Ritual Menyambut Malam 1 Suro

Ritual Menyambut Malam 1 Suro - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Ritual Menyambut Malam 1 Suro, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, potret pertanian, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Ritual Menyambut Malam 1 Suro
link : Ritual Menyambut Malam 1 Suro

Baca juga


Ritual Menyambut Malam 1 Suro

Potret Pertanian - Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam). Bagi umat islam bulan hijriyah adalah tahun baru umat islam yang pada bualan banyak peristiwa sejarah bagi umat isalam,
 
Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.
 
Seperti yang dilakukan didaerah kami yang melakukan takiran atu selamatan dengan berdoa bersama di perempatan jalan kampung, yang dipinpin oleh seorang tetua kampung yang diahiri dengan pembagian takir kepada semua yang datang.
 

Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumat legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.
 
Tradisi saat malam satu suro bermacam-macam tergantung dari daerah mana memandang hal ini, sebagai contoh Tapa Bisu, atau mengunci mulut yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh, menghadapi tahun baru di esok paginya.
 
Tradisi lainnya adalah Kungkum atau berendam di sungai besar, sendang atau sumber mata air tertentu, Yang paling mudah ditemui di Jawa khususnya di seputaran Yogyakarta adalah Tirakatan (tidak tidur semalam suntuk) dengan tuguran (perenungan diri sambil berdoa) dan Pagelaran Wayang Kulit. Di antara tradisi tersebut ada juga sebagian masyarakat yang menggunakan malam satu suro sebagai saat yang tepat untuk melakukan ruwatan.
 
Selamat Tahun Baru Semoga kita selalu dilindungi Oleh Allah dari marabaya halus maupun kasar serta selalu diberikesehatan dan kesuksesan, Mari tingkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT sehingga kita akan diselamatkan dunia dan ahirat Aamiin Yaroal Aalamiin.


Demikianlah Artikel Ritual Menyambut Malam 1 Suro

Sekianlah Pembahasan Ritual Menyambut Malam 1 Suro kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Ritual Menyambut Malam 1 Suro"
    Back To Top