Senin, Maret 14, 2016

penanganan (hypocalsemia) pada ternak sapi

Baca Juga

Dewasa ini banyak sekali kasus-kasus dalam budidaya pertanian dan peternakan, tak sedikit pelaku pertanian dan peternakan merugi yang diakibatkan oleh prnyakit yang menyerang pada budidaya mereka. Seperti yang dialami oleh peternak sapi di di desa kolok mudik kec. Barangin kabupaten sawah lunto, sumatera barat. Yang ternak sapi nya kekurangan calsium (hypocalsemia) .pengobatan hypocalcemia tidak terlepas dari kesadaran peternak untuk segera melaporkan kejadian penyakit ini dan keahlian dari petugas kesehatan hewan dalam mendiagnosa yang cepat dan tepat, sehingga kerugian akibat hypocalcemia dapat ditekan. ungakap pria kelahiran NabireYance dumupa,  14 januari 1983. Yang mengabdikan dirinya didinas peternakan kota sawah lunto sumatera barat.
Foto documan by_Yance dumupa, sahabat potret


Pada budidaya ternak sapi ada istilah gangguan penyakit metabolisme yang disebut dengan Hypocalcemia. Keadaan ini terjadi menyerang pada sapi di masa akhir kebuntingan atau pada saat masa laktasi, tetapi ini juga sering terjadi pada sapi yang sudah melahirkan yang ketiga kalinya sampai dengan yang ketujuh (Girindra, 1988). Namun begitu, di beberapa daerah juga ditemukan kasus hypocalcemia pada sapi-sapi dara yang berproduksi tinggi dan terjadi ditengah-tengah masa laktasi. Walaupun kasus ini juga bisa terjadi pada sapi perah setelah beranak empat kali atau lebih tua, dan jarang terjadi pada induk yang lebih muda atau sebelum beranak yang ketiga (Hardjopranjoto, 1995). Sapi dari bangsa Jersey paling sering menderita penyakit ini, kemudian sapi Holstain Frisian dan bangsa sapi yang lain.
Salam potret pertanian

Rekomendasi Untuk Anda × +