Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT)

Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT) - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT), Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Hidroponik, Pertanian, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT)
link : Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT)

Baca juga


Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT)

Potret Pertanian - Pada awalnya mendengar sistem hidroponik memang terlihat sangat rumit, tetapi setelah di pelajari ternyata sistem tanam ini sangat sederhana dan mudah untuk kita praktekan. Nah Berikut Sistem DFT memerlukan pasokan listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam talan-talang tersebut dengan menggunakan pompa dan untuk menghemat penggunaan listrik, kita dapat menggunkan timer (untuk mengatur waktu hidup dan mati pompa). Sebagai contoh pada pagi hari pompa hidup dan sore hari pompa mati, begitu seterusnya. 

Kelebihan sistem DFT

Kelebihan dari teknik hidroponik sistem DFT ini adalah pada saat aliran arus listrik padam maka larutan nutrisi tetap tersedia untuk tanaman, karena pada sistem ini kedalam larutan nutrisinya mencapai kedalaman 6 cm. Jadi pada saat tidak ada aliran nutrisi maka masih ada larutan nutrisi yang tersedia. Sedangkan untuk kekurangannya adalah pada sistem DFT ini memerlukan larutan nutrisi yang lebih banyak dibandikan dengan sistem NFT (nutrient Film Technique).

Perkembangan tanaman yang dibudidayakan menggunakan sistem DFT dapat tumbuh dengan baik dan memiliki kualitas buah/sayuran yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. 

Jenis Tanaman

Beberapa tanaman yang sering ditanam secara hidroponik, adalah sayur-sayuran seperti bak choy, brokoli, sawi, kailan, bayam, kangkung, tomat, bawang, bahkan strowbery, dll.

Prinsip kerja sistem hidroponik DFT adalah mensirkulasikan larutan nutrisi tanaman secara terus-menerus selama 24 jam pada rangkaian aliran tertutup. Larutan nutrisi tanaman di dalam tangki dipompa oleh pompa air menuju bak penanaman melalui jaringan irigasi pipa, kemudian larutan nutrisi tanaman di dalam bak penanaman dialirkan kembali menuju tangki.

Demikian Sedikit pembahasan  Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT), semoga bermanfaat dan selamatb mencoba.
Baca Juga : 
Budidaya Hidroponik Sistem Wick
Cara Budidaya Dengan Sistem Aeroponik 
 


Demikianlah Artikel Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT)

Sekianlah Pembahasan Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT)"
    Back To Top