• Breaking News

    Cara Memelihara Dan Mengendalikan Hama Penyakit Kacang Hijau

    Pengembalian hama terpadu
    Cara Memelihara Dan Mengendalikan Hama Penyakit Kacang Hijau - Pemeliharaan tanaman serta pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau adlah hal yang mutlak harus di lakukan. Kalau hal tersebut tidak di lakukan jangan harap kacang hijau yang di tanam dapat berproduksi secara maksimal. 

    • Pengairan
    Selama fase perkecambahan benih ( 5 hari setelah tanam), di perlukan air yang memadai. Pengairan di lakukan dengan cara mengalirkan air melalui saluran drainase. Lahan di genangi air selama 15-30 menit sampai tanah cukup basah. Pengairan di intensifkan kembali pada fase menjelang fase berbunga dan pembentukan polong.

    • Penyulaman
    Penyulaman di lakukan pada umur 5-15 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman seragam dan tidak menyulitkan pemeliharaan tanaman selanjutnya.

    • Penyiangan
    Di lakukan untuk membersihkan berbagi jenis rumput dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kacang hijau yang mengganggu pertumbuhan dari tanaman kacang hijau nanti.

    • Pemupukan susulan
    Untuk memacu pertumbuhan dan menigkatkan produksi kacang hijau, perlu di lakukan pemupukan susulan. Waktu pemupukan susulan yang paling baik adalah pada umur tanaman 30-40 hari setelah tanam, berbarengan dengan kegiatan penyiangan kedua. Pupuk yang di gumakan biasanya pupuk daun.


    Pengendalian Hama dan Penyakit 


    • Hama
    Banyak hama yang biasa menyerang tanaman kacang hijau yang kalau di biarkan akan mempengaruhi produktifitas dari kacang hijau itu sendiri. Diantaranya :



    1. Lalat Kacang (Ophiomya phaseoli). Lalat ini menimbulkan bercak-bercak coklat sampai hitam pada keping biji atau daun pertama. Gejala lebih lanjut akan tampak liang gerekan pada bagian tanaman yang terserang, sehungga menyebabkan tanaman jadi layu daun kekuning-kuningan dan berguguran.
    2. Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indicata). Serangan berat menyebabkan daun gundul dan tinggal tulang-tulangnya saja, terutama tanaman kacang hijau yang masih berumur 3-6 minggu.
    3. Penggerek Polong (Etiella zinckenella treit). Menyebabkan polong muda tidak berkembang sempurna (optimal), biji rusak dan terkadang polong bergugugran.
    4. Kepik Hijau (Mesara viridula). Menyebabkan biji keriput (abnormal) dan rasa kacang hijau pahit.
    5. Ulat Jengkal (Chrysodeixis chalcites). Menyebabkan daun berlubang atau rusak tak beraturan.
    6. Ulat Grayak (Spodoptera litura). Menyebabkan daun tinggal tulang-tulangnya saja atau gundul, dan polong berlubang-lubang.
     
    Pengendalian hama bisa menggunakan insektisida.


    • Penyakit
    Banyak penyakit yang hinggap di tanaman kacang hijau yang bisa menyebabkan gagal panen, diantaranya :
    1. Bercak daun cercospora. Terjadi bercak daun berwarna coklat yang akan mengakibatkan daun mengering dan mati.
    2. Penyakit Kudis. Pada permukaan bawah daun terdapat bercak-bercak kecil berwarna coklat yang kemudian akan menjalar ke tangkai daun dan batang yang akan menyebabkan biji kacanghijau menjadi keriput.
    3. Embun Tepung. Pada permukaan daun, batang dan polong tertutup tepung berwarna putih yang akan menyebabkan kacang hijau kering dan mati. 
    4. Bercak Sclerotium. Pada terjadi warna coklat, kuning dan putih kemudian menjalar ke bagian batang yang menyebabkan kacang mati.
    5. Virus Mozaik Kuning. Daun-daun muda berubah warna menjadi bercak-bercak kuning di selingi dengan warna hijau. Tanaman ini menjadi kerdil, cabang berkurang, bunga sedikit pembentukan dan pematangan polong terhambat, polong berubah bentuk dan ukurannya berkurang serta daya kecambahnya(biji) menurun.

    Pengendaliannya dengan menggunakan fungisida untuk jamur dan bakterisida untuk bakteri.



     

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad