Penggolongan pestisida

Penggolongan pestisida - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Penggolongan pestisida, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Pestisida, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Penggolongan pestisida
link : Penggolongan pestisida

Baca juga


Penggolongan pestisida

-- --
Pemberian nama pestisida 
  1. Nama umum - bahan aktif diusulkan oleh organisasi profesi spt Entomological Society of America kemudian disetujui oleh lembaga internasional, digunakan dlm forum ilmiah, skripsi Ex. Karbofuran. 
  2. Nama dagang, Nama yg diberikan oleh produsen/formulator yg membuatnya atau yg memperdagangkannya, Ex. Furadan,Currater,Darmafur dll.
  3.  Nama kimia, Nama yg digunakan oleh ahli kimia dlm menjelaskan suatu senyawa kimia sesuai dg rumus bangun senyawa pestisida tersebut digunakan jika membicarakan aspek kimia dari pestisida tersebut, Ex.2,3-dihidro, 2,2-dimetyl-7-benzonil metilkarbamat

BERDASARKAN SIFAT FISIK

  1. Berbentuk padat : tepung, butiran, pellet
  2. Berbentuk cairan
  3. Berbentuk pasta dan aerosol

Berdasarkan OPT sasaran

-          Algisida                                : alga,                  ex. Dimanin

-          Akarisida                             : tungau,              ex. Kelthene

-          Avisida                                 : burung,              ex. Avitrol

-          Bakterisida                          : bakteri,              ex. Agrymicin

-          Fungisida                             : jamur,                ex. Dithane

-          Herbisida                             : gulma,                ex. Gramoxon

-          Insektisida                           : serangga,          ex. Tamaron

-          larvisida                               ; larva,                  ex. Dipel

-          Moluskisida                        : siput,                  ex. Brestan

-          Nematisida                          : nematoda,         ex. Nemacur

-          Rodentisida                         : tikus,                  ex. Racumin

-          Termisida                            ; rayap,                 ex. Sevidol

Berdasarkan OPT sasaran














Herbisida

. Sasaran: Gulma

Cara kerja: Kontak dan sistemik

Contoh:

                kontak: paraquat

                Sistemik:glifosat, sulfosat

Selektivitas herbisida
. Waktu aplikasi: penting 
Nematisida

-  Sasaran: Nematoda

-  Aplikasi: Fumigan dan non fumigan

                Contoh fumigan:

                Methyl bromide, Chloropicrin, Dazomet, dll

                Contoh non-fumigan:

                Nemacur, Furadan, nematisida botani dari tagetes.

Algisida

-  Sasaran: Ganggang di perairan

-  Aplikasi: Fumigan dan non fumigan

-  Kandungan: Kalsium hipoklorit, Sodium hipoklorit, Sodium klorit

Akarisida

-  Sasaran: Tungau

-  Jenis: Sintetis dan Mikoinsektisida

-  Cara aplikasi: Penyemprotan dan Dust

-  Contoh bahan aktif:

                propagit, dikofol, dinobuton, dan sulfur

Rodentisida

-  Sasaran: Tikus

-  Cara kerja:

                Racun akut

                Racun kronis

-  Mekanisme peracunan:

                Antikoagulan

-  Aplikasi: Umpan dan Fumigan

Termitisida

-  Sasaran: Rayap

-  Aplikasi: Pra/post

                1. soil treatment

                2. wood treatment

-  Mekanisme: Injeksi, penyemprotan

-  Contoh: Biflex 25 EC.

Berdasarkan pengaruhnya terhadap OPT

-  Atraktan                              : penarik serangga, ex. Metil eugenol

-  Antifeedan                         : menghambat aktivitas makan

-  Kemosterilan    : Pemandul serangga, cth. Ornitrol

-  Defolian                              : Penggugur daun, cth. Folex

-  Desikan                              : mengeringkan bagian tanaman dan

                                                       serangga, ex. Asam arsenik

-  Desinfektan                       : membasmi mikroorganisme yang

                                                      berbahaya, ex. Trikhlorofenol

-  Growth regulator               : menghentikan, mempercepat atau

                                                       menghambat proses pertumbuhan tanaman

                                                       atau serangga, cth. Gibberelin

-  Repelen                               : penolak hama, cth. kamper

Berdasarkan pengaruhnya terhadap OPT

-  Sterilan tanah dr gulma, cth .Amoniumthiosianat

-  Pengawet kayu, cth. Penta Cloro Phenol

-  Stikker,perekat, cth. Teepol

-  Surfaktan, perata, cth. Triton

-  Inhibitor,penghambat, cth. Phosphon

-  Stimulan, perangsang, cth. Atonik
 
 
Berdasarkan cara masuk

a. Racun perut

                masuk melalui makanan,meracun           lambung dan mengganggu alat                 pencernaan makanan

                efektif utk serangga dg tipe mulut chewing

                Ex. Parathion

b. Racun Kontak

                masuk melalui kutikula serangga, yg kontak dg bahan kimia

                Ex. Monokrotofos

c. Racun fumigan/pernafasan

                masuk melalui alat pernafasan (spiracel)

                Ex. fumigan

Cara masuk ke tubuh serangga

Cara kerja (mode of action)

a.  Peracun fisik

                bekerja secara fisik, misal  terjadi dehidrasi yaitu keluarnya air dari dlm tubuh serangga

                Ex. Silica aerogel

b.  Peracun protoplasma

                bekerja dg mengendapkan protein dlm tubuh serangga

                Ex. Sodium arsenat

c. Peracun pernafasan

                bekerja dg jalan menghambat aktivitas enzim pernafasan

                Ex. HCN
 
Konsep Awal: PENTING !!!!

Cara Masuk Pestisida                          VS                            Cara Kerja

Efek kontak                                                                            Racun syaraf

Efek perut                                                                               Racun perut

Efek fumigan                                                                          Racun pernafasan                                            IGR

 

Berdasarkan sifat kimia

l  Insektisida organik, mengandung unsur karbon

        Organik alami, terbuat dari tanaman dan bahan alami lainnya (pestisida hayati, nabati/botani)

        Organik sintetik, merupakan hasil buatan pabrik dg sintesa kimiawi

l  Insektisida anorganik, tdk mengandung unsur karbon spt.metil bromida

Berdasarkan struktur kimia

a. Organoklorin

b. Organofosfat

c. Karbamat

d. Piretroid sintetik

a. Organoklorin

- Kandungan:

karbon,klorin,hidrogen,kadang-kadang  oksigen

-  Bersifat racun syaraf

- Toksik thd serangga,mamalia,burung,ikan

- Persisten dlm tanah

- Ex. DDT(Dicloro Difenyl Tricloroetana)

b. Organofosfat

- Mengandung fosfor

- Lebih beracun thd manusia dan vertebrata lainnya dibanding organoklorin

- Berspektrum luas

- Persisten dalam tanah

- Bekerja sebagai racun syaraf

- Ex. Malathion

c.Karbamat

- Mengandung asam karbamat

- Toksisitasnya rendah thd manusia

- Ex. karbofuran

d. Piretroid sintetik

- Kelompok insektisida organik sintetik

- Digunakan sejak th 1970-an

- cepat mematikan serangga

- Toksisitasnya rendah thd manusia

- Cepat terurai di alam

- Ex. piretrum dan sinerin yg berasal dr bunga Chrysanthenum

Pergerakan setelah aplikasi

A. Sistemik

                insektisida diserap oleh organ-organ tanaman, baik lewat akar,batang dan daun, selanjutnya insektisida mengikuti gerakan cairan tanaman dan ditransportasikan ke bagian lain tanaman baik ke atas dan ke bawah maupun ke titik tumbuh

B. Nonsistemik

                setelah diaplikasikan ke tanaman hanya menempel di bagian luar tanaman

C. Sistemik lokal

                insektisida dpt diserap oleh jaringan tanaman terutama daun tetapi tdk ditransportasikan ke bagian tanaman lainnya



Formulasi pestisida

- Campuran antara bahan aktif (Active ingredient) dengan bahan tambahan (inert ingredient) yang memungkinkan pestisida dapat diaplikasikan secara praktis

        Mudah dalam penanganan

        Mudah dalam pengangkutan

        Mudah dalam penyimpanan

- Bahan aktif bahan penyusun terpenting dr suatu pestisida yang bersifat racun

- Bahan tambahan untuk memudahkan dalam penggunaan terdiri dari:

                - bahan pembawa

                - bahan perekat

                - bahan perata

- Bentuk akhir dari pestisida yg dpt digunakan langsung oleh petani

- Terdiri dari: bahan aktif, bahan pembantu  /pembawa

- Bahan aktif;senyawa kimia atau bahan bioaktif lainnya spt: mikroorganisme, ekstrak tanaman,yg mempunyai efek meracuni OPT/efek lainnya spt. menolak serangga,menarik seranggadll.

- Bahan pelarut :

                alkohol, minyak tanah,xylene dan air

- Bahan pengencer:

                kaolin,tanah liat,talk,tepung gaplek

- Bahan sinergis:

                sesamin, piperonil butoksida

- Bahan pembasah:

                dari deterjen yg kering

Formulasi cair

a. Emulsifiable Concentrate (EC)

                Pestisida berbentuk pekat, bila dicampur air akan membentuk emulsi.

                Digunakan dg cara disemprotkan

                Bentuk formulasi yg banyak digunakan saat ini

b. Soluble Concentrate in Water (SCW) atau Water Soluble Concentrate (WSC)

    mirip EC tapi bila dicampur dg air membentuk larutan homogen

c. Aquaeous Solution (AS) atau Aquaeous Concentrate (AC)

                larutan pekat jika ditambah air akan membentuk larutan homogen

d. Soluble Liquid (SL)

                larutan pekat bila ditambah air membentuk larutan homogen, digunakan dg disemprotkan

e.   Flowable (F), Flowable in Water (FW)

konsentrat cair yg sangat pekat (mirip pasta,tapi masih

Dpt dituangkan) bila dicampur air membentuk emulsi

f.    Ultra Low Volume (ULV)

sediaan khusus utk penyemprotan dg volume ultra

rendah, sudah siap pakai tanpa dicampur lagi dg air

g.  Aerosol

                digunakan di rumah tangga. insektisida dilarutkan dlm larutan yg mudah menguap, diberi tekanan dlm kaleng dg gas karbondioksida, apabila disemprotkan  larutan akan mjd partikel yg kecil dan cepat menguap

                ex. Baygon

Sediaan Padat

a. Wettable Powder (WP)

                bentuk tepung bila dicampur air membentuk suspensi, penggunaan dg penyemprotan

b. Soluble Powder (SP)

                bentuk tepung bila dicampur air membentuk larutan sejati

c. Butiran (granule/G)

                bentuk sediaan siap pakai dg konsentrasi rendah,digunakan dg cara ditaburkan baik dg tangan maupun mesin penabur

d. Water Dispersible Granule (WG atau WDG)

                mirip G tapi penggunaannya diencerkan dg air dan disemprotkan

e.   Seed Dressing (SD) atau Seed Treatment (ST)

Bentuk tepung untuk perawatan benih

f.    Dust (D) atau tepung hembus

sediaan siap pakai yg digunakan dg cara dihembuskan

g.   Umpan (B/bait) atau Ready Mix bait (RMB)

untuk rodentisida dan dicampurkan dg makanan

h.  Slow Release Formulation (SR)

                insektisida diselimuti oleh kapsul yg punya lubang mikroskopis shg insektisida keluar dr kapsul secara perlahan-lahan

                petani tdk perlu sering menyemprot dan mengurangi bahaya bagi pekerja

Perbandingan karakter formulasi

Gejala racun syaraf

  1. Eksitasi(kegelisahan),

                didahului dg kegelisahan, serangga menunjukkan perilaku membersihkan badan (antene dan bagian tubuh lain dg mulut),lari, dan terbang luar biasa

                Contoh gejala pyretrin pd ulat, gerakan cepat, gelisah dg dorsal terangkat,kaki depan menggulung,kepala bergerak-gerak, mandibel menggelepar dan muntah

2.            Konvulsi (kekejangan)

3.            Paralisis (kelumpuhan)

4.            Kematian

FORMULASI PESTISIDA

  1. Pekatan yang dilarutkan dengan air :

                - DC : Dispersible concentrate

                - EC : Emulsifiable concentrate

                - SC : Suspension concentrate

                - CS : Capsule suspension

                -SL : Soluble concentrate

                -SP : Soluble powder

                - SG : Soluble granule

                -WP : Wettable powder

                -WG : Water granule

                -AS : Aqueous solution

2.   Pekatan yang dilarutkan dengan pelarut organik

                - OL : Oil miscible liquid

                - OF : Oil miscible flowable concentrate

                -OP : Oil dispersible powder

3. Kelompok yang tidak perlu pengenceran

                - GR : Granule (G)

                - DP : Dustable powder (D)

                - UL : Ultra low volume (ULV)

                - ED : Electrochargeable liquid

4. Kelompok lainnya

                - RB : Bait (siap digunakan)

                - GE: Gas generating product

                - AE : Aerosol dispenser

  1. EC (Emulsifiable concentrate) :

                - Merupakan campuran bahan aktif dengan bahan pengemulsi yang memungkinkan pestisida akan membentuk emulsi jika ditambahkan pelarut air

                - Sangat umum digunakan

  1. SC (Suspension concentrate)

                - F (flowable/flowable concentrate/flowable suspension)

                - Akan membentuk suspensi jika dilarutkan dalam air

  1. WP (wettable powder)

                - Merupakan tepung terbasahkan, mengandung bahan pembasah untuk memfasilitasi pencampuran tepung dengan air

                - Tanpa adanya bahan pembasah akan menyebabkan tepung terapung di air dan akan sulit tercampur

4.  SL (Soluble concentrate)

                - Jika dilarutkan dengan air akan membentuk larutan sejati

                - S (Solution/larutan), WSC (Water soluble concentrate/pekatan terlarut dalam air, AS (Aqueous solution/larut dalam air), AC (Aqueous concentrate/pekatan larut dalam air), L (Liquid/cairan)

  1. SP (Soluble-water powder/tepung terlautkan dalam air)

                - Dengan penambahan air akan menghasilkan bentuk larutan sejati

  1. Aerosol

                - Mengandung bahan aktif dalam konsentrasi rendah yang biasanya diaplikasikan untuk droplet yang halus

                - Bahan aktif dilarutkan dalam pelarut organik yang mudah menguap

7.  D (Dust)

                Bahan aktif dicampur dengan bahan-bahan padat berukuran 50-100 mikron sehingga didapatkan campuran yang homogen

  1. G (granule)

                - Merupakan pelet kecil berbentuk bundar (0.3-1.3 mm) dengan bahan pembawa tanah liat

                - Dapat digunakan untuk keperluan pelepasan cepat/lambat

  1. B (bait)

                - menggunakan bahan tambahan berupa makanan yang biasa dimakan opt sasaran

Perbandingan karakter formulasi


FISIKOKIMIA PESTISIDA :

  1. Sifat Fisik : padat, kristal, liquid, berwarna, tidak berwarna
  2. Sifat kimia : berkaitan dengan ketahanan atau kestabilan di alam.  Ada tiga faktor yang dapat menguraikan senyawa bahan aktif yaitu : sinar UV, mikroorganisme dan suhu
  3. Sifat biologi : terkait dengan daya toksisitasnya pada sasaran, sangat tergantung dengan dosis dan konsentrasi

                - kisaran sasaran : luas dan terbatas

Dosis :

Jumlah pestisida yg diaplikasikan utk mengendalikan OPT pd setiap luas bidang sasaran

Liter/ha, kg/ha, l/m3, gr/m3, gr/pohon

Kisaran 1 - 1,5 l/ha

Cth. MIPC 0,5 kg/ha, jika kita menggunakan Mipcin 50 WP yg mengandung 50 % bahan aktif MIPC, maka Mipcin yg harus digunakan adalah: 100/50 x 0,5 = 1 kg

Konsentrasi :

Perbandingan (persentase) antara bahan aktif dg bahan pengencer/pelarut

Jumlah pestisida yg dicampurkan dlm satu liter air (atau bahan pengencer lainnya) utk mengendalikan OPT tertentu

Cth. ml/l, cc/l, gr/l




Demikianlah Artikel Penggolongan pestisida

Sekianlah Pembahasan Penggolongan pestisida kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.Minat Pupuk Mikro Organik Cair, Solusi Terbaik untuk semua Jenis Tanaman, Memperpanjang Mas Produksi Tanaman Cabe, Tomat, serta meningkatkan Produktifitas tanaman, Bagi yang berminat silahkan hubungi kami melalui Komentar atau kirim via email thifapramesta@gmail.com atau melalui contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • Tag : Pestisida
    2 Komentar untuk "Penggolongan pestisida"
    Back To Top