Gelang Karet Sang Penyelamat

Gelang Karet Sang Penyelamat - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Gelang Karet Sang Penyelamat , Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Pojok Potret, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Gelang Karet Sang Penyelamat
link : Gelang Karet Sang Penyelamat

Baca juga


Gelang Karet Sang Penyelamat

Potret Pertanian - Pernah Mengalami hal yang unik dengan suatu barang sehingga membuat anda menyayangi barang tersebut dan merwatnya hingga puluhan tahun ? Pernah merasa tertolong oleh sesuatu barang yang pada saat yang tepat dan pada situasi yang genting menurut anda. Misalkan Anda sedang berjalan puluhan kilo meter ditengah teriknya matahri, tiba - tiba ada seseoranag yang datang menawarkan air minum dan menawarkan tumpangan untuk anda, Bagaimana kira-kira perasaan anda waktu itu,? lalu apakan anda akan mengucapkan terimaksih kepda orang tersebut ?! Saya rasa pasti anda akan merasa berhutang budi kepada orang tersebut. Bagaimana setuju gak.?!.

Demikian juga saya dengan Gelang Karet Hitam Dari Tutup Drum Ini Sudah 20 Tahun Kupakai yang saya sebut dengan Gelang Karet Sang Penyelamat eit tunggu dulu, jangan terburu buru mengakimi saya saya ya... baca sampai habis tulisan ini supaya jelas, admin tau kok sang penyelamat itu adalah Allah, yaitu Zdat yang Maha Kuasa atas segala-galanya, yang menguasai dunia ini denga segala isinya, yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang kepada semua Mahluk ciptaanya kecuali setan yang yang dilaknat Oleh Allah karena tidak mematuhi Perintah Allah SWT. 

Gelang Karet Sang Penyelamat, ini berawal dari sebuah kejadian yang saya alami disebuah Lapangan sepak bola didesa Indraloka 1, diaman saat itu sedang ada acara hiburan untuk memeriahkan acara Hari Ulang Tahun Republik indonesia yang ke...... em... eh lupa deh pokonya udah lama kali 20 tahun yang lalu ketika saya masih duduk dibangku kelas 3 SMP kalau tidak salah. Nah kala itu saya berangkat bersama teman saya yang bernama Eko Haryono dengan mengendarai sepeda motor saya yang waktu iti adalah Suzuki A100 belimbing, motor tua kelahiran 80-an. tapi waktu itu masih lumayan lah daripada jalan kaki kemana-mana, he he he.

Malam itu kami berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor sekalipun sepeda motor saya waktu itu tanpa lampu penerangan, alias tak berlampu, tapi waktu itu suasana malam sangat cerah dengan bulan yang terang menggantung di langit yang indah dengan dikelilingi pelangi dan ribuan bintang, cit cie cie... berpuisi nieh.. xix xi.... yang membuat saya dengan sahabat saya nekat menggunakan motor tersebut pada malam itu.

Sialnya sesampai perbatasan desa Indraloka tepat ditikungan yang rimbun dengan pepohonan motor kami menabrak orang dari sekelompok orang yang sedang berjalan ramai-ramai, Nah untung saja yang tertabrak hanya satu orang itupun mengenai setang motor yang kami kendarai Sehingga tidak membuat kamijatuh, dan untungnya kami saat itupun pelan, mungkin  kalau ada spedometernya lari sekitar 30 KM/Jam lah. 

Melihat keadaan mereka dengan jumlah yang banyak, ya sekitar 10 orang pada waktu itu, yang akan membuat kami babak belur jika kami berhenti pada saat itu, sehingga mengharuskan kami untuk menarik gak lebih kencang lagi, alias tabrak lari. orang-orang itu berteriak dengan sumpah serapah sambil mencabut patok jalan dan dilemparkan kepada kami, he he he namanya juga motor tua paling kencang lari 50 an sehingga ada beberapa Patok yang mengenai punggung teman saya yang saya bonceng, sambil sesekali menengok mereka yang berusaha mengejar kami sekalipun sia-sialah perjuangan mereka karena mereka tak mampu mengejar notor jepang milik saya.

Perjalan baru saja dimulai, sesampai kami di lapangan motor saya saya titipkan ketempat sahabat saya zainul namanya karena takut nanti dicari dan ditandai oleh orang-ornag yang saya tabrak tadi, hem tenang deh aman pokonya. film sudah hampir dimulai judul film nya saat itu adalah Pembunuh Berdarah Dingin, saya segera mencari Pacar saya dong.. xi xi xi... setelah bertemu denga sang dambaan hati kami langsung duduk di posisi wenak sambil ngemil kacang rebus dengan minuman Limun, he he minuman faforit saya kala itu, sebelum ada Coca-Cola pokonya.

Beberapa menit kemudian ada yang lain yang saya rasakan, ternyata saya kebelet pingin buang air kecil, saya pun langsung berpamitan dengangebetan saya Isnaini, nah ketika saya berjalan menuju tempat yang sepi buat buang air kecil tiba-tiba SANDAL JEPIT SAYA PUTUS.! Omg.... saya langsung menghentikan langkah saya dan duduk, gak kebayang bagaimana malunya saya jika ketahuan sama orang jika saya, yang ganteng gagah berwibawa ini ternyata sandalnya putus. wah pokoknya malu deh.

Saya bingung bagaimana mengatasi situasi dan kondisi seperti itu, Masak ya trus sandalnya saya buang, trus saya pakai apa.? trus kalau gak saya buang masak saya pakai sandal jepit putus. lebih parahnya lagi sandal saya mereknya Swallow, yang gak bisa disambung dengan dibakar pakai api kan. trus apa dong yang harus saya lakukan dalam kondisi seperti ini.

Hampir 30 menit saya berdiam diri ditempat tadi dan rasa kebelet saya  jadi hilang gara-gara sandal jepit kebanggan saya putus. eiit kelihatan tidak jauh gebetan saya sedang mencari saya, dia tengak-tengok kanan kiri untuk mengetahui kkeberadaan saya yang tadi pamit buat buang air kecil tapi sudah 30 menit atau setengah jam gak nongol lagi, saya pun langsung duduk kebetulan tempat itu agak sedikit gelap dengan harapan gebetan saya tidak melihat saya.

Ketika saya duduk, tida-tida tangan saya memegang sesuatu barang yang agak aneh, tapi bukan tai sapi atau kebo ya wk wk wk.... setelah saya lihat ternyata sebuag karet bundar, dan setelah saya amati itu adalah karet bekas klep karet tutup drum, sayapun nyengir kayak kebo disawah ketika mendapatkan ide dengan karet klep drum tersebut..Hore.... hore....ahirnya selamat lah sendal jepit saya untuk sementara waktu pikir saya dalam hati. denga ide brilian saya ahirnya sendal jepit saya bisa saya pakai kembali dengan bantuan Karet Gelang tersebut. ahirnya  saya dapat meneruskan aktifitas saya dengan gebetan saya yang udah mancung bibirnya sepanjang 2 meter persegi xi xi xi xi... karena kelamaan saya tinggalkan buang air kecil.

Itulah kenapa gelang ini sampai saat ini saya pakai, dan saya sebut Gelang Karet Sang Penyelamat, yang telah menyelamatkan sendal jepit saya sehingga saya bisa enjao sampai acara selesai dan sampai rumah berkat   bantuan karet gelang yang saat saya menulis ini Gelang tersebut masih melingkar di pergelangan tangan saya sebagai tanda terimakasih saya telah membantu saya dalam kondisi yang darurat.

Bagimana sahabat Potret ingin tau bagaimana sandal jepit yang putus bisa diselamatkan sementara dengan bantuan karet gelang bekas drum, Baca Ccaranya disini Mengatasi Sendal Jepit Yang Putus Menggunakan Gelang Karet




Demikianlah Artikel Gelang Karet Sang Penyelamat

Sekianlah Pembahasan Gelang Karet Sang Penyelamat kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • Tag : Pojok Potret
    0 Komentar untuk "Gelang Karet Sang Penyelamat "
    Back To Top