Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan

Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, perbanyakan tanaman, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan
link : Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan

Baca juga


Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan

Grand House Briding Pembibitan PT. Minas Pagai Lumber
Potret Pertanian - Pohon Meranti, terdiri dari beberapa jenis meranti yang ada di hutan Indonesia, diantaranya Ada Meranti Kuning ( MK ), Meranti Putuh ( MP ), Katuko ( MD ) Karai Atau Meranti Merah ( ML ) selain itu yang masuk dalam kelompok meranti, Keruing ( KR ), Mersawa ( MW ), Balam ( BL ), dan Resak ( RS ), selain itu juga ada dalam kelompok kayu rimba campuran yang terdiri dari beberapa diantaranya Kayu Medang, Jambu-jambu, dan masih banyak lagi yang lainya. 

Kali ini saya akan mengajak sahabat Potret pertanian untuk Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan siapa tau ada yang berminat untuk membudidayakan jenis kayu rimba ini untuk tetap menjaga kesetabilan alam dan mencegah pemanasan global. Nah Berikut ulasan singkat dari Potert ertanian, semoga bermanfaat ya.

Meranti kuning. Spesies yang termasuk meranti kuning adalah Shorea acuminatissima, S. faguetiana, S. gibbosa, S. hopeifolia dan S. multiflora. Daerah penyebaran di Indonesia meliputi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, dan seluruh Kalimantan. Tinggi pohon 20-60 m dengan diameter 150 cm dan batang bebas cabang 10-45 m. Bentuk batang silindris lurus dan berbanir 3-6.5 m dari permukaan tanah. Meranti kuning tumbuh pada tanah latosol, podzolik merah kuning dan podzolik kuning. Dapat tumbuh sampai ketinggian 850 m pada curah hujan A dan B. Pohon ini mulai berbuah pada umur 6-9 tahun dan belum tentu berbuah setiap tahun karena sangat dipengaruhi oleh musim. Musim berbuahnya pada bulan Oktober-April.

Meranti merah. Ada 22 jenis spesies yang termasuk meranti merah antara lain Shorea acuminata, S. joharensis, S. lepidota, dan S. leprosula. Pohon ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Maluku. Tinggi pohon mencapai 50 m diameter 100 cm dan batang bebas cabang 30 m. Pohon berbanir 2.5m dari permukaan tanah, kulit luar berwarna kelabu atau cokelat dengan tebal sekitar 5 mm. Meranti merah tidak memerlukan tempat tumbuh yang khusus, hidup baik pada berbagai jenis tanah kecuali tanah liat yang berat. Tumbuh terpencar , bercampur dengan jenis yang lain pada ketinggian 0-800 m dpl. dengan tipe iklim A – D. Musim berbunga dan berbuah terjadi sepanjang tahun. Buah masak antara bulan Mei-Desember.

Meranti putih . Ada 6 spesies yang termasuk meranti putih yaitu : Shorea assamica, S. bracteolata, S. javanica, S. lamellata, S. ochracea, S. retionades dan S. virescens. Daerah penyebarannya meliputi seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Bentuk batang lurus, silindris dan berbanir setinggi 3.5 m dari permukaan tanah. Tinggi pohon dapat mencapai 12-55 m dengan diameter 180 cm dan batang bebas cabang 8-37 m. Meranti putih tumbuh pada ketinggian 0-700 m dpl. dengan tipe curah hujan A dan B. Tumbuh pada tanah kering, tanah yang kadang-kadang atau selalu tergenang, tanah liat, tanah berbatu-batu, dan tanah berpasir dengan topografi datar sampai miring. Musim berbunga dan berbuah sangat dipengaruhi iklim. Pembungaan biasanya terjadi setelah melewati dekade iklim yang kering dan panas. Buah masak pada bulan Oktober-April.

Perbanyakan Meranti dapat dilakukan dengan 5 cara antara lain:
  • Stek Batang
    Stek Batang adalah bagian dari batang kayu yaitu ranting yang masih muda. Pembibitan dengan menggunakan Stek Batang yang masih berusia muda karena batang tersebut mempunyai kemampuan mengeluarkan tunas lebih baik dan unggul. Lama pembibitan Stek batang hingga masa siap tanam adalah 1,4 tahun.
  • Semai Biji
    Persemaian dengan menggunakan biji sangat ditentukan oleh musim. Hal ini mau menunjukkan bahwa persemaian menggunakan biji hanya bisa dilakukan pada musim buah. Artinya biji yang akan disemai diambil dari hutan dan dibudidayakan dengan suhu di bawah 30°C dan kelembaban mencapai 90º. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa meranti baru dapat berbuah dalam kurun waktu 3 (tiga) Tahun sekali. Ini berarti persemaian menggunakan biji baru dapat dilakukan dalam kurun waktu cukup lama. Dalam persemaian biji dibutuhkan waktu selama 6-8 bulan untuk mencapai masa tanam.
  • Cabutan
    Cara pengadaan bibit hampir serupa dengan semai biji. Bibit diambil dari hutan, yang masih kecil dan dicabut. Selepas musim berbuah biji yang berhamburan bertunas secara alamiah dan menjadi bibit tanaman yang cukup potensial pada waktu mendatang. Cabutan itu baru dapat diambil bila sudah mencapai tinggi 18 Cm. Tanaman tersebut diambil berikut dilakukan pemeliharaan secara lebih teliti. Lama pembibitan sampai masa siap tanam membutuhkan waktu 1 (satu) Tahun.
  • Stek Pucuk
    Lama pembibitan sampai masa siap tanam adalah 1 tahun. Bibit diambil dari ujung pohon meranti yang berusia kurang dari 5 (lima) tahun. Kemudian ditanam dengan media serbuk gergaji dimasukkan ke dalam Green House. Prosesnya adalah serbuk gergaji direbus untuk menghilangkan getahnya selanjutnya dijemur dan dimasukkan ke dalam wadah penanaman. Tanaman yang pucuknya diambil dan dijadikan stek pucuk dibudidayakan sendiri bukan diambil dari hutan.
    Untuk mengurangi penguapan beberapa daun stek pucuk harus dipotong. Hal ini juga untuk menjaga kestabilan kelembaban. Perlakuan khusus terhadap stek pucuk adalah pengkabutan setiap hari supaya kelembaban di dalam Green House terjaga dan penyiraman 4 (empat) hari sekali. Stek pucuk dapat dipindahkan ke lapangan ketika bersia 1,5 tahun. Berdasarkan data yang tercatat pembibitan dengan menggunakan stek pucuk menempati urutan pertama.
  • Stam
    Lama pembibitan 1,4 Tahun. Stam dilakukan untuk mencari bibit unggul. Pembibitan Stam dilakukan dengan cara penyambungan terhadap meranti sejenis yang memiliki kualitas unggul. Stam mulai bertunas pada usia 1 bulan. Cara pembibitan ini merupakan metode terapan untuk menjaga ketersediaan bibit meranti. Secara umum dalam persamaian, suhu dan kelembaban harus diperhatikan secara serius. Suhu harus tidak lebih dari 30ºC dan kelembaban mencapai 90º.
Manfaat Meranti
Meranti merupakan salah satu kayu komersial terpenting di Asia Tenggara. Kayu ini juga yang paling umum dipakai untuk pelbagai keperluan di kawasan Malaysia. Kayu ini lazim dipakai sebagai kayu konstruksi, panil kayu untuk dinding, loteng, sekat ruangan, bahan mebel dan perabot rumahtangga, mainan, peti mati dan lain-lain. Kayu meranti merah-tua yang lebih berat biasa digunakan untuk konstruksi sedang sampai berat, balok, kasau, kusen pintu-pintu dan jendela, papan lantai, geladak jembatan, serta untuk membuat perahu.

Nah bagaimana sahabat semua, ada yang berminat untuk membudidayakan tanaman jenis kayu ini, semoga artikel ini bermanfaat ya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.


Demikianlah Artikel Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan

Sekianlah Pembahasan Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Mengenal Jenis Pohon Meranti dan Cara Perbanyakan"
    Back To Top