Sabtu, Juli 22, 2017

Tiga Varietas Baru Padi Gogo Hasil Konsorsium

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Perluasan areal tanam padi di lahan kering saat ini menjadi tumpuan besar pemerintah untuk meningkatkan produksi padi nasional. Upaya Pemerintah dalam mendorong perluasan tanam padi di lahan kering ini tentunya perlu didukung dengan tersedianya teknologi budidaya yang prima.

Komponen teknologi utama dalam usaha produksi padi gogo adalah varietas unggul yang adaptif terhadap berbagai permasalahan di lahan kering seperti kekeringan, kemasaman tanah dan penyakit blas. Sehingga, ketersediaan varietas unggul ini menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi padi gogo nasional.

Sejumlah lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia memberikan perhatian serius dalam program perakitan varietas padi gogo. Untuk mensinergikan penelitian padi gogo lintas lembaga penelitian, pada tahun 2008 Badan Litbang Pertanian membentuk Konsorsium Penelitian Padi Nasional.

Salah satu kegiatan konsorsium adalah melakukan pengujian bersama galur-galur harapan di berbagai daerah. Sejumlah varietas unggul telah berhasil dilepas sejak konsorsium padi nasional dibentuk.

Pada tahun 2017 Konsorsium Padi Nasional kembali berhasil melepas varietas unggul baru (VUB) berupa tiga VUB padi gogo yaitu INPAGO 12 AGRITAN, IPB 9G dan UNSOED PARIMAS. Ketiga varietas tersebut telah melalui pengujian di delapan lokasi lahan kering yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dibawah Badan Litbang Pertanian, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor dan Universitas Jenderal Soedirman.

Varietas INPAGO 12 AGRITAN merupakan padi gogo hasil pemuliaan Badan Litbang Pertanian, memiliki potensi hasil yang tinggi yakni sebesar 10.2 ton/ha, rata-rata hasil 6.7 ton/ha, agak toleran terhadap kekeringan dan keracunan Al yang menjadi masalah di lahan kering masam, dan tahan terhadap beberapa ras penyakit blas, serta memiliki tekstur nasi yang agak pulen.

Varietas IPB 9G merupakan padi gogo yang dikembangkan oleh Dr. Hajrial Aswidinnoor bersama tim dari Institut Pertanian Bogor. Varietas tersebut memiliki potensi hasil 9.09 ton/ha, dan rata-rata hasil 6.09 ton/ha, tahan terhadap beberapa ras penyakit blas, agak tahan terhadap keracunan Al dan memiliki tekstur nasi pulen.

Varietas UNSOED PARIMAS merupakan padi gogo yang dihasilkan oleh Prof. Suwarto dan tim dari Universitas Jenderal Soedirman, memiliki potensi hasil 9.40 ton/ha, rata-rata hasil 6.19 ton/ha, tahan terhadap beberapa ras blas, agak tahan terhadap keracunan Al dan kekeringan, dan tekstur nasinya pulen.

Ketiga varietas baru tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi petani untuk meningkatkan produksi padi di lahan kering.

Kerjasama penelitian Badan Litbang dan lembaga penelitian dan universitas melalui Konsorsium Penelitian Padi Nasional akan terus berlanjut dalam menghasilkan inovasi-inovasi pertanian mendukung tercapainya swasembada beras berkelanjutan.(AH/Shr)
Rekomendasi Untuk Anda × +