Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk

Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Pupuk, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk
link : Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk

Baca juga


Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk

Potret Pertanian -Faktor kuantitas dan intensitas BC=ΔQ/ΔI, kapasitas penyanggaan dan penyematan saling berkaitan. P dalam pupuk: sifatnya sangat larut dalam air (very soluble), meningkatkan kadar P larutan. Faktor intensitas: kadar hara dalam larutan tanah, adalah P yang segera tersedia. inilah yang mengalami asimilasi oleh organisme, penjerapan oleh pemukaan dan rekasi presipitasi. Penyematan P mengurangi intensitas (P dalam larutan), tetapi juga menjadi cadangan untuk mengisi kembali P dalam larutan, yakni sebagai penyangga.
Kapasitas penyanggaan (buffering capacity) adalah kemampuan tanah untuk mempertahankan kadar hara dalam larutan tanah (ability of soil to maintain nutrient concentrations in the soil solution) atau kapasitas fasa padatan tanah untuk mengisi hara dalam larutan tanah yang diserap oleh tanaman (capacity of solid soil phases to replenish solution nutrients taken up by plant roots). Faktor kuantitas: meliputi P organik, P terjerap dan P mineral, merupakan fraksi labil dan fraksi tidak labil.
  • P labil : secara cepat dapat mengisi P dalam larutan, merupakan P terjerap yang mudah terurai, termasuk P organik yaitu dari fraksi bahan organik yang cepat terombak
  • P tidak labil: secara perlahan akan mengisi P larutan atau P labil, meliputi P yang terjerap kuat, P organik dan P mineral.
Manajemen P pupuk
Tujuan untuk mengurangi penyematan P. Pada tanah yang memiliki kapasitas jerapan tinggi, frekuensi pemberian harus tinggi dengan dosis yang rendah. Pengaruh penempatan pupuk:
  • disebar (surface applications): mobilitas P dalam tanah terbatas, P akan bergerak ke akar dengan sangat lambat.
  • disebar dan dibenamkan (broadcast and incorporate): P diberikan pada zone perakaran, P terbuka penuh terhadap permukaan tanah, potensi penyematan P maksimal.
  • larikan (band placement): mengurangi kontak tanah dengan pupuk, penyematan lebih sedikit dibanding jika disebar dan dibenamkan, akar akan menembus zona P.
  • cara aplikasi terbaik: tergantung hasil uji tanah dan jenis tanah, larikan sangat penting pada tanah yang memiliki P rendah dengan kapasitas penyematan yang tinggi, pada tanah yang memilki P tinggi, atau tanah dengan kapasitas penyematan rendah aplikasi dengan cara disebarkan dan dibenamkan setiap 3-4 tahun cukup efektif.



Demikianlah Artikel Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk

Sekianlah Pembahasan Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • Tag : Pupuk
    0 Komentar untuk "Ketersediaan dan penyematan Posfor dari pupuk"
    Back To Top