• Breaking News

    Mengenal TAKESI Aplikasi Berbasis Android untuk Kesehatan Sapi

    POTRET PERTANIAN - Perangkat ponsel pintar berbasis android sangat populer digunakan oleh masyarakat, tidak terkecuali di kalangan para petani dan peternak. Seperti yang dilansir oleh perusahaan riset We Are Social bahwa 94% penggunaan ponsel pintar di Indonesia digunakan untuk mencari informasi. Oleh karena itu, aplikasi berbasis android ini menjadi media yang baik guna menyebarkan informasi kesehatan sapi kepada para peternak.                                                                           
    Pemerintah kembali mencanangkan konsep baru dalam rangka mewujudkan swasembada sapi pada tahun 2026 yaitu melalui program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan kerbau Bunting melalui program Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Salah satu kendala dalam program tersebut adalah rendahnya pengetahuan dan pemahaman peternak terkait dengan permasalahan kesehatan sapi dan gangguan reproduksi pada ternaknya. Hal ini berpotensi menyebabkan kematian ternak, terutama pedet akibat terlambatnya penanganan kesehatan atau terlambatnya peternak dalam memberikan informasi kesehatan ternaknya kepada petugas medis di lapang.

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) melalui unit kerjanya Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) telah mengembangkan aplikasi berbasis android yang berisi tentang informasi kesehatan sapi. Aplikasi ini diberi nama TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi) yang bisa langsung diunduh di Play Store. Dalam pengembangannya, aplikasi TAKESI melibatkan para ahli yang berkompeten di bidang kesehatan hewan, termasuk para petugas tenaga kesehatan hewan di lapang.

    Secara garis besar, aplikasi ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu penyakit dan gangguan reproduksi pada sapi indukan, penyakit dan gangguan pada anak sapi, manajemen  kesehatan sapi dan kontak ahli. Berdasarkan jenis penyakitnya, aplikasi ini dibagi menjadi penyakit infeksius dan non infeksius. Untuk memudahkan pemahaman informasi bagi pengguna, aplikasi ini disusun menggunakan bahasa yang sederhana, singkat dan jelas, termasuk memasukkan beberapa bahasa daerah popular perihal nama penyakit-penyakit tertentu.

    Tujuan pengembangan aplikasi TAKESI adalah untuk memberikan edukasi kepada para peternak sapi, penyuluh atau masyarakat, termasuk mahasiswa agar mampu mengenal penyakit dan gangguan reproduksi yang terjadi pada ternak. Pengguna mampu memberikan laporan gambaran klinis yang lebih jelas kepada petugas kesehatan hewan di lapang. Melalui informasi yang diperoleh dari TAKESI, diharapkan kejadian kematian ternak ruminansia akibat keterlambatan penanganan medis dapat diminimalkan.(Uk)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad