Penyakit Layu fusarium

Penyakit Layu fusarium - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Penyakit Layu fusarium, Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, hama dan penyakit tanaman, Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Penyakit Layu fusarium
link : Penyakit Layu fusarium

Baca juga


Penyakit Layu fusarium

Potret Pertanian -
Kategori OPT

:Penyakit
Nama Umum:Fusarium wilt of pepper
Nama Latin: Fusarium oxysporum
Nama Daerah: Layu fusarium
Faktor Yang Mempengaruhi:Serangan tinggi pada musim hujan. Perkembangan penyakit cepat terjadi pada tanah masam (pH <6 td="">
Tindakan Preventif:Pengaturan Jarak tanam, Pengapuran, Rotasi tanam dengan komoditas yang berbeda famili, Aplikasi Fungisida secara preventif dengan bijak
Pengendalian:Pengaturan jarak tanam; Rotasi tanaman dengan tanaman bukan keluarga terung-terungan; Aplikasi fungisida yang direkomendasikan, Penyiraman fungisida Benomil sebanyak 200 ml per tanaman pada umur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam, Tanaman yang terserang dimusnahkan
Bahan Aktif yg dapat digunakan:Benomil, Gliocladium virens, Trichoderma koninggii,
Deskripsi:Patogen ditularkan melalui udara dan air. Gejala serangan ditandai tanaman menjadi layu, mulai dari daun bagian bawah. Anak tulang daun menguning. Jaringan batang dan akar berwarna coklat.


Demikianlah Artikel Penyakit Layu fusarium

Sekianlah Pembahasan Penyakit Layu fusarium kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.



Terima kasih atas kunjungan Anda di Potret Pertanian. "Bagi yang Berminat menulis di Potret Pertanian?. Punya Pengalaman didunia pertanian, atau ingin Berbagi Solusi dan Informasi Penting Untuk Pertanian. Kirimkan tulisan anda ke e-mail: prasetyo.budi3@gmail.com atau klik tautan Contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Penyakit Layu fusarium"
    Back To Top