Kamis, Juli 12, 2018

Hari Koperasi Sebagai Momentum Membangkitkan Koperasi Kembali Setelah Mati Suri

Baca Juga

Oleh Prasetyo Budi - Seberapa besar Kontribusi Koperasi terhadap perekonomian Indonesia?sebagai soko guru ekonomi seharusnya koperasi memiliki peran signifikan terhadap ekonomi nasional, namun koperasi ahir ahir ini mengalami kemundururan dalam perkembangannya
 
Tak dipungkiri NASIB koperasi di era sekarang  menjadi pertanyaan yang sangat menarik terkait 71 tahun pergerakan koperasi di Indonesia yang diperingati pada 12 Juli. Paling tidak, pertanyaan ini muncul karena adanya fakta riil berita di sejumlah daerah tentang mati surinya ratusan koperasi, bahkan di antaranya yang tidak bisa lagi dibina akhirnya dalam kondisi tidak sehat dan banyak yang tutup, Kondisi ini hampir tersebar merata di seluruh Indonesia. Mati surinya koperasi tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain Mulai dari rendahnya kemampuan bersaing, Sumberdaya Manusia nya yang kurang dalam mengelola koperasi hingga pada permasalahan modal.
 
Tak hanya itu perkembangan koperasi yang semakin menurun diakibatkan faktor pemahaman yang masih kurang dikalangan masarakat sehingga nama koperasi semakin terpuruk dengan banyaknya pengusaha nakal berkedok koperasi simpan pinjam yang bunganya mencekik, sehingga mencoreng nama baik koperasi dimasarakat, belum lagi banyaknya pengurus koperasi yang nakal yang bertindak tidak sesuai denga norma-norma koperasi yang sesungguhnya, sehingga menggerus keparcayaan masarakat terhadap koperasi.
 
Padahal peran koperasi sebagai salah satu urat nadi perekonomian dan bahkan diyakini koperasi sebagai soko guru. Oleh karena itu, pemerintah harus mengakomodasi keberadaan koperasi yang diharapkan bisa berkiprah lebih baik lagi, terutama dikaitkan dengan program pemberdayaan masyarakat dan implementasi untuk memacu ekonomi di daerah yang berbasis potensi lokal.
 
Seperti kita ketahui, dari sejarahnya koperasi sudah dikenal pada masa peralihan abad 19-20 –yang berarti sudah lebih dari satu abad- yang kemudian juga dipraktekkan oleh para pimpinan pergerakan nasional. Setelah proklamasi peranan koperasi dipaterikan dalam konstitusi sehingga memiliki posisi politis strategis, kemudian pada tahun 1947 gerakan koperasi menyatukan diri dalam wadah gerakan koperasi, yang saat ini bernama Dekopin, yang berarti tahun ini usia organisasi gerakan koperasi ini sudah 71 tahun Dengan modal pengalaman selama lebih dari satu abad, dukungan politis dari negara dan wadah tunggal gerakan koperasi, seharusnya koperasi Indonesia sudah bisa mapan sebagai lembaga ekonomi dan sosial yang kuat dan sehat.
 
Tetapi kenyataan menunjukkan, koperasi yang dengan landasan konstitusi pernah didambakan sebagai “soko guru perekonomian nasional” itu, saat ini tidak mengalami perkembangan yang berarti, sehingga amat jauh ketinggalan dari koperasi-koperasi di negara-negara lain, termasuk koperasi di negara sedang berkembang.
 
Dalam menghadapi situasi seperti ini, pemerintah perlu mencari alternatif  terbaik bagi koperasi untuk  menghimpun kekuatan sendiri baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan polotis untuk memperkuat posisi tawar dalam penentuan kebijakan perekonomian nasional. Ini bukanlah kondisi yang mustahil diwujudkan, sebab koperasi jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah nusantara sehingga jika disatukan akan membentuk kekuatan yang cukup besar.
 
Dengan demikian diharapkan dapat memajukan koperasi sebagai salah satu sektor perekonomian di Indonesia. Juga diharapkan koperasi dapat bersaing di perekonomian dunia. Harapan besar agar koperasi di Indonesia dapat terus maju dan berkembang karena koperasi adalah salah satu badan usaha yang menyediakan fasilitas untuk masyarakat kecil dan menengah. Semoga dengan ini dapat membangun koperasi yang lebih baik lagi
 
Penulis Mengajak mari kita jadikan Momentum hari Koperasi ini kita jadikan Semangat membangkitakan kembali koperasi yang mati suri,  Bersama mari kita memasarakatkan kembali koperasi dengan mengembalikan nama baik koperasi ditengah masarakat dan bersama kita terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan koperasi sebagai potensi ekonomi ditengah masyarakat maka akan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi rakyat. Undang-undang dan aturan sudah ada tinggal regulasi dan niat serius kita dalam memajukan koperasi.
 
Tidak lupa juga penulis ingatkan kepada para pengurus koperasi yang sudah berdiri saat ini untuk selalu menjunjung azas transparansi dan mengutamakan kesejahteraan anggota bukannya kesejahteraan pengurus saja. Cukup miris kita mendengarkan belakangan ini banyak pengurus koperasi yang menggelapkan uang iuran anggotanya atau melakukan praktek-praktek bisnis yang menguntungkan pengurus alih-alih menguntungkan anggota. Jangan jadikan koperasi perusahaan rentenir yang membebani anggota dengan bunga yang mencekik ketika harus meminjam uang ke koperasi. Jangan pula hanya mendirikan koperasi hanya untuk mengharapkan bantuan modal dari pemerintah.
 
Ayo Bangkit Koperasi Indonesia  Bersama kita bisa saling bahu membahu untuk kembali menegakkan koperasi dengan tujuan mulia, mari memasarakatkan koperasi sehingga koperasi dapat tumbuh dan berkembang baik sebagai soko guru perekonomian Indonesia.(Prasetyo)
Rekomendasi Untuk Anda × +