Senin, Desember 12, 2016

Tips Antisipasi Pecah Buah Bawang di Musim Hujan

Baca Juga

Potret Pertanian -Banyak tantangan yang dihadapi para petani dalam mengusahakan hasil pertanian yang berkualitas, banyak aspek yang harus di perhatikan dalam berbudidaya, mulai dari bibit, pengolahan lahan, perawatan dan pasca panen. kali ini saya akan berbagi sesuai dengan judul artikel diatas Tips Antisipasi Pecah Buah Bawang di Musim Hujan.

Curah hujan yang tinggi akan meningkatkan timbulnya serangan penyakit pada tanaman yang dibudidayakan, dengan kondisi tanah yang lembab sehingga akan membuat meningkatnya penyakit yang menyerang pada tanaman yang dapat menurunkan hasil produksi, bahkan tak sedikit gagal panen yang dikarenakan curah hujan yang tinggi.

Seperti kasus yang terjadi sekarang di daerah alahan panjang solok, yang menjadi sentra produksi pertanian hortikultura, banyak permasalahan yang tejadi akibat intensitas hujan yang tinggi ahir-ahir ini. seperti yang terjadi pada salah satu sahabat Potret Pertanian yang mengalami pecah buah bawang yang dia budidayakan. 

Pasalnya tanaman bawang yang sudah berusia 50 hari setelah selesaiberbunga atau biasa disebut menombak, Buah bawang atau umbi mulai berbentuk besar, pada musim penghujan atau curah hujan yang tinggi akan membuat buah bawang yang tadinya berumbi besar akan memecah kembali menjadi kecil - kecil yang jika kita panen nanti buah bawang akan menjadi buah yang tidak super, oleh sebab itulah hal yang seperti harus kita waspadai, nah coba pahami keterangan berikut Tips Antisipasi Pecah Buah Bawang di Musim Hujan.

Pada musim curah hujan yang tinggi kadar air dalam tanah akan meningkat kelembapanya, yang akan memicu kadar Nitrogen tinggi dalam tanah, sehingga pada fase seperti inilah buah bawang yang beberapa minggu lagi sudah bisa dipanen akan mengalami pemecahan kembali, karena tanaman bawang tersebut terlalu banyak menyerap kadar unsur nitrogen dari tanah yang meningkat akibat curah hujan yang tinggi.

Untuk menganisipasi hal tersebut diatas terjadi, gunakan pupuk makro dengan kadar kalium dan pospat yang tinggi, selain sebagai dasar antisipasi dengan pemakaian unsur pospat dan kalium yang tinggi akan membuat daun tanaman bawang merah lebih kokoh dan kuat terhadap segala serangan jenis penyakit yang datang dengan extrime pada curah hujan yang tinggi.

Pada dasarnya tanaman bawang merah memang peka terhadap curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi, serta cuaca berkabut. Tanaman ini membutuhkan penyinaran cahaya matahari yang maksimal (minimal 70% penyinaran), suhu udara 25-32 0C, dan kelembaban nisbi 50-70%.

Atau bisa menggunakan pupuk susulan dengan kandungan pospat dan kalium yang dapat digunakan dengan cara enyemprotan melalaui daun tanaman ketika curah hujan tinggi, seperti Prodok MKP, Pupuk Multi Kalium Pospat yang sudah banyak beredar dipasaran diseluruh Indonesia, dengan konsentrasi 20 sampai 30 gram per 15 liter air. semprot pada waktu pagi setelah embun hialng dari daun tanaman dan dapat dicampur dengan pestisida yang lainya.

Nah sekilas tentang Tips Antisipasi Pecah Buah Bawang di Musim Hujan semoga saja dapat bermanfaat bagi kita semua dalam berbudidaya, ok salam sukses selalu petani Indonesia, Potret Pertanian.
Rekomendasi Untuk Anda × +