Sabtu, Februari 18, 2017

Solusi Jika Cabai Melimpah Nanti, Bisa Dibuat Saos Cabai

Baca Juga

Potret Pertanian - Saat ini, tengah gencar Gerakan Nasional Penanaman Cabai (Gertam Cabai) yang dimotori oleh Kementerian Pertanian dengan menggandeng Tim Penggerak PKK di seluruh provinsi di Indonesia.

Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan pada saat Launching Gertam Cabai, selalu menyebutkan target 50 juta pohon cabai di pekarangan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) pun mendukung penuh gerakan tersebut melalui keberadaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di setiap provinsi. Yaitu dalam bentuk penyediaan bibit cabai untuk diberikan kepada TP PKK di masing-masing provinsi, untuk selanjutnya disebarkan kepada ibu-ibu rumah tangga di lingkungan setempat.

Ketika panen tiba, yaitu sekitar 2,5 – 4 bulan HST (hari setelah tanam), dimungkinkan keberadaan cabai akan melimpah. Nah, supaya cabai yang melimpah tidak terbuang percuma karena busuk atau kering, ada pilihan untuk mengolahnya menjadi produk olahan cabai, seperti cabai giling, cabai kering, cabai bubuk, manisan cabai, saos cabai dan bumbu masak pedas lainnya.

Salah satu BPTP yang telah melakukan beberapa kajian untuk menguji SOP pembuatan saos cabai adalah BPTP Balitbangtan Aceh. Di bawah ini ulasan bagaimana prosedur membuat saos cabai.
Persiapan bahan baku, (i) cabai segar yang merah merata, tidak busuk, tidak cacat dan bebas dari hama penyakit, (ii) pepaya matang sebagai bahan pemberi rasa manis dan menambah kekentalan saos, (iii) tepung maizena sebagai bahan pengikat dan memberi penampakan mengkilat pada saos, (iv) air bersih sesuai standart; dan (v) bahan penguat citarasa, yaitu bawang putih, gula, garam, minyak wijen, kecap inggris.

Pengolahan: (i) sortasi, yaitu memilih cabai merah dengan tingkat kemasakan optimal di atas 60%, sehat, tidak cacat, tidak busuk; (ii) pencucian lalu pengeringan;  (iii) pengukusan pada suhu 60-70 derajat Celcius selama 3-5 menit; (iv) pembuburan dengan mesin pembubur; (v) pencampuran cabai halus dengan bahan penguat citarasa; (vi) pemasakan dengan menambahkan tepung maizena dan cuka hingga diperoleh saos yang kental.

Pengemasan: dilakukan secara aseptis pada botol-botol yang telah disterilisasi, segera dilakukan penyegelan setelah saos dimasukkan dalam botol.
Penyimpanan: dapat disimpan pada suhu ruangan, namun harus diperhatikan supaya saos terhindar dari kontaminan. (vwh)
Info lebih lanjut: BPTP Balitbangtan Aceh
Rekomendasi Untuk Anda × +