Minggu, April 01, 2018

Kenpa Orang Indonesia Suka Makan Ikan Kaleng Berikut 5 Alasannya

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Produk ikan kaleng saat ini menjadi sorotan karena adanya kandungan cacing di dalamnya. BPOM pun menarik sekitar 27 jenis ikan kaleng karena ditemukan cacing jenis anisakis di dalamnya.

BPOM membeberkan secara rinci 27 merek makanan kaleng yang mengandung cacing itu di situs resminya, Rabu (28/3) pukul 13.50 WIB. Puluhan merek produk mengandung cacing itu antara lain ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr. Fish.

Selain itu ada juga mereka Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King's Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TLC, dan TSC.


Penny K. Lukito, Kepala BPOM, juga telah memerintahkan agar produsen dalam negeri dan importir menghentikan seluruh produksi dan impor produk ikan kaleng bercacing itu sampai ada audit lanjutan.
"Bisa jadi penghentian sementara jadi pencabutan izin edar kalau ada bukti yang lebih lanjut," kata Penny pada jumpa pers di kantor BPOM di Jakarta, Rabu (28/3).

Ikan kalengan atau yang biasa disebut sarden adalah salah satu jenis sajian yang dianggap praktis. Selain praktis, ikan kalengan dianggap punya cita rasa yang enak.

Ikan kalengan ini sendiri sebenarnya bukan jenis makanan baru di Indonesia. Sudah sejak bertahun-tahun lalu, jenis makanan kaleng berbahan dasar ikan ini populer di Indonesia.

Apa sebenarnya alasan orang Indonesia menggemari ikan kalengan ini?

1. Praktis dimasak dan murah meriah
Ikan kalengan yang merupakan jenis ikan makarel ini diolah dengan menggunakan berbagai rempah dan bumbu sebelum dikalengkan. Ikan kalengan tersebut juga sudah diolah setengah matang dengan tambahan saus tomat di dalamnya.

Dalam ikan kalengan, ikan yang disajikan ini pun mudah dan cepat dimasak. Hanya tinggal itambah beberapa jenis bumbu dasar,

"Praktis dimasak dan mudah, apalagi untuk dimasak sendiri (bukan oleh ibu)," kata Yudi, salah satu penggemar sarden kepada CNNIndonesia.com.

Selain soal praktis dimasak, khususnya oleh orang-orang yang tak punya banyak waktu untuk memasak, termasuk anak kost, ikan kalengan ini juga termasuk irit.
Yudi mengungkapkan bahwa makan ikan kaleng juga terbilang bisa menghemat pengeluaran uang makannya.

"Bisa dijadikan lauk makan sehari tiga kali," katanya.

2. Mudah dimakan
Selain mudah dimasak Ikan olahan dalam kaleng ini ternyata juga mudah dimakan.

Jika salah satu alasan untuk makan ikan adalah enggan ribet 'berkelahi' dengan duri dan tulang ikan, maka ikan kaleng bisa jadi solusi.

"Kalau makan sarden biasanya tulangnya sudah lunak dan bisa makan, dan durinya pun udah enggak terlalu banyak," ungkap Sita, responden CNNIndonesia.com lainnya.

3. Bebas repot bersihkan ikan
Ketika mengolah ikan segar, salah satu PR besarnya adalah harus membersihkan sisiknya.

Membersihkan sisik, sirip, organ dalam, dan isi kepala ikan jadi pekerjaan sendiri yang butuh waktu lama. Ketika tak membersihkannya dengan benar, rasa ikan segar akan ikut terpengaruh saat dimasak.

Berbeda dengan ikan kalengan yang hanya tinggal membuka kaleng dan memberikan beeberapa bumbu dasar tambahan dan menumisnya sebentar.

Olahan ini juga banyak dianggap sebagai salah satu cara enak dan mudah untuk makan ikan.tanpa harus membersihkan sisik, organ dalam, dan sisa bagian ikan lainnya.
4. Enak dengan bumbu dasar
Mengolah ikan segar dengan bumbu ala Indonesia mungkin butuh banyak bumbu untuk menghilangkan amisnya. Namun ikan kalengan ternyata tak butuh banyak bumbu untuk membuatnya enak.

Tambahan saus tomat dalam kalengannya sudah memberikan rasa tersendiri yang membuatnya jadi lebih enak.

"Enak, apalagi kalau ditambah cabai yang pedas," kata Ogan, seorang mahasiswa saat dihubungi CNNIndonesia.com.

5. Cocok disantap dengan apa saja
Meski mudah diolah dengan bumbu dasar dan nikmat disantap hanya dengan nasi putih hangat, namun ikan kalengan ini juga bisa diolah menjadi beragam makanan nikmat.

Ikan kalengan ini juga bisa disajikan dengan tambahan bahan makanan lain, misalnya ditambah dengan sosis, telur dan lainnya.

"Biasanya saya masak dengan tambahan mi instan di dalamnya, mi sarden. Biasanya orang Medan makan ikan kaleng dengan cara seperti ini," kata Rico, salah satu mahasiswa kepada CNNIndonesia.com.

Berbeda dengan Sita, responden lainnya, Christy mengaku biasa mengolah ikan kaleng saus tomat ini dengan pasta.

"Biasanya dicampur dengan pasta, ikan kaleng saus tomatnya ini dipakai sebagai penganti saus pasta (topping)," katanya.

"Kalau biasanya pasta diolah pakai saus bolognese, nah ini saus tomatnya jadi saus yang melumuri pasta, dan ikannya jadi pengganti daging. Enak." (chs/chs)
Rekomendasi Untuk Anda × +