• Breaking News

    Distribusikan 100 ton di 43 pasar di Jabodetabek dalam Operasi Pasar Oleh Kementan

    Foto: Antara/Rahmad
    POTRET PERTANIAN - Harga telur ayam ras di pasar tradisional maupun di tingkat pedagang eceran terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir ini. Bahkan, saat ini harga telur ayam sudah mencapai angka Rp 26 ribu per kilogram.

    Selain harga telur yang terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir ini, harga daging ayam potong juga belum ada tanda-tanda penurunan harga sejak Ramadhan hingga Lebaran lalu. Harga daging ayam potong di pasar tradisional saat ini rata-rata masih Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram.

    Upaya untuk menyetabilkan harga tersebut Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan Operasi Pasar (OP) dengan menjual telur di harga Rp 19.500 per kg.

    "Mulai hari ini sampai nanti harga telur stabil kembali, Kementan akan medistribusikan telur dengan harga Rp 19.500 per kg ke seluruh masyarakat Indonesia," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Pelepasan Telur Ayam Murah Rp 19.500 per kg di TTI Center, Jakarta, Kamis (19/7).

    Di hari perdana OP, akan didistribusikan sebanyak 100 ton di 43 pasar di Jabodetabek. Pasokannya berasal dari seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa. "OP ini kita lakukan setiap hari dengan harapan stoknya selalu bertambah. Tapi OP ini akam di Stop apabila harga di pasaran sudah normal kembali, Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu per kg. Karena kalau tidak distop ketika harga sudah stabil, kasihan para peternak," terang Amran.

    Adapun kegiatan operasi pasar telur ayam ini tidak hanya dilakukan di Jabodetabek semata karena dilakukan serentak di sejumlah kota besar di Indonesia melalui surat edaran yang dikeluarkan Kementan. Langkah ini diharap maksimal menekan harga telur ayam yang sekarang ini berada di level tinggi.

    "Operasi pasar bukan hanya di Jakarta saja tapi ada di beberapa lokasi seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan kota-kota besar. Sudah sepakat dan surat edaran sudah kita lakukan," tuturnya.

    Mengenai stok telur yang masih tersedia, data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian menyebutkan stok telur ayam masih mengalami surplus. Hingga Juni 2018, tercatat surplus telur mencapai 31.490 ton. Diperkirakan dari Januari-Desember 2018, ketersediaan telur bisa mencapai 1.732.952 ton. Sementara kebutuhan hanya 1.730.550 ton sehingga dipastikan terdapat surplus sebanyak 2.402 ton.

    Amran mengakui kenaikan harga telur tak hanya berpengaruh di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangeran dan Bekasi (Jabodetabek), namun hampir di seluruh Indonesia dan hal tersebut adalah anomali yang disebabkan oleh beberapa faktor. "Ini banyak faktor yang terjadi. Baik harga pakan, anomali iklim, hingga konsumsi masyarakat yang meningkat menyebabkan harga menjadi naik. Makanya OP telur murah ini dilakukan di seluruh Indonesia," tambah Amran.

    Dengan adanya OP telur ayam murah, diharapkan mampu meredam gejolak masyarakat Indonesia akan kenaikan harga telur. Karena selama ini telur merupakan sumber protein yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. "Telur ini sumber protein yang harganya paling terjangkau di masyarakat. Saya harap dengan adanya OP telur ayam murah kebutuhan gizi masyarakat akan protein tetap terpenuhi," pungkas Amran. (cla/gsh)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad