• Breaking News

    Momo Teman Pintar Mancing Di selat Sikakap Kepulauan Mentawai

    POTRET PERTANIAN - Momo dia bersudara, bisa dikatakan dia kembar karena lahirnya dihari yang sama, saudara kembarnya bernama Mimi, keduanya diasuh oleh seorang yang dermawan bernama Sefrid, seorang kepala Satpam Di PT, Minas Pagai Lumber kala itu, momo dan mimi tumbuh besar dibawah asuhanya ( si Sefrid) yang menyayangi si momo dan mimi tanpa pilih kasih.
     
    Kebetulan Bascamp saya dan Sefrid berhadapan yang berada di lokasi Logpond tepatnya berada di selat sikakap kepulauan mentawai sumatera barat, tak jarang si momo dan mimi selalu menghampiri aku di ketika aku sedang di bascamp atau dikantor yang memenga kantor dimana aku kerja berada di samping tempat aku tingal.
     
    Momo dan mimi kecil ini memang menggemaskan, tak jarang aku ajak dia kelapangan sambil berlarian bersama-nya, tapi kadang momo yang jahil sering kali membuat aku jengkel, acap kali dia menyembunyikan sendal jepit dan sepatuku dipindahkan tempatnya, yag membuat aku ketika mau kekamar mandi dan berangkat kerja harus mencari-cari sendalku yang tak berada ditempatnya.
     
    Hanya si sprid yang senyum-senyum kecil ketika aku berteriak memanggil momo yang kebiasaan jeleknya sembunyiin sepatuku atau kadang dibawa pulang kerumah pengasuhnya si seprit.
     
    Momo dan mimi beranjak remaja, mereka selalu bahkan dia selalu mengikuti kemana aku pergi kelapangan bahkan dia sering ikut aku mancing.
     
    Suatu hari aku berniat untuk mancing kelaut menggunakan sampan, kala itu aku sedang mendorong sampan ketepian pantai, tiba-tiba si momo berlari dan langsung naik keatas sampan, aku usir dia beberapa kali untuk jangan ikut naik saman, karna aku takut nanti terjatuh dan tenggelam, belum lagi dia yang jahil, takut hasil pancinganku nanti dimakan oleh momo.
     
    Tapi si momo tetap saja kembali naik keatas sampan, ahirnya aku biarkan dia berada diatas sampan menemani aku mancing sore itu.
     
    Ada hal yang aneh ketika sampan yang ku dayung berada sekitar 50 meter dari bibir pantai, simomo yang semula duduk tenang, tiba-tiba dia jadi agresif, seperti bingung, dia bberapa kali melongokkan kepalanya kesaming sampan, aku cuekin saja barangkali dia takut, ya salah sendiri tadi diturunin malah naik lagi.
     
    Aku terus mengayuh sampan ke tengah, si momo kembali tenang tenang, eh tak lama kemudian simomo ribut lagi, kali ini si momo mengeluarkan suara kecil seperti sedang mengerang-ngerang, masih aku biarkan saja karna kuikir dia takut berada ditengah laut.
     
    Aku berhenti mengayuh sampan, aku turunkan mata pancing dan mulai melakukan ritual pemancingan, he hehe mulai lebay ya kayak dukun aja.. wkwkkwkwkw.
     
    Hampir 15 menit tak satupun ikan menyambar umpan kail ku, aku tetap sabar dan mengayuh kembali sampan ku dan pindah tak beberapa jauh dari tempat aku tadi, ketika aku barusaja melemparkan mata pancingku, tiba-tiba si momo kembali mengeluarkan suara-suara aneh lagi.
     
    wow... umpan kailku langsung disambar oleh ikan, kutarik katrol pancingku dan ternyata dua ikan tersankut mata pancingku yang kupasang 5 mata kail disana.
     
    Sementara simomo masih saja ribut entah apa yang dia lakukan tak kuhiraukan, karna aku sedang sibuk degan pancingku yang beberapa kali disambar oleh ikan ku angkat dan kulemparkan kembali kedalam laut.
     
    Kulirik si momo sudah tenag kembali, dan anehnya pancingku juga tak lagi disambar oleh ikan sampai beberapa menit kemudian, tiba-tiba simomo kembali ribut dan saat itu pancingku disambarkembali oleh ikan sampai beberapa kali, dan bigitulah seterusnya, setiap si momo mengeluarkan susra-suara aneh dan kelihatan bingung, umpan pancingku selalu dimakan oleh ikan, sebaliknya jika momo diam, tak satupun ikan memakan umpan pancingku.
     
    Hari sudah beranjak sore, ahirnya aku pulang kebascamp dengan hasil pancingan yang cukup lumayan, yah kira-kira sekitar 4 sampai 5 kg waktu itu.
     
    Esok sorenya sesudah pulang kantor saya kembali memancing kelaut, simomo ternyata sudh berada diatas sampan menunggu, sudah tau ternyata dia bahwa aku berniat untuk mancing kembali sore itu.
     
    Masihseperti kemarin setiap saat simomo ribut tak ayal umpan pancingku selalu dimakan ikan, dan sore itu hasil pancinganku jauh lebih bayak dbanding dengan hari kemarin. Sambil memancing aku berfikir, kenapa setiap momo mengeluarkan suara-suara aneh selalu saja umpan pancingku dimakan ikan, aku baru ingat bukankah anjing memeiliki daya dengar yang berada dibawah frekewnsi, suara-suara yang tak daat manusia dengar dia bisa mendengar, Ooo.... iya berarti setiap dia ribut berarti dia mendengar kumpulan ikan yang banyak dibawah sampan, sehingga umpan pancingku selalu saja mendapatkan sasaranya.
     
    Yah Memang SiMomo yang pintar, ahirnya setaip kali aku mancing selalu kubawa ikut serta si momo setiap kali aku kayuh sampan momo diam saja aku tetap kayuh sampan, dan berenti ketika simomo ribut aku lagsung lemparkan pancingku dan selalu saja mendapatkan hasil yang lumayan.
     
    Tanks momo telah menjadi teman mancing ku yang pintar diselat sikakap kepulauan mentawa, tapi itu sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu, saat ini saya sudah tak lagi bekerja diperusahaan tersebut, mugkin simomo dan si mimi saat ini masih baik-baik saja, semoga Allah mengijinkan saya untuk sesekali bermain kemabli kesan dan kita mancing lagi bersama ya Momo.. da da momo anjing pintar.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad