Jumat, Juni 29, 2018

Pemprov Jatim Cetak Petani Jadi Enterpreneur

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Meningkatkan taraf ekonomi petani dan meningkatkan nilai jual beras di kalangan petani, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi program hulu hilir agromaritim di Perwakilan Gapoktan Kabupaten Jember, Rabu (7/2) bertempat di pendopo Jember. Program ini nantinya akan mencetak petani petani Jember menjadi enterpreneur beras premium.

Kabupaten Jember yang merupakan lumbung padi secara nasional, akan terus digenjot produksi padinya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Jatim.

Program ini diklaim dapat meningkatkan taraf ekonomi petani padi, yang selama ini masih belum meningkat. Seluruh petani nantinya akan diberi bantuan dan bimbingan, mulai dari pelaksanaan usaha produksi, konsolidasi pasca panen dan konsolidasi pemasaran.

Semua tahap sudah diatur oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan bank pemerintah, asuransi, dan bulog sebagai pembeli beras.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo, mengatakan, program ini adalah program percontohan di Jawa Timur dan satu satunya di Indonesia. Lebih lanjut, ia menjelaskan hal ini dilakukan karena gubernur jawa timur menginginkan petani menjadi pengusaha beras premium, 

"Harapannya kehidupan petani lebih sejahtera, nantinya seluruh proses mulai produksi, on farm, off farm hingga packaging nantinya akan didampingi oleh tim khusus dari pemprov," jelas Pak Hadi Sulistyo. 

Sementara itu Bupati Jember, Faida MMR mengatakan, bahwa petani di Jember masih khawatir dengan harga beras yang nantinya akan dibeli oleh bulog. 

"Saya mengusulkan adanya MOU antara Bulog Jember dengan petani masalah patokan harga dan serapan beras yang akan dilakukan oleh Bulog," terang Faidah MMR

Program hulu hilir agromaritim ini diharapkan dapat menggairahkan petani lokal untuk menanam padi sehingga stok beras secara nasional dapat meningkat secara signifikan
Rekomendasi Untuk Anda × +