timbul lebam pada bagian di sekitar lutut, siku dan pantat dan kerusakan ginjal.
Pestisida yang termasuk dalam golongan antikoagulan ini antara lain adalah : brodifakum, difasinon, kumatetralil, kumaklor.

Beberapa dari gejala dan tanda yang disebutkan tadi dapat juga ditimbulkan oleh faktor-faktor lain dan bukan disebabkan oleh keracunan pestisida. Gejala keracunan pestisida biasanya terlihat dalam waktu 12 jam setelah terjadinya kontak dengan pestisida dan mungkin juga lebih lama. Karena itu diharuskan selalu meminta bantuan medis bila dicurigai adanya gejala seperti yang disebut sebelumnya terutama dicurigai adanya keracunan.

PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA

Mencegah pasti lebih baik daripada mengobati, akan tetapi masih sering juga pengguna pestisida mengalami keracunan sehingga perlu diketahui petunjuk-petunjuk pertolongan pertama pada keracuna pestisida tersebut. Dalam hal ini penanganan kasus keracunan memerlukan ketenangan, kerapihan, dan ketelitian dalam melakukan bantuan pertolongan pertama agar jangan sampai ikut keracunan.

Perlu penilaian yang seksama atas situasi yang sebenarnya pada saat pemberian pertolongan pertama. Jadi hal-hal yang perlu diketahui dan dilakukan adalah :
  1. Jika gejala keracunan mulai terasa dan timbul walaupun masih dalam gejala yang dianggap ringan maka diharapkan berhenti bekerja menggunakan pestisida dan periksakan diri ke dokter untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Pemeriksaan ke dokter harus dilakukan sebelum terjadinya keadaan yang berkembang menjadi gawat. Supaya bantuan dokter dapat dilakukan dengan cepat maka beritahu nama pestisida yang menyebabkan keracunan, frekuensi penggunaan, lamanya kontak dan bawalah label pestisida yang digunakan. Pada label pestisida tercantum informasi bahan aktif produk yang digunakan dan informasi tentang bantuan medis yang dapat diberikan sehingga pertolongan dapat diberikan lebih cepat oleh dokter. 
  2. Jika kulit, rambut, dan pakaian terkena pestisida maka segera cuci dengan sabun dan gunakan air yang banyak. 
  3. Jika pestisida mengenai mata maka segeralah cuci dengan air bersih yang banyak selama minimal 15 menit secara terus menerus kemudian mata ditutup dengan kapas bersih dan lengketkan dengan kain pembalut. Selama pencucian mata, jangan sampai air pencuci masuk ke mulut sipenderita dan terkontaminasi dengan mata yang sebelahnya serta jangan menggosok-gosok mata. 
  4. Jika debu, bubuk, uap, gas atau butir-butir semprotan terhisap melalui pernafasan maka bawalah penderita ke tempat terbuka berudara segar, pakaian dilonggarkan dan baringkan dengan dagu agak terangkat ke atas agar dapat bernafas dengan bebas dan lancar. Jaga sipenderita dalam keadaan tenang dan tidak kedinginan(jika perlu diselimuti tetapi tidak sampai terlalu kepanasan) sebelum bantuan medis datang. 
  5. Jika pestisida tertelan dan sipenderita masih dalam keadaan sadar, maka diusahakan muntah dengan cara mencolek bagian belakang tenggorokan dengan jari tangan atau dengan memberi minum larutan garam dapur sebanyak satu sendok makan dalam segelas air hangat, atau memberi 3 sendok penuh arang aktif dalam setengah gelas air untuk diminumkan kepada sipenderita. 
  6. Diusahakan muntah sampai mengeluarkan cairan yang jernih. Pada saat penderita mulai muntah, diusahakan mukanya menghadap ke bawah, kepalanya agak direndahkan agar muntahnya tidak masuk ke paru-paru dan dijaga agar muntahnya tidak menghalangi pernafasannya. Namum perlakuan pemuntahan kepada sipenderita keracunan tidak boleh dilakukan apabila :
  7. Penderita dalam keadaan kejang atau tidak sadar. 
  8. Penderita telah menelan bahan yang mengandung minyak bumi. 
  9. Penderita telah menelan bahan alkalis atau asam kuat yang korosif (secara kimia merusak jaringan hidup) dengan gejala rasa terbakar atau nyeri sekali pada mulut dan kerongkongan. 
  10. Jika bahan korosif tertelan dan penderita dalam keadaan sadar, maka diberi minum susu atau putih telur dalam air, tetapi jika susu dan putih telur tidak ada maka diberikan hanya air minum saja. Susu atau minyak tidak boleh diberikan kepada sipenderita keracunan pestisida golongan organokhlor. 
  11. Jika kejang maka diusahakan supaya kejangannya tidak mengakibatkan cedera. Pakaian dilonggarkan terutama di sekitar leher, gigi palsu dilepas jika ada, taruh bantal di bawah kepala, dan berikan ganjal diantara gigi mencegah penderita menggigit bibir dan lidahnya sendiri. 
  12. Diusahakan penderita diam dan tenang dan yakinkan dia telah mendapat pertolongan yang benar. Penjelasan yang meyakinkan dan dipercaya penderita akan membantu dan meningkatkan keberhasilan pertolongan. 
  13. Jika sipenderita tidak sadar maka diusahakan saluran pernafasannya tidak tersumbat. Bersihkan hidungnya dari lendir atau muntahan, bersihkan mulut dari air liur, lendir, sisa makanan dan gigi palsu dilepas jika ada. Jangan memberikan sesuatu melalui mulut kepada penderita yang tidak sadar. 
  14. Periksa penderita apakah mengalami gangguan pernafasan. Jika pernafasan terhenti maka pastikan bahwa aliran udara sudah terbuka dengan menarik dagunya ke depan. Kemudian berikan bantuan pernafasan dengan urutan sebagai berikut : 
  • Penderita dibaringkan dan dagunya ditarik ke depan. 
  • Mulutnya dibersihkan dari sisa muntahan atau pestisida dengan menggunakan kain bersih yang digulungkan pada jari tangan. 
  • Hidungnya ditekan dan bernafaslah seperti biasa ke dalam mulutnya kemudian tutup mulutnya dan tiup ke dalam hidungnya, lakukan secara bergantian. Dadanya diperiksa apakah sudah mulai bergerak dan teruskan bantuan pernafasan hingga sipenderita bernafas secara normal. 
  • Setelah memberi bantuan pernafasan, sipemberi bantuan pernafasan mencuci mulutnya dengan air bersih untuk menghindari sisa racun dari sipenderita keracunan.
  • Jika sipenderita keracunan berkeringat banyak dan badannya sangat panas maka badannya didinginkan dengan menggunakan kompres dan jika kedinginan maka badan sipenderita diselimuti.
  • Jangan memaksa untuk menghentikan batuk-batuk atau kejang-kejang sipenderita. Selipkan ganjalan diantara giginya untuk menghindari menggigit lidahnya sendiri dan pastikan ganjalan tidak sampai mengganggu pernafasan sipenderita. Sipenderita dijaga agar tidak melukai diri sendiri dan sipenderita tidak memasukkan jarinya kemulutnya.
  • Jangan dibiarkan sipenderita merokok, minum alkohol atau susu pada saat memberikan pertolongan pertama karena dapat mempercepat penyerapan beberapa pestisida oleh usus.
  • Jangan merangsang penderita yang pingsan agar muntah dan jangan masukkan benda apapun melalui mulut sipenderita yang pingsan.
  • Setelah diberikan pertolongan pertama maka sipenderita harus diperiksa secara medis untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut oleh ahli medis atau dokter, walaupun penderita terlihat sembuh atau merasa sembuh.
  • Bila kecelakaan keracunan telah berlalu, evaluasilah secara teliti penyebabnya dan tentukan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama.
demikianlah sahabat semua, semoga artikel berikut dapatr bermanfaat salam potret pertanian.
Baca juga artikel berikut

COMMENTS

BLOGGER: 4
Loading...
Nama

Adsense,1,aero 810,2,agen nasa jakarta,1,agensia hayati,1,Agribisnis,28,Agro Industri,11,Agro Teknologi,13,Alat dan mesin Pertanian,10,alat pengumpul brondolan sawit,1,Anak Pespa,1,aphis,1,Awas Penipuan,1,Bahan Bakar Nabati,1,bahan organik,1,bandeng,1,Bawang Putih,1,BBI Pertanian,1,belalang,1,Benih Timun Berkualitas,1,Benih Unggul,5,Berita,22,Beternak Kambing,2,Beternak Sapi Perah,8,BETERNAK/ BUDIDAYA CACING TANAH,2,beuveira bassiana,1,Bibitt Tanaman,1,Biologi,1,BPTP Sukarame,1,Breaking news,116,brondolan,1,buah sawit,1,budi prasetyo,2,Budidaya,15,Budidaya Ayam,3,Budidaya Belimbing,1,Budidaya Belut,1,Budidaya Buah,5,Budidaya Buah Stroberi,4,Budidaya Burung,1,Budidaya Cabe,2,Budidaya Hewan,19,Budidaya Ikan,18,Budidaya Ikan Gurami,5,Budidaya Ikan Mujair,6,Budidaya Itik,1,Budidaya Jagung,3,Budidaya Jahe,2,Budidaya Jamur,1,Budidaya Jati,1,Budidaya Kacang,6,Budidaya Kacang Hiajau,1,Budidaya Kecipir,1,budidaya kedelai,1,budidaya kedondong,1,Budidaya Kina,4,Budidaya Kodok,1,Budidaya Kunyit,1,Budidaya Lada,1,Budidaya Lebah,1,Budidaya Manggis,1,Budidaya Melati,5,Budidaya Pala,1,Budidaya Pertanian,5,Budidaya Petani,120,Budidaya Rumput Laut,1,Budidaya Sapi,3,budidaya sapi potong,1,Budidaya Sawit,2,Budidaya Sawo,5,Budidaya Sayuran,1,Budidaya Singkong,1,Budidaya Sukun,1,Budidaya Tanaman,92,Budidaya Tanaman Palem,5,Budidaya Tebu,2,Budidaya Terong,1,Budidaya Timun,1,Budidaya Tomat,1,Budidaya Udang,1,Budidaya Wortel,1,Busuk Buah Cabe,1,bvr,1,campuran pestisida,1,cara budidaya bandeng,1,cara budidaya lele,1,cara budidaya rumput laut,1,cara budidaya udang,1,cara order,1,cara pemesanan,12,Celoteh laskar pelangi,5,culture,2,Data statistik Pertanian,3,Departemen RI,2,desain,1,Dinas Pertanian Indonesia,1,distributor,8,distributor nasa,2,distributor nasa jakarta,1,distributor nasa medan,1,distributor nasa pematang siantar,1,distributor nasa sumatera utara,1,distributor resmi nasa yogyakarta,2,education,19,Ekonomi,3,Ekspor impor,3,ekspor pupuk organi,1,Entrepreneur,1,Faritas Tanman,4,faritas unggul,1,Farming,2,Farming Simulator,1,Freeport Indonesia,1,fungisida,1,fusarium,1,goverment,12,greenstar,1,Gulma,2,Hama,4,hama dan penyakit,1,hama dan penyakit tanaman,73,Hama Penyakit,15,hara tanaman,21,health,7,herbal,5,herbisida,1,Hiburan,1,Hidroponik,10,HKTI,2,hormon,1,hormonik,8,Humor,1,ikan,2,Ikan Lele,2,Ikan Nila,1,Informasi,2,Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT),34,Informasi Pertanian,16,Inovasi Pertanian,11,insektisida,1,Istilah Pertanian,1,Izin Usaha,3,jamur penyebab layu,1,Jenis-jenis pertanian,2,Jual Benih Berkualitas,1,jual produk nasa di jakarta,1,jual Tanah,1,Juice,2,Jurnal Pertanian,5,Jus,2,Kabar Pasar,1,Kalender Tanam,2,kantor Dinas Pertanian di Indonesia,20,kantor pusat natural nusantara,1,Karya Mahasiswa,7,Keira usahaan,1,Kelapa Sawit,1,Kementerian Pertanian,1,kepik,1,Kerajinan Tangan,18,Kesehatan,8,Ketahanan Pangan,2,Kewira Usahaan,5,Kimia Pertanian,1,kisah misteri,1,KKKN Unitas Padang,1,Klasifikasi Tanaman,1,Kolektor,1,Kompos,2,Komunitas Pespa,1,Konsep Pembangunan Pertanian,1,KONSERVASI TANAH,1,Konservasi tanah dan air,1,Konsultasi Gangguan OPT,2,Konsultasi Tanaman,2,Koperasi,2,Kopi Lampung,1,KRPL,1,Kuliner,6,Kultur Jaringan,4,kunjungan tim sgi,4,kutu,2,Lahan Marginal,3,Lain-lain,2,liburan,1,Lidah Buaya,1,lingkungan,1,logo,2,lomba pertanian,1,Mahasiswa Unitas Padang,13,Manfaat,1,Manfaat Buah,6,Manfaat dan Obat,49,Manfaat Tanaman,4,medicine,3,Memelihara Burung,2,mempercepat panen,4,Mencangkok,1,mengatasi kematian ayam,1,mengatasi kematian lele,1,mengatasi serangan gulma,3,meningkatkan nafsu makan ayam,1,Mikoriza,2,Nama Latin,1,Nanas,2,Nangka,5,nasa,16,natural bvr,1,natural glio,1,natural nusantara,22,natural pentana,1,natural virexi,1,natural vitura,1,news,3,npk,5,Olah Raga,2,Operasi Pasar,1,order produk nasa,2,organik,14,Organisasi,11,Pakan sapi,1,palm loose fruits picker,1,Panduan cara budidaya ayam broiler,1,panduan cara penggemukan sapi pedaging,2,panduan perikanan,3,panduan teknis,2,Panen,1,Pariwisata,6,Pasang Iklan,1,Pasca Panen,6,pembayaran order,1,pembuahan di luar musim,1,pemesanan produk,6,pemupukan,16,penelitian,4,pengendali hama,5,pengendali hama organik,2,penggerek batang,1,penghematan pakan,2,penghematan pupuk,1,Pengolahan Hasil Pertanian,1,pentana,1,Penyakit,1,Pepaya,4,perbanyakan tanaman,33,perekat pembasah perata,1,Perikan,3,perikanan,2,peristiwa,1,perkebunan kelapa sawit,1,Perlintan,31,Pertanian,72,Pertanian DI Jakarta,2,Pertanian Dunia,1,Pertanian Organik Modern,3,Pertempuran,1,Pestisida,9,pestisida nabati,1,pestona,1,Peternakan,54,Photo,4,Piala AFF U19,2,Pisang,4,PKK,3,poc nasa,9,Pojok Potret,119,Politik,1,poto bunga dan tanaman,5,potret pertanian,49,Potret Pertanian Provinsi,24,power nutrition,1,Pribahasa,1,Produk Olahan,9,produk perlindungan tanaman,12,Profil Artis Korea,1,Profil Daerah,10,Profil Kampus,1,Provinsi Banten,1,Provinsi Bengkulu,1,Provinsi DI Aceh,1,Provinsi DI Yogyakarta,2,Provinsi Jambi,1,Provinsi Jawa Barat,1,Provinsi Jawa Tengah,3,Provinsi Jawa Timur,1,Provinsi Lampung,6,Provinsi Riau,1,Provinsi Sumatera Barat,9,Provinsi Sumatera Selatan,2,Provinsi Sumatera Utara,2,Pupuk,22,pupuk khusus perikanan,1,pupuk khusus tanaman buah,1,pupuk organik,4,pupuk organik cair,1,pupuk organik padat,1,pupuk pembuahan,1,pupuk supernasa,1,Rambutan,4,rebah semai,1,religi,15,Resep Makanan & Minuman,1,Resep Masakan,1,Review Blog,5,rontokan buah kelapa sawit,1,rontokan buah sawit,1,Rumah sakit,1,Sains,4,Salak,3,Sapi,3,science,1,Semen Padang,3,Semut,1,Seni Budaya,1,serba-serbi potret pertanian,33,Smule,1,society,14,solusi pertanian,24,spora,1,Subsidi,2,supernasa granule,1,Swasembada Pangan,1,Syarat Tumbuh,4,Tabulampot,2,tambak,1,Tambulanpot,1,Tanah,2,Tanah Surga,1,Tanaman,6,Tanaman Buah,14,tanaman Bunga,2,Tanaman Hias,4,Tanaman Hortikultura,18,Tanaman kacang-kacangan,2,Tanaman Lada,1,Tanaman Obat,4,Tanaman Obat-obatan,3,Tanaman Pangan,11,Tanaman Perkebunan,26,Tanaman Rempah,1,Tanaman Sayur-sayuran,10,teknik budidaya,47,Teknologi,11,Teknologi Pertanian,47,ternak,1,thrips,2,Tips,44,Tips dan Trik,2,Tips Kesehatan,26,Tips Pertanian,4,Tips Peternakan,16,Tips Usaha,3,ton,5,Top King,1,Toyota Agya,1,Transgenik,1,tungau,1,Uang,1,Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri,1,udang,1,ulat,1,ulat grayak,2,Unik,1,Unitas Padang,14,Universitas Tamansiswa Padang,5,unsur hara mikro makro,1,uret,1,Usaha Pertanian,8,Vertical Garden,1,vidio,7,vitamin ternak natural,1,vitamin ternak organik,1,viterna,5,viterna plus,2,walang sangat,1,wereng,1,Wisata,11,wisata alam,4,zat pengatur tumbuh,1,zpt,2,
ltr
item
POTRET PERTANIAN : TANDA, GEJALA DAN PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN PESTISIDA
TANDA, GEJALA DAN PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN PESTISIDA
https://3.bp.blogspot.com/-XtPKaU8gY3A/T8NTdzkGcbI/AAAAAAAABpY/RXsvg-Edmm8/s320/keracunan.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-XtPKaU8gY3A/T8NTdzkGcbI/AAAAAAAABpY/RXsvg-Edmm8/s72-c/keracunan.jpg
POTRET PERTANIAN
http://www.potretpertanian.com/2012/05/tanda-gejala-dan-petunjuk-pertolongan.html
http://www.potretpertanian.com/
http://www.potretpertanian.com/
http://www.potretpertanian.com/2012/05/tanda-gejala-dan-petunjuk-pertolongan.html
true
1260386686452922413
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy