Jumat, Juni 29, 2018

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (MUSRENBANTAN) Tahun 2018

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Proses penyusunan rencana kerja skpd dan rencana kerja pemerintah daerah (rkpd) diawali dari proses musyawarah perencanaan pembangunan daerah, baik dari level terencah hingga level nasional.
Amanat tersebut sejalan dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah, dinyatakan bahwa rancangan awal rkpd menjadi pedoman skpd dalam menyusun rancangan renja skpd. Oleh sebab itu, musyawarah tertinggi bagi skpd untuk menyelenggarakan proses penyusunan rencana kerja tahun berikutnya adalah forum skpd atau musyawarah perencanaan pembangunan dan dalam hal ini musyawarah perencanaan  pembangunan pertanian (musrenbangtan) dinas tanaman pangan dan hortikultura provinsi sumatera utara tahun 2018.
Sesuai amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah , kemudian dikuatkan dengan peraturan daerah nomor 6 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah provinsi sumatera utara serta peraturan gubernur nomor 38 tahun 2016 tentang susunan organisasi dinas-dinas daerah provinsi sumatera utara, maka dinas pertanian berubah nomenklatur manjadi dinas tanaman pangan dan hortikultura provinsi sumatera utara. Perubahan ini memberikan dampak posistif terhadap penguatan dinas tanaman pangan dan hortikultura, sebab didalamnya telah bergabung bidang penyuluhan pertanian, yang selama ini berdiri sendiri dibawah badan koordinasi penyuluhan pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Dengan bergabungnya penyuluhan pertanian kedalam struktur dinas tanaman pangan dan hortikultura provinsi sumatera utara, harapannya mampu memberikan terobosan-terobosan positif dan konstruktif untuk meningkatkan peran dinas tanaman pangan dan hortikultura sebagai sektor dalam meningkatkan produksi tanaman pangan maupun tanaman hortikultura.
Berangkat dari semangat perubahan tersebut, kami sangat mengharapkan dukungan dari kabupaten/kota untuk menunjukkan eksistensinya dan meningkatkan peran sehingga memberikan posisi tawar yang sangat kuat pada sektor pembangunan pertanian. Disamping itu, sinergitas dengan institusi atau lembaga yang memberikan dukungan kuat terhadap pencapaian target seperti tni, akademisi, stakeholders, dan masyarakat secara umum akan memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan daya saing dan kesejahteraan.
Sejalan dengan hal tersebut, tema yang diusung dalam musyawarah perencanaan pembangunan pertanian (musrenbangtan) atau forum skpd tahun 2018 adalah “sinergi pembangunan pertanian dalam mendorong peningkatan  produksi tanaman pangan dan hortikultura menuju sumatera utara berdaya saing dan sejahtera”.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ketahanan pangan merupakan agenda prioritas nasional yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, sehingga skenario peningkatan produksi menjadi perhatian yang sangat serius. Untuk itu, saat ini kita telah melakukan agenda-agenda penting terkait skenario peningkatan produksi, baik skenario peningkatan luas tambah tanam komoditi tanam pangan maupun luas tambah tanam komoditi tanaman hortikultura yakni cabe dan bawang. Dua komoditi hortikultura ini selalu menjadi berita hangat nasional, sebab komoditi ini sangat bersinggungan langsung dengan inflasi. Oleh sebab itu skenario tambah luas tanam menjadi aternatif guna mengendalikan tingkat inflasi.
Melalui musyawarah pembangunan pertanian (musrenbangtan) atau forum skpd tahun 2018, kita harapakan mampu memberikan masukan penting untuk menjalankan instruksi pemerintah pusat dengan menerapkan money follow program priority, artinya pengalokasian anggaran harus pada  program-program penting yang benar-benar memberikan manfaat.
Saat ini kita telah merumuskan program-program penting dinas tanaman pangan dan hortikultura. Dimana program-program tersebut diharapakan mampu mendorong peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura menuju peningkatan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan. Melalui diskusi kelompok besok, diharapkan semua pihak dapat berperan serta guna menggagas kegiatan prioritas pada daerah masing-masing. Sehingga penerapan money follow program priority dapat berjalan secara efektif.
Program kegiatan prioritas telah disosialisasikan pada saat pertemuan penyusunan perencanaan pembangunan pertanbian sumanetra utara melalui e-proposal dengan sumber dana apbn dan e-perencanaan dengan sumber dana apbd di hotel garuda plaza beberapa hari yang lalu. Kami sangat yakin saudara-saudara kepala dinas kabupaten/kota, telah menrima hasil tersebut melalui staf operator yang diutus mengikuti pertemuan tersebut.
Untuk itu kami mengharapakan, kepada semua kabupaten/kota agar melakukan kajian terhadap usulan kegiatan tersebut, sehingg penempatan kegiatannya mampu mengarah pada money follow program priority dan tepat kawasan. Dengan demikian, pengalokasian anggaran menjadi tepat sasaran.

Rekomendasi Untuk Anda × +