MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI

MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, perbanyakan tanaman, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI
link : MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI

Baca juga


MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI

Potret Pertanian - Hai sahabat petani, sebagai seorang petani yang menanam berbagai sayuran, kita harus membiasakan untuk membuat sendiri benih dari berbagai sayuran tersebut. Sebab, yang namanya benih itu pasti diperlukan oleh petani kapan pun itu, untuk membuat bibit dan memperbarui tanaman yang telah tidak produktif lagi.

Keuntungan pertama membuat benih sendiri adalah, tentu kita bisa lebih menghemat lagi. Kita tidak perlu membelinya, karena kita bisa memperoleh benih tersebut dari sayur-mayur yang kita tanam sendiri. Sebagai contoh, kita menanam terong misalnya. Ya kita tinggal membiarkan buah dari terong tersebut menjadi tua, dan kemudian mengambil bijinya.

Setelah biji-bijian kita peroleh, kita bisa menyimpannya di tempat yang aman dan membungkusnya berdasarkan jenis benihnya masing-masing. Mungkin, kita juga bisa memberinya kode tulisan untuk membedakan berbagai jenis benih. Misalnya benih terong ya kita masukkan di dalam plastik tersendiri dan kita beri kode "terong". Begitu juga dengan benih koro, gambas dan sayuran lainnya. Nah berikut Cara memulai membuat benih sendiri.

Penyerbukan
Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dari benang sari jatuh di kepala putik bunga. Sekali bunga mengalami penyerbukan dia akan memulai proses pembentukan benih. Ada bermacam-macam cara penyerbukan, tergantung dari jenis tanaman.
  • Penyerbukan Sendiri : Pada bunga yang memiliki baik serbuk sari maupun kepala putik dalam satu bunga, jenis tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri.
  • Penyerbukan oleh Serangga : Untuk beberapa jenis, misalnya labu, serangga atau burung membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lainnya. 
  • Penyerbukan oleh Angin : beberapa spesies seperti jagung, dibantu oleh angin untuk menyebarkan serbuk sari mereka ke bunga-bunga yang lain.
  • Penyerbukan Silang : Adalah penyerbukan antara dua jenis tanaman yang berlainan.
Merawat tanaman
Agar dapat melestarikan suatu jenis tertentu, penting untuk menghindarkan bunga ini terhadap penyerbukan dari jenis-jenis lain. Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini. Tanamlah jenis-jenis yang berlainan masing-masing berjarak cukup jauh bagi serbuk sari untuk pindah dari satu jenis ke jenis lainnya. Jarak yang diperlukan tergantung pada bagaimana cara serbuk itu menyebarkan diri dan hambatan yang dihadapinya.
  • Pengkandangan, Tanaman yang penyerbukannya dilakukan oleh serangga, dikandangkan secara bergantian agar serangga hanya dapat melakukan penyerbukan pada satu varietas.
  • Pembungkusan, Bunga yang dapat melakukan penyerbukan sendiri dibungkus dengan tas kertas atau jaring tipis untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.
  • Pengisolasian, Tanam sebaris tanaman yang tinggi diantara dua jenis tanaman. Ini dilakukan untuk mencegah pertukaran serbuk sari di antara mereka.
  • Penyerbukan Manusia, Potong kepala benang sari dari bunga jantan dan taburkan pada kepala putik bunga betina. Untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.
Pengumpulan Benih
Kumpulkan benih atau biji dari tanaman terbaik, waktu terbaik untuk melakukan ini adalah pagi hari
  • Benih basah, Petik buah setelah benar-benar matang (melewati keadaan enak dimakan). Keluarkan biji dari buah dan tebarkan di atas lembaran pengering. Siram dengan air untuk membersihkannya.Rendam dalam air selama 24 jam hingga terjadi fermentasi.Setelah itu tiriskan dan dikeringkan.
  • Benih kering, Pilih biji yang besar-besar (seperti pada kacang-kacangan) dengan tangan. Untuk biji-biji kecil seperti pada bawang, masukan tempat biji kedalam tas kecil lalu hancurkan, sehingga biji terpisah dari tempatnya dan diayak ( atau kuliti dan pisahkan kulit dari biji). Kemudian gantung tas tersebut di bawah atap hingga kering. Jangan lupa hindarkan dari pemangsa biji
Pengeringan
Tebarkan benih di atas kain atau kertas. Diangin-anginkan selama satu hari, baru kemudian dipindahkan ketempat yang terkena sinar matahari langsung. Penutupan dengan kain kasa (yang tidak terlalu rapat), membantu menghindari benih dari tiupan angin dan pemangsa! Tanaman seperti bawang dapat digantung dalam tas kertas dibawah atap.
 
Pengujian Pengeringan
Biji-biji besar seperti kacang-kacangan atau jagung membutuhkan waktu 2 minggu untuk mencapai kekeringan sempurna. Cara menguji, coba gigit satu biji, jika gigi anda meninggalkan bekas berarti biji tersebut belum kering benar. Biji menengah seperti labu atau cabe membutuhkan 1 minggu untuk menjadi kering. Biji kering akan terbuka jika ditekuk.Biji kecil seperti terung dan selada membutuhkan 2-3 hari.Perlu ketelitian yang tinggi untuk mengeringkan biji dengan sempurna. Kelembaban sangat mempengaruhi panjang-pendek umur benih yang akan disimpan. Peringatan penting ! Beberapa biji-biji asli tropis tidak boleh dikeringkan dan harus ditanam segera.
 
Pengujian Kecambah
Coba 1 jenis benih dari setiap 10 panenan, tapi tidak lebih dari 500. Catat setiap biji yang berkecambah kemudian bagi dengan jumlah biji yang dicoba, untuk mendapatkan presentase perkecambahan. ( misalnya 75 yang berkecambah dari 100 benih yg dicoba, maka 75/100 = 0.75 = 75%). Jangan lupa untuk penempelan labelnya.untuk pengujian ini dapat dilakukan dengan metoda sederhana
  • Pengujian Penyemaian (untuk biji kecil), Gunakan kompos terbaik sebagai media.Tanah dapat dicampur dengan kompos, setelah diseteril dengan cara merebus dalam air mendidih
  • Pengujian Mangkok (untuk biji besar), Rendam biji dalam air di mangkok/wadah selama semalam, kemudian pisahkan dan tiriskan, Bungkus biji dengan kertas tissue/lainnya lalu tetesi dengan air hingga basah, jaga kelembaban tiap hari, untuk hasil terbaik dapat dalam kantong plastik yg berfungsi meningkatkan suhu (sekitar 25-30 derajat celcius)
Perlakuan Benih
Untuk tumbuh dan berkecambah benih membutuhkan dan menyerap air,terkadang lapisan yang menyelubungi benih menjadi kendala dalam perkecambahannya dan ini menyebabkan benih lambat berkecambah bahkan gagal dalam perkecambahannya. Selain itu faktor iklim turut berperan dan berpengaruh juga, problem selubung/kulit biji ini dipecahkan dengan teknik perlakuan benih seperti dibawah ini :
  • A : Air Panas, Air panas dialirkan kedalam benih sampai terrendam dengan volemunya sekitar 5 kali volume benih, aduk-aduk terus selama 2-5 menit, Perhatikan untuk tidak merendam benih terlalu lama ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Setelah 2-5 menit tiriskan dan ganti dengan air dingin rendam selama 12 jam
  • B : Asam, Lapisi benih dengan asam sulfur selama 10-60 menit sampai lapisan kulit biji berubah, Perhatikan untuk tidak terlalu lama, asam ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Ambil benih dan bilas 10 menit dengan air mengalir, kemudian rendam benih dengan air dingin selama 12 jam 
  • C : Torehan, potong kecil,atau kikis/gerus lapisan benih sedikit pada bagian micropyle (bakal keluar tunas) dengan pisau tajam, rendam 12 jam dengan air dingin 
  • D : Air Dingin, rendam benih dengan air dingin 6-48 jam tergantung jenis benih 
  • E : Tanpa Perlakuan
Menyimpan Benih untuk Kondisi Tropis
Iklim tropis menyebabkan pembusukan benih lebih cepat, namun jika disimpan dengan benar akan bertahan hingga 2 – 10 tahun.
  • Bungkus biji dengan kantong kertas.Taruh di dalam tempat yang kedap udara (toples),2 cm lapisan debu kayu kering akan membantu menjaga kelembaban didalam toples.Tambahkan serbuk intaran,pala untuk menghindari serangga.Tempelkan label dengan jelas.
Menjadi Bank Benih dan Saling Berbagi
Semakin banyak jenis benih yang ada dalam bank benih anda, akan semakin baik. Bekerja bersama-sama dengan teman dan tetangga adalah jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah kegiatan dan Bank benih masyarakat akan menghubungkan serta meningkatkan pengetahuan, informasi dan ketahanan petani lokal. 

Sekali kita memulai bank benih, kita akan terhubung secara nasional maupun dunia dengan jaringan penyelamatan benih global! Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengadakan pertemuan, bergabung dengan komunitas petani organik dan membuat beberapa keputusan dasar, selain itu dapat berbagi metoda. Satu hal untuk penting diwaspadai adalah ancaman industri benih komersial di indonesia dengan pengaduan penjualan benih illegal tanpa sertifikat kepada petani penangkar benih akibat dampak kerugian bagi kepentingan komersial perusahaan ini, dengan saling berbagi diantara sesama anggota komunitas dengan prinsip meminjam benih (tidak menjual, ini penting untuk menghindari implikasi hukum dan kepentingan industri benih komersial) dan saling melakukan penyimpanan Bank Benih maka ancaman ini dapat diantisipasi dengan landasan kuat berbudidaya kembali ke alam (Pertanian organik) 
Baca Juga :


Demikianlah Artikel MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI

Sekianlah Pembahasan MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI"
    Back To Top