Rabu, September 13, 2017

Presiden Ingin Sektor Pertanian Dikembangkan dengan Cara Modern

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar paradigma pengembangan sektor pertanian diubah dari budidaya menjadi agrobisnis. Menurut dia, dengan menjadikan sektor pertanian sebagai sebuah bisnis, maka akan membuat petani lebih sejahtera.

Jokowi mengungkapkan, pertanian akan memberikan keuntungan yang besar bukan dari proses budidayanya, melainkan dari pemasaran ‎hasil pertaniannya. Hal tersebut yang selama ini belum dikembangkan dengan baik.

"Dan kalau kita lihat sekian tahun ke belakang, kita selalu berkutat pada onfarm-nya, selalu berkutat pada sektor budidayanya. Kita lupa bahwa petani akan mendapatkan keuntungan yang besar itu sebetulnya dari proses bisnisnya, dari proses agrobisnisnya. Bukan karena di onfarm-nya, bukan karena di sektor budidayanya," ujar dia di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/9/2017).
Dia mengungkapkan, hasil pertanian akan memberikan nilai tambah yang tinggi jika proses dari hulu hingga hilirnya dilakukan berdasarkan pehitungan bisnis, bukan hanya sekadar membudidayakan tanaman yang ada di sekitarnya.

‎"Inilah paradigma yang harus kita ubah. Jangan sampai kita terlalu berkutat pada sektor budidaya yang berkaitan dengan benih, yang berkaian dengan pupuk, yang berkaitan dengan insektisida. Itu betul, itu penting, tetapi kalau kita ingin memberikan keuntungan yang besar sekali, paradigma kita harus tahu bahwa kita harus masuk ke sektor proses bisnisnya, ke sektor agrobisnisnya," kata dia.

Dengan paradigma agrobisnis, petani itu harus memiliki sendiri industri benih, memiliki aplikasi-aplikasi produksi yang modern dan memiliki penggilingan penggilingan modern.

"Ini harganya juga tidak mahal kalau di-backup oleh perbankan, asal hitung-hitungannya visible asal bank masuk ke sana dan dihitung bankable yaitu yang kita cari," lanjut dia.
Rekomendasi Untuk Anda × +