Tips Berternak Burung Puyuh

Tips Berternak Burung Puyuh - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Tips Berternak Burung Puyuh, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Peternakan, Tips Peternakan, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Tips Berternak Burung Puyuh
link : Tips Berternak Burung Puyuh

Baca juga


Tips Berternak Burung Puyuh

-- --
Potret Pertanian - Burung Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru dan puyuh kancing tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip.

Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.
( Wikipedia )

Beternak burung puyuh memiliki banyak keuntungan serta sangat prospektif disebabkan peluang usaha dan pasarnya yang cukup besar. Dewasa ini permintaan akan telur puyuh semakin meningkat, keadaan ini membuat peternak semakin yakin akan prospek usaha beternak puyuh memiliki jaminan pemasaran yang cukup bagus/menjanjikan. Telur puyuh berbeda dengan telur unggas lainnya, ukuran telur puyuh lebih kecil dan warnanya bermacam-macam. Namun walaupun telur puyuh berbeda-beda warna (warna coklat tua, coklat kehitam-hitaman, coklat kebiru-biruan, dll), akan tetapi mempunyai nilai gizi yang baik sebagai telur konsumsi. Seekor puyuh memiliki kemampuan dalam memproduksi telur sekitar 250 - 300 butir per tahun, sedikit lebih rendah daripada produksi ayam negeri yang mencapai 325 -350 butir ekor per tahun, namun jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah produksi telur yama kampung yang hanya 150 butir per ekeor per tahun. puyuh afkir/pedaging bisa dijual atau diolah untuk dikonsumsi sebagai santapan yang lezat.

Lokasi Kandang Puyuh

Lokasi yang baik dan cocok untuk beternak burung puyuh harus memenuhi syarat diantaranya lokasinya harus jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk, mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran. Lokasinya terpilih bebas dari wabah penyakit, bukan merupakan daerah sering banjir, merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Persyaratan teknis lokasi kandang sebagai berikut :
  • Memperhatikan tata letak kandang, drainase dan sistem pertukaran udara, cukup mendapatkan sinar matahari
  • Letak kandang dekat dengan sumber air, tidak bising dan sejuk
  • Kepadatan dan daya tampung kandang disesuaikan dengan umur puyuh
Perkandangan

Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan. Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:

a. Kandang untuk pembibitan

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

b. Kandang untuk induk petelur

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama. 

c. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)

Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh). 

d. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) 

Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.


Demikianlah Artikel Tips Berternak Burung Puyuh

Sekianlah Pembahasan Tips Berternak Burung Puyuh kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.Minat Pupuk Mikro Organik Cair, Solusi Terbaik untuk semua Jenis Tanaman, Memperpanjang Mas Produksi Tanaman Cabe, Tomat, serta meningkatkan Produktifitas tanaman, Bagi yang berminat silahkan hubungi kami melalui Komentar atau kirim via email thifapramesta@gmail.com atau melalui contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Tips Berternak Burung Puyuh"
    Back To Top