Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) - Hallo sahabat POTRET PERTANIAN , Pada Postingan Kali ini yang berjudul Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Semoga artikel ini dapat anda pahami dan dapat bermanfaat buat kita semua, terimakasih telah berkunjung ke website sederhana ini dan selamat membaca.

Judul : Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
link : Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Baca juga


Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

-- --
Potret Pertanian - Mikroorganisme adalah makhluk hidup yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Mikroorganisme meliputi bakteri, virus, jamur, dan ragi. Mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada makanan dan beberapa di antaranya (yang disebut pathogen) juga dapat menyebabkan keracunan makanan.

No

Nama OPT DeskripsiGambar OPT
01
Bercak daun 
nama latin:(Septoria chrysanthemi Allesch, dan S. leucanthemi Sacc. et Speg.),
nama umum: Bercak daun
Gejala serangan S. chrysanthemi berupa bercak-bercak hitam pada daun. Bercak berbentuk bulat dan berbatas tegas, sedangkan S. leucanthemi bercak-bercaknya berwarna coklat, berbentuk bulat berukuran besar hingga 3 cm dan mempunyai lingkaran-lingkaran yang jelas. Pada bercak yang disebabkan S. chrysanthemi terdapat badan buah cendawan (piknidium) yang mempunyai lebar 150 - 250 ?m, dan berisi konidium berbentuk tabung, bersel 3 - 4, berukuran 50 - 80 x 2 - 3 ?m. S. leucanthemi mempunyai konidium yang lebih besar, dengan ukuran 100 - 130 x 4 - 5 ?m. Penyakit akan berkembang bila intensitas cahaya kurang, kelembaban tinggi, jarak tanam terlalu rapat, dan pemberian pupuk nitrogen yang terlalu banyak. Penyakit ini jarang menyerang pada musim kemarau.
02
Bercak daun alternaria 
nama latin:(Alternaria sp. ),
nama umum: Alternaria leaf spot
Penyakit bercak daun alternaria atau penyakit bercak kering disebabkan oleh cendawan Alternaria sp. Patogen ditularkan melalui udara. Gejala awal timbulnya bercak kecil di daun-daun bagian bawah, kemudian berkembang dengan diameter mencapai ± 15 mm. Warna bercak coklat dengan lingkaran-lingkaran sepusat. Masa konidia yang berwarna kelabu sampai hitam terlihat di atas bercak. Suhu optimum untuk perkembangan penyakit ini berkisar antara 28-30o C dengan kelembaban tinggi.
03
Bercak daun serkospora 
nama latin:(Cercospora capsici),
nama umum: Cercospora leaf spot
Penyakit bercak daun serkospora atau mata katak disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Patogen penyakit disebarkan melalui udara. Serangan pada daun berupa bercak kecil berbentuk bulat dan kering dengan diameter ± 0,5 cm. Pusat bercak berwarna pucat sampai putih dengan warna tepi lebih tua. Daun menguning dan akhirnya gugur.
04
Busuk basah 
nama latin:(Erwinia carotovora),
nama umum: Soft rot of pepper
Patogen ini ditularkan melalui air, pupuk kandang, dan tanah. Gejala serangan penyakit ini pada tanaman kubis ditandai adanya bercak busuk basah berwarna coklat kehitaman pada daun, batang dan krop kubis. Bercak selanjutnya membesar dan melekuk dan bentuknya tidak beraturan.
05
Busuk buah antraknos 
nama latin:(Colletotrichum sp. ),
nama umum: Fruit rot of peppers (Anthracnose disease)
Patogen ditularkan melalui udara dan biji. Gejala serangan dimulai dengan timbulnya bercak coklat kehitaman pada permukan buah, kemudian bercak menjadi lunak. Pada bagian tengah bercak terdapat kumpulan titik hitam yang merupakan kelompok spora. Pada serangan berat menyebabkan seluruh permukaan buah keriput dan mengering dan warna kulit buah seperti jerami padi.
06
Busuk daun 
nama latin:(Pseudomonas chicorii),
nama umum: Lanas daun
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas chicorii. Gejala penyakit ini berupa bercak coklat kehitam-hitaman berair pada daun dan melebar hingga ke seluruh daun. Bercak ini seolah-olah mempunyai inti dan perlahan-lahan terpisah seperti gelombang. Pada stadium serangan lebih lanjut, daun akan berwarna kecoklatan dan mengering. Bakteri ini menyerang dengan intensitas tinggi bilamana kelembaban lingkungan pertanaman tinggi seperti pada musim hujan. Bila serangan sudah parah, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian tanaman. Penyakit ini sangat sulit dikendalikan bila sudah mulai menyerang. Penanganan kuratif penyakit ini belum diketahui sampai saat ini.
07
Busuk daun/ buah fitoftora 
nama latin:(Phytophthora spp.),
nama umum: Blight of pepper
Patogen ditularkan melalui udara dan air. Gejala awal berupa bercak kebasah-basahan pada bagian tepi atau tengah daun. Bercak selanjutnya melebar dan terbentuk daerah nekrotik yang berwarna coklat. Bercak dikelilingi oleh masa sporangium yang berwarna putih dengan latar belakang hijau kelabu. Serangan dapat menyebar ke batang, tangkai, umbi dan buah. Serangan penyakit ini dapat berkembang dengan cepat pada musim hujan dengan kelembaban di sekitar kanopi >95% dengan suhu sekitar 20° C.
08
Embun tepung 
nama latin:(Leveillula taurica ),
nama umum: Powdery mildew
Patogen penyakit ditularkan melalui angin. Gejala serangan ditandai adanya bercak putih seperti tepung pada permukaan atas dan bawah daun. Daun yang terserang menjadi kuning, mati dan gugur. Kondisi optimum untuk perkembangan penyakit ini adalah pada suhu 15,6-32o C dan ternaungi. Spora sensitif terhadap suhu > 32o C dan cahaya matahari langsung.
09
Embun Tepung 
nama latin:(Oidium chrysanthemi Rab.),
nama umum: Powdery mildew
Gejala serangan penyakit ini yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah. Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25 °C. Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya dapat berkecambah dalam udara dengan kelembaban nisbi rendah (50-75%).
10
Kanker Batang 
nama latin:(),
nama umum: Kanker Batang

11
Kapang Kelabu 
nama latin:(Botrytis cinerea Pers.),
nama umum: Kapang kelabu
Cendawan ini mempunyai inang yang luas, seperti gladiol, anggrek, violces, begonia, lili, mawar, bunga kertas, dan gulma air. Konidia berkecambah pada petal bunga, yang kemudian berkembang menjadi bercak kecil dan bundar dan membesar. Bila kelembaban pada lingkungan pertanaman tinggi (terutama pada musim hujan), intensitas serangan dapat meningkat dan menyebabkan busuk bunga. Cendawan mempunyai konidiofor bercabang-cabang, bersekat, berwarna kelabu, dengan konidium lonjong atau hampir bulat, berukuran 12 - 13 x 9 - 10 ?m. Spora cendawan dapat menyebar dengan perantaraan angin atau serangga. Cendawan dapat bertahan sebagai saprofit pada sisa-sisa tanaman sakit, dan penyakit biasanya hanya terjadi pada musim hujan pada kondisi yang sangat lembab.
12
Karat Putih 
nama latin:(Puccinia horiana Henn),
nama umum: Japanese white rust
Di daerah tropis seperti Indonesia, serangan karat putih lebih umum dijumpai daripada karat hitam. Gejala serangan karat putih adalah terdapatnya bintil-bintil (pustul) putih pada daun bagian bawah yang berisi telium (teliospora) cendawan atau terjadi lekukan-lekukan mendalam berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Teliospora bersel dua dan berdinding tebal. Penyakit ini berkembang dengan cepat pada suhu 16°-21°C. Pada serangan lebih lanjut, penyakit ini dapat menghambat perkembangan bunga. Pada karat hitam, teliospora bersel satu, bulat atau berbentuk ginjal, dengan dinding sel berjerawat berwarna coklat atau putih cerah. Kadang-kadang terdapat urediospora yang bersel dua, dianggap sebagai dua urediospora yang berlekatan. Penyakit ini berkembang baik pada kelembaban tinggi terutama dengan pertanaman yang rapat.
13
Kutu daun 
nama latin:(Aphids sp.),
nama umum: Aphids
Kutu daun termasuk dalam Ordo Hemiptera dengan Famili Aphididae. Aphididae berasal dari bahasa. Yunani yang berarti menghisap cairan. Serangga ini menghisap cairan dari tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tanaman inang kutu daun lebih dari 400 jenis tanaman, antara lain krisan, anggrek, gerbera, lili, mawar, dll. Gejala serangan hama ini terutama pada daun yang masih muda dan kuncup bunga yang sedang berkembang. Saat populasi tinggi hama ini menimbulkan kerusakan berat, seperti terjadi malformasi, gangguan dalam proses pembentukan bunga, dan tumbuhnya embun jelaga yang menyebabkan daun dan batang menjadi kehitam-hitaman sehingga aktivitas fotosintesis terganggu. Selain itu kutu daun dapat menjadi vektor penyakit yang disebabkan oleh virus chrysanthemum mottle virus (CMV). Serangan virus ini lebih merugikan bila dibandingkan dengan kerusakan langsung yang diakibatkan oleh hama ini. Kutu daun dewasa ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap. Imago bersayap memiliki panjang 2-2.5 mm, bertubuh lunak dan berwarna cokelat kemerahan (mahogani) dan mengkilat. Imago yang tidak bersayap memiliki panjang tubuh 1.5 mm. Nimfa kutu daun mempunyai panjang 0.6-1 mm. Abdomen belakang pada kutu daun terdapat sepasang cornicle berbentuk silinder dan meruncing ke ujung. Imago bersayap biasanya muncul bila kepadatan populasi tinggi. Seranggga ini mempunyai tingkat kepiridian yang tinggi, dan di daerah tropis berkembang biak secara partenogenesis dan vivipar. Daur hidup berlangsung 6-8 hari. Embrio dapat berbentuk tanpa melalui proses pembuahan dan telah berkembang di dalam tubuh induknya sehingga imago kutudaun tampak seperti melahirkan nimfa.
14
Kutudaun persik 
nama latin:(Myzus persicae),
nama umum: Green peach aphid
Tubuh nimfa berwarna kuning pucat, hijau, merah jambu, atau merah yang biasanya bercampur di dalam suatu koloni dengan panjang tubuh instar terakhir 0,8 –1,0 mm. Fase dewasa kutu daun ada dua bentuk, yaitu bentuk bersayap/alatae dan bentuk tidak bersayap/apterae.
15
Kutukebul 
nama latin:(Bemisia tabaci),
nama umum: Whitefly
Serangga dewasa kutukebul berwarna putih dengan sayap jernih, dengan ukuran tubuh berkisar antara 1- 1,5 mm. Serangga dewasa biasanya berkelompok dalam jumlah banyak di bawah permukaan daun. Bila tanaman tersentuh serangga akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih.
16
Lalat buah 
nama latin:(Bactrocera spp.),
nama umum: Fruit fly
Serangga dewasa lalat buah mirip lalat rumah dengan panjang tubuh ± 6-8 mm. Belatung berwarna putih susu berada di dalam buah.
17
Lalat pengorok daun 
nama latin:(Liriomyza sp.),
nama umum: Leaf miner
Serangga dewasa lalat pengorok daun berupa lalat kecil yang berukuran ±2 mm. Larva aktif mengorok dan membuat lubang pada jaringan daun.
18
Layu bakteri 
nama latin:(Ralstonia solanacearum),
nama umum: Bacterial wilt of pepper
Patogen ini ditularkan melalui air. Gejala awal ialah tanaman menjadi layu yang dimulai dari pucuk menjalar ke bagian bawah tanaman sampai seluruh daun layu dan akhirnya tanaman mati. Penyakit akan berkembang pesat pada musim hujan.
19
Layu fusarium 
nama latin:(Fusarium oxysporum),
nama umum: Fusarium wilt of pepper
Patogen ditularkan melalui udara dan air. Gejala serangan ditandai tanaman menjadi layu, mulai dari daun bagian bawah. Anak tulang daun menguning. Jaringan batang dan akar berwarna coklat.
20
Layu Fusarium 
nama latin:(Fusarium oxysporum Schlecht. ex. Fr. dan Verticillium albo-atrum Reinke et Bert.),
nama umum: Layu Fusarium
Gejala serangan Fusarium sp. adalah tanaman layu, daun menguning dan mengering mulai dari daun bagian bawah merambat ke daun bagian atas, dan akhirnya mengakibatkan kematian tanaman. Potongan batang melintang pada tanaman yang sakit menunjukkan warna coklat melingkar di sekeliling pembuluhnya. Sedangkan cendawan Verticillium sp. menyebabkan daun-daun menguning, kemudian layu permanen, mirip dengan gejala serangan Fusarium, tetapi daun-daun yang terserang berguguran. Fusarium sp. merupakan patogen penyebab penyakit tular tanah (soilborne disease) yang dapat bertahan secara alami di dalam media tumbuh dan pada akar-akar tanaman sakit dalam jangka waktu yang relatif lama. Infeksi dapat melalui jaringan tanaman yang terluka pada tanaman rentan. Penyakit ini mudah menular melalui benih dan alat pertanian yang digunakan
21
Nematoda 
nama latin:(Meloidogyne sp.),
nama umum: Nematoda akar
Nematoda ini mempunyai inang yang sangat luas seperti kentang, kubis, tomat, ubi jalar, tembakau, teh, tebu, jahe, dan padi-padian. Gejala khas serangan nematoda akar adalah terbentuknya bintil-bintil akar. Pada bagian akar tanaman yang terinfeksi terbentuk kanker (gall) seperti yang disajikan pada gambar 22, atau bahkan busuk bila serangan sudah serius. Gejala umum yang dapat diamati adalah tanaman menjadi layu dan daun menguning akibat rusaknya perakaran. Pertumbuhan pada bagian atas tanaman menjadi terhambat. Kumpulan telur nematoda Meloidogyne dilindungi oleh cairan pekat. Larva stadium kedua akan ke luar dari telur, berbentuk cacing dengan ukuran panjang 0,3 - 0,5 mm. Larva tersebut bergerak aktif melalui selaput air di antara partikel-partikel tanah dan menyerang akar tanaman dengan cara melukai epidermis ujung akar dengan stilet (alat penusuk dan pengisap pada mulutnya) lalu masuk ke dalam jaringan sampai ke jaringan tengah. Larva tersebut mengisap cairan sel akar. Cairan pencernaan yang dikeluarkan oleh nematoda ini merangsang terjadinya pembelahan sel akar sehingga terjadi pembengkakan. Keadaan ini dibutuhkan untuk perkembangan larva. Nematoda betina berbentuk seperti buah per dengan ukuran panjang 0,5-1,2 mm. Nematoda jantan berbentuk cacing memanjang dengan ukuran 1,0 - 2,0 mm. Saat ini telah banyak nematisida untuk pengendalian nematoda Meloidogyne yang dapat digunakan.
22
Orong-orong 
nama latin:(Gryllotalpa sp.),
nama umum: Mole cricket
Serangga berwarna coklat kehitaman menyerupai cengkerik dengan sepasang kaki depan yang kuat. Sifatnya sangat polifag, memakan akar, umbi, ubi dan tanaman muda.
23
Oteng-oteng 
nama latin:(Epilachna sparsa),
nama umum: Epilachna beetle
Serangga dewasa oteng-oteng berupa kumbang kecil yang panjangnya ± 1 cm, berwarna merah dengan bintik-bintik hitam. Stadia larva pada punggungnya terdapat duri-duri seperti landak. Pada stadia larva ini yang paling merusak. Larva dan imago memakan permukaan daun bagian atas dan bawah sedangkan lapisan epidermis dan tulang daun ditinggalkan.
24
Rebah kecambah 
nama latin:(Pythium spp.),
nama umum: Damping off
Penyakit rebah kecambah banyak menyerang tanaman muda di persemaian. Gejala serangan yang disebabkan oleh cendawan Pythium spp. ditandai dengan adanya warna coklat di pangkal akar dan membusuk.
25
Siput 
nama latin:(Achatina sp.),
nama umum: Giant African snail

26
Siput 
nama latin:(Deroceras reticulatum),
nama umum: Siput
Hewan ini juga bersifat polifag antara lain pada kol, sawi, tomat, kentang, tembakau, karet dan ubi jalar. Gejala serangan sering dijumpai pada tanaman yang masih muda. Siput biasanya menyerang pada malam hari dengan membuat lubang-lubang tidak beraturan. Serangan ditandai dengan adanya bekas lendir sedikit mengkilat dan kotoran. Selain daun, siput juga dapat menyerang bunga, akar dan tunas anakan. Tanaman yang terserang menjadi rusak (terkoyak) atau bahkan dapat mengakibatkan kematian tanaman. Siput dewasa dapat mencapai panjang tubuh sekitar 5 cm, bertubuh lunak, berwarna putih kecokelatan. Mimiliki radula (lidah pemarut) dengan barisan gigi sebanyak 20-ribuan. Sepasang tentakel berfungsi sebagai indera penciuman dan perasa.
27
Trips 
nama latin:(Thrips sp.),
nama umum: Thrips
Panjang tubuh serangga dewasa ± 8-9 mm. Nimfa trips tidak bersayap, sedangkan serangga dewasanya bersayap seperti jumbai (sisir bersisi dua).
28
Trips 
nama latin:(Thrips parvispinus Karny),
nama umum: Thrips
Hama ini bersifat polifag dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap inangnya. Hama ini mempunyai tanaman inang utama yaitu cabai, bawang merah, bawang daun dan jenis bawang lainnya, dan tomat. Tanaman inang lain yaitu tembakau, kopi, ubi jalar, labu siam, bayam, kentang, kapas, tanaman dari famili Crusiferae, Crotalaria, aneka kacang, mawar, dan sedap malam. Hama trips menyerang dengan cara menggaruk dan mengisap cairan tanaman (daun muda/pucuk) dan tunas-tunas muda, sehingga sel-sel tanaman menjadi rusak dan mati. Gejala serangan paling banyak dijumpai pada permukaan atas daun atau bunga. Daun tampak keriput, mengeriting dan melengkung ke atas. Trips biasanya makan di bagian dalam kuncup bunga atau daun yang baru berkembang. Akibat hisapan trips, jaringan tanaman menjadi kering sehingga menimbulkan gejala keperakan. Gejala pada bunga berupa bintik-bintik putih. Kerusakan tanaman ini ditandai dengan adanya bercak-bercak keperak-perakan/kekuning-kuningan seperti perunggu terutama pada permukaan atas daun. Gejala bercak keperak-perakan awalnya tampak dekat tulang daun menjalar ke tulang daun hingga seluruh permukaan daun menjadi putih. Daun kemudian menjadi coklat, mengeriting atau keriput dan akhirnya kering. Pada intensitas serangan yang tinggi, tepi daun berkerut, menggulung ke dalam dan timbul benjolan seperti tumor sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan bila daun tersebut dibuka, akan terdapat imago yang berkelompok. Tanaman yang merana tidak akan menghasilkan bunga yang prima. Pada keadaan seperti itu hasil panen dapat dikatakan rusak dan tidak layak untuk dipasarkan. Hama ini juga bertindak sebagai vektor Tomato Spotted Wilt Virus (TSWV). Populasi dan serangan trips biasanya tinggi pada musim kemarau dan menurun pada musim hujan. Serangga dewasa (imago) berukuran sangat kecil dan bertubuh langsing, dengan panjang tubuh 0,5-5,0 mm (beberapa jenis daerah tropika panjangnya hampir 14 mm). Berwarna kuning pucat sampai coklat kehitaman. Imago yang sudah tua berwarna agak kehitaman, berbercak-bercak merah atau bergaris-garis. Imago trips muda berwarna putih atau kekuning-kuningan. Trips berkembang biak secara partenogenesis. Umur stadium serangga dewasa dapat mencapai 20 hari. Telur trips berbentuk oval atau seperti ginjal. Serangga betina dapat bertelur hingga 80 butir dan dapat menetas setelah 3 - 8 hari. Telur biasanya diletakkan pada daun bagian bawah atau di dalam jaringan tanaman secara terpencar. Nimfa yang baru menetas berwarna keputihan/kekuningan. Nimfa instar pertama dan kedua aktif berada di permukaan daun sedangkan instar selanjutnya tidak aktif. Kemungkinan pada saat ini nimfa berada di permukaan tanah. Pupa yang terbungkus kokon terdapat di permukaan bawah daun dan di permukaan tanah di sekitar tanaman. Trips muda yang keluar dari kokon biasanya belum dapat terbang tetapi sudah dapat meloncat. Perkembangan pupa menjadi trips muda akan semakin meningkat pada kelembaban rendah dan suhu lingkungan yang hangat.
29
Tungau 
nama latin:(Polyphagotarsonemus latus ),
nama umum: Broad mite

30
Tungau Merah 
nama latin:(Tetranychus sp.),
nama umum: Tungau Merah
Hama ini bersifat bersifat kosmopolit dan dapat dijumpai hampir di seluruh belahan dunia. Tanaman inang selain krisan antara lain singkong, kapas, hampir pada semua tanaman pada famili leguminoceae, jeruk, mawar, karet, jarak, pepaya, dadap, kacang-kacangan, tomat dan gulma terutama golongan dicotyledonae. Tungau sangat cepat berkembang biak dan dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan secara mendadak. Hal ini berkaitan dengan waktu perkembangan tungai yang singkat, yaitu berkisar 12-19 hari pada suhu 20-25°C Bagian tanaman yang diserang antara lain tangkai daun dan bunga. Imago sering berada pada daun bagian bawah. Gejala kerusakan yang diakibatkan oleh tungau hama ini bervariasi tergantung jenis tanamannya. Nekrotik merupakan gejala yang pasti terjadi pada daun yang terserang. Gejala serangannya tampak pada daun berupa titik kecil berwarna terang yang kemudian berkembang menjadi bercak tidak teratur berwarna putih atau hijau. Sering terjadi perubahan warna daun dari kuning menjadi keperakan. Kerusakan lainnya adalah daun mengeriting, nekrosis pada daun dan batang muda bahkan juga pada tunas yang baru tumbuh serta melengkung pada permukaan bawah daun. Bila serangan berat daun layu dan gugur dan tanaman menjadi gundul. Tungau ini berukuran kurang dari 1 mm, biasanya berwarna merah, hijau, orange atau kuning. Siklus hidup tungau ini terdiri dari telur, larva, nimfa (protonimfa dan deutonimfa) dan dewasa. Telur umumnya diletakkan pada permukaan bawah daun tapi terkadang juga pada permukaan atas daun bila populasi tunga berlimpah. Telur berbentuk bulat seperti bola dan saat baru diletakkan berwarna putih bening. Larva dan nimfa berwarna hijau kekuningan dengan bintik gelap pada bagian samping atas. Tungau dewasa umumnya berwarna merah atau merah kekuningan. Warna tubuh imago terkadang dipengaruhi oleh tanaman inangnya. Tungkai berwarna kekuningan. Imago betina memiliki lama hidup yang lebih panjang dibandingkan imago jantan. Tingkat fekunditas bervariasi dan dipengaruhi oleh suhu. Imago betina hanya mampu meletakkan telur rata-rata 10 butir telur per hari, dan selama hidupnya imago betina dapat menghasilkan kira–kira 100 butir telur pada suhu 25oC. Imago jantan berkembang lebih cepat dari pada betina.
31
Ulat buah 
nama latin:(Helicoverpa armigera),
nama umum: Cotton bollworm
Serangga dewasa berupa ngengat berwarna coklat kekuning-kuningan dengan bintik-bintik dan garis yang berwarna hitam. Ada dua spesies ulat buah yang me-nyerang tanaman sayuran dan palawija, yaitu ulat buah tomat (Helicoverpa armigera) dan ulat buah jagung (Helicoverpa zea). Stadia yang paling merugikan ialah stadia ulat/ larva. Tubuh ulat berbentuk silindris dan terdapat variasi warna dan corak, tergantung pada sumber makanannya.
32
Ulat grayak 
nama latin:(Spodoptera sp.),
nama umum: Taro caterpillar
Serangga dewasa berupa ngengat berwarna coklat. Larva/ ulat mempunyai warna yang bervariasi, tetapi mempunyai ciri khas yaitu noktah hitam pada segmen abdomen keempat dan kesepuluh yang menyerupai kalung. Hama ini bersifat polifag.
33
Ulat tanah 
nama latin:(Agrotis ipsilon),
nama umum: Black cutworm
Serangga dewasa berupa ngengat yang aktif terbang pada malam hari. Tubuh serangga dewasa keabu-abuan dengan sayap berwarna kelabu dengan tanda hitam coklat. Ulat berwarna hitam keabu-abuan, aktif merusak tanaman pada malam hari dan kadang-kadang bersifat kanibal.
34
Uret 
nama latin:(Holotrichia sp.),
nama umum: White grub
Serangga dewasa berupa kumbang berwarna coklat dengan panjang tubuh ± 2,5 cm. Kepala larva berwarna putih kemerahan dan ciri khas larva uret perutnya dalam posisi membengkok.
35
Virus 
nama latin:(Viroid),
nama umum: Virus

36
Virus kompleks 
nama latin:(virus mosaik, virus daun menggulung, virus Y, dll. ),
nama umum: Virus complex
Pada umumnya penyakit virus ditularkan oleh serangga vektor seperti kutudaun atau oleh tangan, peralatan pertanian, dll. Gejala serangan virus kompleks sangat bervariasi. Namun demikian gejala umum yang tampak pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang mempunyai beberapa corak. Bagian daun yang klorosis dapat berwarna hijau muda sampai kuning, bahkan mendekati putih. Seringkali permukaan daun menjadi tidak rata atau tampak mempunyai lekuk-lekuk hijau tua.
37
Wereng kapas 
nama latin:(Empoasca sp.),
nama umum: Leafhopper



Demikianlah Artikel Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Sekianlah Pembahasan Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kita semua. sampai jumpa di postingan Berikutnya dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.Minat Pupuk Mikro Organik Cair, Solusi Terbaik untuk semua Jenis Tanaman, Memperpanjang Mas Produksi Tanaman Cabe, Tomat, serta meningkatkan Produktifitas tanaman, Bagi yang berminat silahkan hubungi kami melalui Komentar atau kirim via email thifapramesta@gmail.com atau melalui contact Us dibawah ini
  • Contact Us

  • 0 Komentar untuk "Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)"
    Back To Top