• Breaking News

    Mengenal Sahabat Vespa Gembel Keren Unik Nyentrik

    POTRET PERTANIAN - Di bulan Ramadhan ini, kita pasti ingin memaksimalkan ibadah yang dijalani, karena hal-hal baik yang dilakukan, insya Allah akan diganjar dengan pahala. Bagaimana jika di bulan penuh berkah ini, Anda berbagi kebaikan dengan orang lain?
     
    Sikap saling berbagi di bulan Ramadhan telah menjadi kebiasaan bagi umat muslim. Dengan berbagi kita diajarkan untuk memiliki rasa empati dan peduli terhadap sesama.  Kegiatan berbagi kebaikan yang sering dilakukan antara lain: mengadakan acara berbuka bersama anak yatim-piatu, membagikan makanan untuk sahur dan berbuka ke masjid/tunawisma, hingga menyumbangkan barang-barang pribadi yang masih layak pakai.
     
    Karena tujuan utama berbagi itu adalah niat tulus dibaliknya, maka jumlah dan jenis barang yang akan diberikan tidaklah penting. Bisa saja hal itu berawal dari hal-hal kecil seperti berbagi kebahagian bersama siapa saja.
     
    Nah kali ini Tim Potret Pertanian akan mengajak sahabat semua untuk berbagi kebahagian bersama anak-anak Pespa yang kebetulan tim berjumpa dengan mereka dijalan BayPass padang yang sedang memperbaiki motor mereka yang sedang rusak.
     
    Tim Potret Pertanian menghampiri mereka yang sedang sibuk mengerjakan motor mereka yang sedang rusak ditengah terik matahari siang itu. Tak disangka kami disambut dengan ramah oleh mereka dan dipersilahkan duduk digubuk kecil yang menyandar di dinding tembok pagar sebuah gudang yang ternyata disanalah selama beberapa bulan ini tidur disana bersama beberapa rekan pespa yangberasal dari berbagai daerah, diantaranya dari jawa, bukit tinggi dan solok selatan.
     
    Jika melihat sekilas pastinya kita akan beranggapan terhadap mereka yang berpenampilan kumuh, kotor dan dekil layaknya gembel, sebagian orang akan berasumsi mereka adalah berandalan yang kejam dan jahat seperti cover mereka. Stop..!!!, Jangan menilai orang hanya dari covernya saja, kenali lebih dekat maka kita akan tahu yang sebenarnya.
     
    Adel salah satu dari mereka yang ketika kami tanya apa sih yang menjadi motivasi mereka untuk menjadi anak pespa, “kami ingin menjelajahi Nusantara, dari sabang sampai merauke, ingin mengenal Indonesia dengan segala suku bangsa yang berbeda-beda denga keramah tamahan yang dimiliki masarakat Indonesia” Ungkap Adel yang mewakili teman-temanya.
     
    Untuk menjelajahi nusantara tentunya bukan hal yang mudah, tentu banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam perjalan, beli bensin, makan belum lagi jika mengalami kerusakan, Nah dari itu dari mana mendapatkan biaya tersebut.”iya semua memang butuh biaya, belum lagi jika ada teman yang sakit dalam perjalanan yang harus kita obati dan kita rawat, dalm mendapatkan uang untuk itu semua kami Mengamen dan kerja serabutan jika ada pekerjaan yang bisa kami lakukan”
     
    “Kumunitas Pespa di Indonesia sangatlah besar dan ada disetiap daerah di Indonesia, Kami harus saling bantu membantu satu sama lain tak hanya sesama komunitas dengan siapapun kami harus membantu jika ada yang membutuhkan dan kami bisa bantu”
     
    “ Bagi kami Persaudaraan itu mahal jadi kita harus menjaganya dengan sebaik-baiknya”
     
    Selain Ngamen dan kerja serabutan ada tidak mendapatkanya dengan cara-cara melanggar hukum, tanya saya. “Kami diajarkan untuk selalu jujur dalam segala hal, bagi kami kebaikan adalah hal yang terpenting untuk mendatangkan kebaikan, jika kami baik maka kebaikan juga akan menghampiri kami demikian sebaliknya” Jawab Adel Tegas.
    Wow..!!!
     
    Masih befikir anak-anak dengan kostum Gembel ini adalah manusia yang harus kita pandang dengan sebelah mata.?!.
     
    Ya tentunya kita tak mesti serta merta percaya dengan semua itu, karna pada dasarnya yang namanya manusia punya kelebihan dan kekurangan. Tapi Patut kita Acungi jempol dengan pemahan mereka “ Bahwa Kebaikan Akan Mendatangkan Kebaikan” Bukankah itu benar, apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai, dan patut kita jadikan renungan bahwa mereka dengan kostum yang seperti itu kehidupan seperti gembel punya keyakinan yang patut untuk kita renungkan.
     
    Tak hanya itu mereka saling berbagi kebahagian saling membantu saling menolong tanpa mengnal kasta suku dan agama, mereka bersatu karna Vespa sudah mewakili sisi lain dari orang Indonesia yaitu Bersatu, Bersaudara dan tidak melihat kasta. Apapun vespamu kita semua sama, Bukan kah itu sebuah kasanah pengamalan “Bhineka Thunggal Ekha”.
    Perbincangan kami terus berlangsung, sesekali perbincangan kami selni dengan gelak tawa.
     
    Apa sih suka dukanya menjalani kehidupan seperti ini ? “Serunya main vespa itu banyak..
    Mulai dari dorong vespa gara2 kehabisan bensin, tali kopling putus, ban bocor dll..
    Belom lagi kalo apa2 harus benerin sendiri, Sedihnya sih kadang kala kita harus berurusan dengan aparat, baik Satpol PP atau Polisi”
     
    "Pernah suatu hari kami ditangkap Satpol PP untuk didata dan pernah juga ditangkap Polisi dan harus mendekam di bui beberapa waktu karna ditangkap polisi ketika ada kejadian pembegalan di jalan raya, karna memang kami tak melakukan ahirnya kami dikeluarkan dan dijamu sambil mereka minta maaf telah salah tangkap Orang”
     
    Ahirnya kami menyudahi perbincangan kami karna ada acara yang harus kami datangi, sebelum pergi kami bernyanyi bersama diiringi dengan gitar kecil yang biasa mereka buat ngamen. Kami punmendapatkan kenang kenangan dari mereka tiga buah gelang kecil yang mereka berikan kepada kami, memang hanya sebuah gelang, tapi bagi kami ini  adalah pemberian yang tulus dari mereka karna hanya itu yang bisa mereka berikan kepada kami. Dan kamipun memberikan sedikit rejeki kepada mereka, tak banyak sih tapi setidaknya mereka bisa gunkan untuk beli Air Mineral Gelas Untuk berbuka puasa nanti.
     
    Banyak hal yang kami bisa ambil sisi baiknya dari mereka tentang kejujuran, kebaikan dalam segala hal, juga bagaimana indahnya bersaudara berbagi. seperti di awal tadi untuk sebuah kebahagian dalam berbagi, bukan jumlah atau hal besar yang bisa kita bagikan, berbagi cerita, berbagi pengalaman, berbagi kebahaiaan juga akan dinilai pahala Oleh Allah SWT.
     
    Sampai jumpa sahabat Pespa semoga suatu saat kita akan bertemu kembali salam persaudaraan dari kami Prasetyo Budi, Puji suwatipa dan Doni Efeendi dari Bumi Minang Kabau, Tatap jujur dan selalu tebarkanlah kebaikan dimanapun kalian berada, salam POTRET PERTANIAN.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad