Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis

Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Tanaman Pangan, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis
link : Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis

Baca juga


Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis

-- --
Potret Pertanian - Menurut Purwono dan Hartono (2007), Klasifikasi dari tanaman jagung manis adalah Kingdom Plantae, Divisio Spermatophyta, Sub divisio Angiospermae, Kelas Monocotyledonae, Ordo Graminales, Famili Graminaceae, Genus Zea, dan Species Zea mays saccharata Sturt. Secara morfologi jagung terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan biji. Pada waktu tanaman berbunga jantan, maka radius akar seminal lebih kurang 100 cm dengan kedalaman dapat mencapai lebih kurang 75 cm. Akar seminal ini dapat berjumlah 20 – 30 akar. Dari akar seminal akan tumbuh akar-akar lateral, kemudian diujung akar seminal dan lateral terdapat bulu-bulu akar, biasanya umurnya sangat pendek (Ginting, 1995).
Sumber Gambar http://minyakikan.co/
Batang tanaman jagung manis beruas-ruas dengan jumlah ruas bervariasi antara 10-40 ruas. Tanaman jagung umumnya tidak bercabang, kecuali pada jagung manis sering tumbuh beberapa cabang (anakan) yang muncul pada pangkal batang. Panjang batang jagung berkisar antara 60 – 300 cm atau lebih, tergantung tipe dan jenis jagung. Ruas bagian batang atas berbentuk silindris dan ruas-ruas batang bagian bawah berbentuk bulat agak pipih. Tunas batang yang telah berkembang menghasilkan tajuk bunga betina (Hasibuan, 2006).

Kedudukan daun tanaman ini distik (dua baris daun tunggal yang keluar dalam kedudukan berselang). Daun terdiri atas pelepah daun dan helaian daun. Helaian daun memanjang dengan ujung meruncing dengan pelepah-pelepah daun yang berselang-seling yang berasal dari setiap buku. Daun-daunya lebar serta relatif panjang. Antara pelepah daun dibatasi oelh spicula yang berguna untuk menghalangi masuknya air hujan atau embun ke dalam pelepah. Daunya berkisar 10 – 20 helai tiap tanaman. Epidermis daun bagian atas biasanya berambut halus. Kemiringan daun sangat berfariasi antar genotif dan kedudukan daun yang berkisar dari hampir datar sampai tegak (Rukmana, 2007).

Tanaman jagung manis termasuk monoceous, tetapi bunga jantan dan betina letaknya terpisah. Bunga jantan dalam bentuk malai terletak dipucuk tanaman, sedangkan bunga betina pada tongkol yang terletak kira-kira pada pertengahan tinggi batang. Tepung sari dihasilkan malai 1 – 3 hari sebelum rambut tongkol keluar, rambut tongkol ini berfungsi sebagai kepala putik dan tangkai putik. Tepung sari mudah diterbangkan angin. 

Dari satu malai dapat menghasilkan 250 juta tepung sari. Tepung sari ini akan menyerbuki rambut tongkol. Apabila dalam satu tongkol terdapat 500 rambut tongkol, maka inilah yang akan diserbuki, sehingga memperoleh 500 biji dalam satu tongkol dari hasil penyerbukan. Karena letak bunga terpisah dan tepung sari mudah diterbangkan angin, maka pembuahan berasal dari tanaman tetangga. Hal ini dekenal dengan penyerbukan silang. Pada tanaman jagung, penyerbukan silang sebesar 95% (Purwono dan Hartono, 2007).

Biji jagung manis berkeping tunggal, berderet rapi pada tongkolnya. Pada setiap tanaman jagung ada satu tongkol, kadang-kadang ada yang dua. Setiap tongkol terdapat 10 – 14 deret biji jagung yang terdiri dari 200 – 400 butir biji jagung (Suprapto dan Marzuki, 2005). Buah biji jagung manis terdiri atas tongkol, biji dan daun pembungkus. Biji jagung mempunyai bentuk, warna dan kandungan endosperm yang berfariasi, tergantung pada jenisnya. Pada umumnya biji jagung manis tersusun dalam barisan yang melekat secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8 – 20 baris biji. Biji jagung manis terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kulit biji (seed coat), endosperm dan embrio (Rukmana, 2007). Kandungan gizi dan nutrisi dari jagung manis kuning yang direbus, ditiriskan tanpa garam (nilai per 100 gram) tertera pada tabel 1 berikut :

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini (Astuti 2008)
Baca Juga Syarat Tumbuh Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)


Demikianlah Artikel Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis

Sekianlah Pembahasan Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.Minat Pupuk Mikro Organik Cair, Solusi Terbaik untuk semua Jenis Tanaman, Memperpanjang Mas Produksi Tanaman Cabe, Tomat, serta meningkatkan Produktifitas tanaman, Bagi yang berminat silahkan hubungi kami melalui Komentar atau kirim via email thifapramesta@gmail.com atau melalui contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis"
    Back To Top