Senin, Maret 19, 2018

Mengenal Merk Pestisida Kontak Sistemik serta Merk Dagang

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Beberapa Merek Fungisida Sistemik di Pasaran.Nama Bahan Aktif1. Benlate T 20/20 WP Benomyl 20% + Tiram 20%2. Delsene MX 80WP Carbendazim 6.2% + Mancozeb73.8%3. Saaf 75 WP Mancozeb 63% + Carbendazim 12% 4. Makaliette 35/35 WP Alumunium Fosetil 36.9% +Mancozeb 36.9%5. Pruvit PR 10/56 WP Oksadisil 10% + Propineb56%6. Ridomil MZ 8/64 WPMetalaksil 8% + Mancozeb64% 7. Unilax 72 WP Mancozeb 64% + Metalaxil 8%8. Sandovan MZ 10/56 WP Oksadisil 10% +Mancozeb 56% Jadi gunakanlah selalu fungisida sistemik sebagaipencegahan serangan cendawan Setiap petani harus cerdas, agar dapat memperoleh hasil yang melimpah dengan modal yang kecil.Tidak sedikit petani yang gagal dalam bercocoktanam. Agar hal ini tidak terjadi,inilah tips untuk menjadi petani yang cerdas :

  1. Membeli Obat (Pestisida) Bukan Karena MERK,Tapi Fungsi dan Kandungan Bahan Aktif. Ratusan merk dagang obat (Pestisida) yangberedar di Indonesia. Kita akan bingung memilihjika hanya mengacu pada merk. Biasanya yangmembedakan merk obat dengan obat yang lainhanya ZAT PEMBAWA. Apapun merknya, jikakandungan BAHAN AKTIF sama, pasti memiliki fungsi dan sifat yang sama.· MANKOZEB, berarti fungisida KONTAK untukmengendalikan jamur secara langsung ketikaadanya serangan jamur/fungi pada tanaman.· Difenoconazol dan Tebuconazol, berarti fungisidaSISTEMIK untuk mengendalikan jamur dengan cara diserap jaringan tanaman dan mencegah tanamanterlebih dahulu sebelum terserang oleh jamur .· ABAMECTIN adalah INSEKTISIDA kontak kuatuntuk mengendalikan hama TRIP, LIRIOMYZA(Grandong) dan lain sebagainya.
  2. Mengenal Sifat Daya Kerja Obat Berdasarkan cara kerjanya, obat atau pestisidadikelompokan antara lain RACUN KONTAK, RACUNSISTEMIK, RACUN TRANSLAMINAR dan lainsebagainya. Akan tetapi yang sering kita temuiracun kontak dan racun sistemik. Jika obattersebut racun kontak, maka prinsip kerjanya melindungi dari permukaan atau hama akan matijika kena obat tersebut (Biasanya dalam cuacanormal memiliki daya kerja 4 hari). Sedangkanracun sistemik masuk kedalam jaringan lewatkutikula maupun stomata (Biasanya dalam cuacanormal memiliki daya kerja 7-10 hari). 
  3. Menerapkan 5 Kaidah PHT (Pengendalian HamaTerpadu) yaitu :
  •  Tepat sasaran : Tepat dalam "mendiaknosa"penyakit yang menyerang semisal Bercak Daunapa Busuk Daun.
  • Tepat jenis : Jika kita yakin penyakit yang menyerang busuk daun, maka racun kontak yangdigunakan berbahan aktiv klorotalonil ataupropineb dan racun sistemiknya berbahan aktivtebuconazol
  • Tepat waktu : Waktu penyemprotan: Pagi: jam6-10 Sore: Jam 3-6. Racun kontak dapat juga semprotkan pada malam hari, sedangkan racunsistemik TIDAK DAPAT disemprotkan pada malamhari (stomata dan kutikula akan menutup padasaat malam hari jadi tidak efektif untuk meresapobat yang bersifat sistemik). Hal ini bertujuan agarafikasi kerja obat dabat berfungsi secara maksimal. 
  • Tepat dosis/konsentrasi: Ikuti petunjuk danaturan dosis. Biasanya dosis umum yang seringdigunakan adalah 1 ml per 1 liter air. Atau 15-17 mlper tangki semprot 17 liter.
  • Tepat cara penggunaan : Obat yang bersifatalkalis tidak dapat dicampur dengan obat yang lain dalam penyemprotan. Jangan menyemprotberlawanan arah angin, karena dengan anginyang berlawanan, semprotan yang dihasilkan olehsprayer bisa mengenai tubuh petani yangmenyemprot. Saat kita bertujuan mengendalikanpenyakit karena fungi, sementara hentikan penggunaan pupuk yang mengandung NITROGENtinggi atau bahan yang mengandung protein tinggi(C, H, O, N).
Rekomendasi Untuk Anda × +