Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah

Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, Pojok Potret, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah
link : Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah

Baca juga


Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah

-- --
Potret Pertanian -  Berawal dari perjalanan saya dengan seorang sahabat tadi siang yang mengira ada orang jualan baju di tengah ladang atau sawah yang saya poting dalam judul Apa Tidak Ada Tempat Lain.?! Kok Jualan Baju Ditengah Sawah biar sahabat saya lebih jelas dan gamblang apa yang dimaksut Orang-orangan sawah,  berikut penjelasanya Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah semoga bermanfaat buat sahabat saya tadi.
 

Orang-orangan sawah adalah replika manusia yang ditempatkan di atas tanah yang tengah dibudidayakan (sawah, kebun, ladang, dll) yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti burung atau binatang lainnya (hama sawah) agar tidak mematuk atau merusak biji, tunas, serta buah-buahan yang tengah tumbuh di areal itu. Selain berwujud manusia (sesosok petani), varian lain dari orang-orangan sawah adalah patung hewan predator hama sawah seperti burung hantu atau tikus. Orang-orangan sawah merupakan produk universal petani-petani di seluruh dunia karena hampir seluruh peradaban di dunia yang bercocok tanam menggunakan orang-orangan sawah meskipun dengan spesifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan lokal wilayah masing-masing.

Secara umum, fungsi utama dari orang-orangan sawah adalah sebagai medium bagi petani untuk menjaga tanaman budidayanya dari serangan hama pertanian khususnya burung-burung seperti pipit, gagak, dan sebagainya. Dapat dikatakan juga bahwa orang-orangan sawah merupakan media komunikasi nonverbal antara petani dengan hama pertanian untuk membahasakan atau mengatakan pada hama-hama tersebut agar mereka menjauhi tanaman miliknya. Dengan adanya orang-orangan sawah ini, petani tidak harus berjaga-jaga 24 jam di areal pertanian miliknya meskipun efektifitas orang-orangan sawah hanya untuk mengusir hama yang terbang dan kurang baik untuk menjaga sawah dari serangan tikus atau babi hutan.

Teori sosiologi yang relevan untuk mengkaji orang-orangan sawah adalah “interaksionisme simbolik” buah pikiran George H. Mead. Teori ini menyatakan bahwa manusia kerapkali menggunakan simbol-simbol di dalam interaksi sosialnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang-orangan sawah merupakan suatu simbol yang digunakan petani untuk berinteraksi dengan burung serta hama pertanian lainnya. Simbol ini (orang-orangan sawah) mengandung makna atau pesan yang ingin disampaikan petani yaitu agar mereka menjauhi tanaman budidayanya miliknya. Sumber wikipedia.

Demikian sekilas tentang Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah semoga bermanfaat dan salam sukses elalu buat semua dari Potret Pertanian.


Demikianlah Artikel Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah

Sekianlah Pembahasan Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.Minat Pupuk Mikro Organik Cair, Solusi Terbaik untuk semua Jenis Tanaman, Memperpanjang Mas Produksi Tanaman Cabe, Tomat, serta meningkatkan Produktifitas tanaman, Bagi yang berminat silahkan hubungi kami melalui Komentar atau kirim via email thifapramesta@gmail.com atau melalui contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • Tag : Pojok Potret
    0 Komentar untuk "Orang-orangan sawah Upaya Tradisional Mengendalikan Burung di Sawah"
    Back To Top