Hydroponic dan Nasib Petani Menurut Pandangan Potret Pertanian

Pemerintah harusnya sadar dengan hal ini, pemerintah seharusnya membiarkan semua berjalan sesuai dengan hukum alam, berjalan alami atau natural, ya biarkan harga naik, toh dengan naiknya harga salahsatu komoditi akan membuat petani berduyun-duyun menanamnya, yang ahirnya setelah panen harga pasti akan murah kembali.

Oleh Prasetyo Budi - Istilah hydroponic (diindonesiakan menjadi hidroponik) dikemukakan oleh W.A. Setchell dari Universitas of California, dengan keberhasilan W. F. Gericke dari universitas yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium tanam. Semula, Gericke memakai istilah aquaculture ketika ia melaporkan hasil percobaannya. Tetapi karena istilah ini sudah dipakai lebih bagi kegiatan lain (yaitu menumbuhkan tanaman dan binatang air), maka ia memutuskan perlunya istilah baru bagi ‘cara bercocok tanam baru’ itu. Kemudian W. A. Setchell mengusulkan hydroponics (dari kata Yunani hydro (air) dan ponos (kerja)), karena yang dimaksud memang ‘pengerjaan air’ atau hydroculture.

Tetapi walaupun hidroponik berarti pengerjaan air, sebenarnya hidroponik tidak seratus persen menggunakan air, melainkan selapis pasir juga sebagai tempat berakar tanaman. Hidroponik Gericke ini dulu memakai bak kertas berlapis aspal yang diberi kerangka penguat. Di atasnya dipasang anyaman kawat kasa yang tertutup kain terpal kasar beranyaman jarang. Di atas kain inilah diberikan selapis pasir tempat bertanam bibit tanaman. Sedangkan di bawah kawat kasa diisi dengan larutan mineral sebagai makanan bagi tanaman, sehingga ketika ujung akar tanaman menembus kain terpal maka ia akan menemukan makanan subur untuk hidup.

Bersamaan dengan penemuan Gericke yaitu ‘bercocok tanam tanpa tanah’ ini, ditemukan pula metode-metode bercocok tanam dengan cara lain. Yaitu bercocok tanam dengan menggunakan medium pasir seratus persen, medium kerikil, arang kayu, pecahan batu bara, dan vermiculite (sejenis batuan hasil tambang dari Montana, tersusun dari magnesium-aluminium-besi silikat). Kemudian setelah PD II berakhir, hidroponik makin dikembangkan dengan medium-medium lain, yaitu puim(batu apung), tanah gambut yang dikeringkan, dan pecahan clinker(sejenis batu bata yang keras). Timbullah kemudian istilah aggregat culture, sedangkan kalau hidroponik hanya memakai salah satu dari bahan di atas.

Sejak manusia mengenal pertanian, tanah merupakan media tanam yang paling umum digunakan dalam bercocok tanam. Seiring dengan perkembangan jaman dan dipacu oleh keterbatasan lahan yang dimiliki seperti tanah yang sempit atau tanah yang tidak subur, orang mulai bercocok tanam dengan menggunakan media tanam bukan tanah, seperti air, pasir dan lain-lain.

Hidroponik merupakan salah satu alternatif cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik berasal dari kata Hydro (air) dan Ponics (pengerjaaan), sehingga hidroponik bisa diartikan bercocok tanam dengan media tanam air. 

Pada awalnya orang mulai menggunakan air sebagai media tanam mencontoh tanaman air seperti kangkung, sehingga kita mengenal tanaman hias yang ditanam dalam vas bunga atau botol berisi air. Pada perkembangan selanjutnya orang mulai mencoba media tanam yang lain, kemudian membandingkan keuntungan dan kerugiannya, sehingga selain media tanam air (kultur air) dipakai juga media pasir (kultur pasir) dan bahan porus (kultur agregat) seperti kerikil, pecahan genteng, pecahan batu bata, serbuk kayu, arang sekam dan lain-lain.

Merujuk Hidroponik merupakan salah satu alternatif cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. artinya sitem hidroponik cocok digunakan untuk tempat tempat yang tak banyak mempunyai lokasi pertanian, atau lahan yang luas untuk bercocok tanam, contohnya petani yang berada didaerah perkotaan yang tak lagi ada lahan untuk berkebun atau bercocok tanam, lalu bagimana denga kondisi pertanian dipedesaan atau didaerah-daerah sentral pertanian yang masih banyak tempat untuk berladang.

Jawabanya tentu itu hanya sebatas pengetahuan untuk petani untuk mengenal cara-cara atau perkembangan teknologi dibidang pertanian dan tak harus dilakukan dilokasi yang masih banyak tempat atau lahan untuk bercocok tanam, Artinya Hidroponik baik dilakukan atau didaerah perkotaan dimana tak lagi ada lahan yang luas untuk menghasilkan produk pertanian. 

Timbul pemikiran sempit saya dalam memaknai hidroponik di Indonesia, di-Negara yang dikaruniai tanah yang subur, iklim yang mendukung apapun jenis tanaman pertanian yang bisa dibudidayakan oleh semua orang, "andai saja semua orang baik didesa, di kota Petani, Pegawai Negeri, DPR, Pegawai Swasta, Buruh Pabrik dll melakukan kegiatan bercocok tanam, lalu siapa yang akan membeli hasil pertanian.

Bagaimana nasib petani yang memang keseharianya dan penghasilanya dari bercocok tanam, dari mana mereka akan melangsungkan kehidupan jika hak petani yang seharusnya bisa dinikmati semua orang tak lagi laku untuk dijual, karena semua orang sudah mempunyai sayuran dari yang mereka budidayakan.

Karena dampak dari banyaknya barang pastinya kan membuat sebuah produk akan bernilai kecil, bahkan tidak laku untuk dijual, Pegawai negeri Punya gaji yang dibayarkan tiap bualan, DPR, atau pekerja lainya yang sebenarnya gaji mereka juga sudah disesuikan dengan kebutuhan hidup mereka, lalu bagaimana dengan petani, siapa yang akan membayarnya ?.

Menurut saya Petani adalah masarakat tingkat bawah yang selalu nerimo apapun kebijakan dinegeri ini, Yok kita lihat, Ketika Harga komoditi ditingkat petani dibeli dengan harga rendah oleh tengkulak, Adakah petani yang demo menuntut kenaikan harga ?, komplen terhadap pemerintah?. Tapi sebaliknya naiknya harga yang seharusnya bisa dinikmati oleh petani yang sesungguhnya dalam kondisi harga komoditi pertanian naik artinya dilapangan banyak petani yang gagal dalam budidayanya sehingga membuat langkanya barang tersebut, dalam kondisi seperti ini seharusnya petani bisa merasakan keberhasilan mereka, Namun apa yang terjadi, Pemerintah Ribut untuk sesegera mungkin menurunkan harga dengan berbagai cara, misalnya dengan Impor, cabai, bawang merah yang ahirnya akan memenuhi pasaran dan membuat rendahnya harga jual hasil petani.

Disisi lain Pemerintah selalu menggembor-gemborkan untuk  mengentaskan kemiskinan, dalam hal ini siapa yang miskin, Orang desa atau oranga kota ?. Oh iya banyak orang kota juga yang miskin, lalu mereka siapa, orang desa yang mengadu nasib dikota dengan segala keterbatasan baik ilmu maupun pengetahuan yang ahirnya menjadi pekerja, kuli dan lain sebagainya, karena didesa sudah taklagi bisa untuk mendapatkan hasil untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka, ahirnya program tersebut hanya menyisakan omong kosong karna petani tak dapat hidup sejahtera dalam kondisi tersebut.

Pemerintah harusnya sadar dengan hal ini, pemerintah seharusnya membiarkan semua berjalan sesuai dengan hukum alam, berjalan alami atau natural, ya biarkan harga naik, toh dengan naiknya harga salahsatu komoditi akan membuat petani berduyun-duyun menanamnya, yang ahirnya setelah panen harga pasti akan murah kembali.

Satu lagi Pemerintah mengembor- gemborkan program swasembada pangan, swasembada daging, ketika harga pangan naik dna harga daging naik pemerintah sibuk untuk menurunkan harga pangan dan daging, Ingat lah pemerintah petani kecil yang teraniaya dengan hal tersebut, Peternak kecil yang tak punya banyak sapi atau kambing biasanya akan menjual hasil ternaknya kala harga sedang mahal, tak setiap hari atau bulan petani menjual ternaknya, berbeda dengan pengusaha-pengusaha dibidang peternakan yang bermodal.

Lalu kapan Kita Indonesia sampai pada harapan untuk mencapai swasembada pangan Dan daging, karna hal diatas akan melemahkan minat para petani untuk beternak dan berbudidaya tanaman pangan. jangan salahkan jika beberapa waktu lalu Negeri yang dianugerahi tanah yang subur atau agraris harus impor kedelai dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan makanan Tempe dan Tahu dinegeri ini. Masarakat Indonesia kususnya petani Bukanlah Orang yang pemalas, Tapi lebih ke pada keadaan yang membuat mereka malas bercocok tanam karna dinilai tak bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sebagai petani.

Harapan saya sebagai anak petani, Biarkan sistem alam yang berjalan natural, pemerintah cukup Mengawal Perjalanannya, Biarkan ekosistem itu terbangun kembali dengan apa adanya, Yang bekerja tetaplah bekerja sesuai dengan kewajibanya masing masing, Biarkan cukup petani yang berbudidaya dengan sistem yang tepat dengan kawalan pemerintah sesuai Fitrahnya dengan mengurus pekerjaanya masing-masing. Yang Guru biarkan tetap menjadi Pendidik, Yang DPR MPR bairakan tetap dengan tugas pokonya, yang bekerja dipabrik biarkan dan kawal sesui hak dan kwajibanya.

Pemerinth Cukup melirik sambil duduk dan merokok bila mereka perokok, Tapi Ingat Merokot Membunuhmu he he.. turun dan beraksilah jika ada hal-hal yang akan merugikan petani atau masarakat negeri ini. maka Ekositem nya akan berjalan sesuai dengan kehendak alam. seperti matahri bulan bintang dan bumi berjalan sesuai aturan alam yang sudah diciptakan Oleh Sang Penguasa Alam ini, begitu pula dengan sistem pertanian kita dinegeri Indonesia yang kita cintai ini.

Kembali pada topik diatas Tentang Hidroponik, Biarlah itu menjadi inovasi pertanian yang cukup diketahui oleh petani tak perlu digalakkan dan diprogramkan buat para petani dan semua penghuni Negeri ini, Mungkin belum cocok untuk kita lakukan di tanah bangsa kita yang masih banyak lahan yang bisa ditanami oleh petani.

Karna Hidroponik adalah sistem modern yang akan berdampak pada program pemerintah yang ahir -ahir ini membagikan traktor untuk pengolahan lahan dengan nilai triliyunan akan berakhir tragis, tentu traktor dan alat pertanian yang dibagikan oleh pemerintah akan menjadi mangkrak dan jadi besi tua, jika petani menamam atau berbudidaya menggunakan sistem Hidroponik.

Demikian Pemikiran sempit yang saya miliki dan saya tuangkan tanpa ada paksaan dari pihak lain dan dalam keadaan sehat jiwa raga saat saya menulis ini, ahir kata, saya berharap semoga Bangsa yang besar ini akan berjaya dengan semua masarakatnya sejahtera " Salam Jaya Pertanian" .

COMMENTS

Nama

Adsense,1,aero 810,2,agen nasa jakarta,1,agensia hayati,1,Agribisnis,28,Agro Industri,11,Agro Teknologi,13,Alat dan mesin Pertanian,10,alat pengumpul brondolan sawit,1,Anak Pespa,1,aphis,1,Awas Penipuan,1,Bahan Bakar Nabati,1,bahan organik,1,bandeng,1,Bawang Putih,1,BBI Pertanian,1,belalang,1,Benih Timun Berkualitas,1,Benih Unggul,5,Berita,22,Beternak Kambing,2,Beternak Sapi Perah,8,BETERNAK/ BUDIDAYA CACING TANAH,2,beuveira bassiana,1,Bibitt Tanaman,1,Biologi,1,BPTP Sukarame,1,Breaking news,116,brondolan,1,buah sawit,1,budi prasetyo,2,Budidaya,15,Budidaya Ayam,3,Budidaya Belimbing,1,Budidaya Belut,1,Budidaya Buah,5,Budidaya Buah Stroberi,4,Budidaya Burung,1,Budidaya Cabe,2,Budidaya Hewan,19,Budidaya Ikan,18,Budidaya Ikan Gurami,5,Budidaya Ikan Mujair,6,Budidaya Itik,1,Budidaya Jagung,3,Budidaya Jahe,2,Budidaya Jamur,1,Budidaya Jati,1,Budidaya Kacang,6,Budidaya Kacang Hiajau,1,Budidaya Kecipir,1,budidaya kedelai,1,budidaya kedondong,1,Budidaya Kina,4,Budidaya Kodok,1,Budidaya Kunyit,1,Budidaya Lada,1,Budidaya Lebah,1,Budidaya Manggis,1,Budidaya Melati,5,Budidaya Pala,1,Budidaya Pertanian,5,Budidaya Petani,120,Budidaya Rumput Laut,1,Budidaya Sapi,3,budidaya sapi potong,1,Budidaya Sawit,2,Budidaya Sawo,5,Budidaya Sayuran,1,Budidaya Singkong,1,Budidaya Sukun,1,Budidaya Tanaman,92,Budidaya Tanaman Palem,5,Budidaya Tebu,2,Budidaya Terong,1,Budidaya Timun,1,Budidaya Tomat,1,Budidaya Udang,1,Budidaya Wortel,1,Busuk Buah Cabe,1,bvr,1,campuran pestisida,1,cara budidaya bandeng,1,cara budidaya lele,1,cara budidaya rumput laut,1,cara budidaya udang,1,cara order,1,cara pemesanan,12,Celoteh laskar pelangi,5,culture,2,Data statistik Pertanian,3,Departemen RI,2,desain,1,Dinas Pertanian Indonesia,1,distributor,8,distributor nasa,2,distributor nasa jakarta,1,distributor nasa medan,1,distributor nasa pematang siantar,1,distributor nasa sumatera utara,1,distributor resmi nasa yogyakarta,2,education,19,Ekonomi,3,Ekspor impor,3,ekspor pupuk organi,1,Entrepreneur,1,Faritas Tanman,4,faritas unggul,1,Farming,2,Farming Simulator,1,Freeport Indonesia,1,fungisida,1,fusarium,1,goverment,12,greenstar,1,Gulma,2,Hama,4,hama dan penyakit,1,hama dan penyakit tanaman,73,Hama Penyakit,15,hara tanaman,21,health,7,herbal,5,herbisida,1,Hiburan,1,Hidroponik,10,HKTI,2,hormon,1,hormonik,8,Humor,1,ikan,2,Ikan Lele,2,Ikan Nila,1,Informasi,2,Informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT),34,Informasi Pertanian,16,Inovasi Pertanian,11,insektisida,1,Istilah Pertanian,1,Izin Usaha,3,jamur penyebab layu,1,Jenis-jenis pertanian,2,Jual Benih Berkualitas,1,jual produk nasa di jakarta,1,jual Tanah,1,Juice,2,Jurnal Pertanian,5,Jus,2,Kabar Pasar,1,Kalender Tanam,2,kantor Dinas Pertanian di Indonesia,20,kantor pusat natural nusantara,1,Karya Mahasiswa,7,Keira usahaan,1,Kelapa Sawit,1,Kementerian Pertanian,1,kepik,1,Kerajinan Tangan,18,Kesehatan,8,Ketahanan Pangan,2,Kewira Usahaan,5,Kimia Pertanian,1,kisah misteri,1,KKKN Unitas Padang,1,Klasifikasi Tanaman,1,Kolektor,1,Kompos,2,Komunitas Pespa,1,Konsep Pembangunan Pertanian,1,KONSERVASI TANAH,1,Konservasi tanah dan air,1,Konsultasi Gangguan OPT,2,Konsultasi Tanaman,2,Koperasi,2,Kopi Lampung,1,KRPL,1,Kuliner,6,Kultur Jaringan,4,kunjungan tim sgi,4,kutu,2,Lahan Marginal,3,Lain-lain,2,liburan,1,Lidah Buaya,1,lingkungan,1,logo,2,lomba pertanian,1,Mahasiswa Unitas Padang,13,Manfaat,1,Manfaat Buah,6,Manfaat dan Obat,49,Manfaat Tanaman,4,medicine,3,Memelihara Burung,2,mempercepat panen,4,Mencangkok,1,mengatasi kematian ayam,1,mengatasi kematian lele,1,mengatasi serangan gulma,3,meningkatkan nafsu makan ayam,1,Mikoriza,2,Nama Latin,1,Nanas,2,Nangka,5,nasa,16,natural bvr,1,natural glio,1,natural nusantara,22,natural pentana,1,natural virexi,1,natural vitura,1,news,3,npk,5,Olah Raga,2,Operasi Pasar,1,order produk nasa,2,organik,14,Organisasi,11,Pakan sapi,1,palm loose fruits picker,1,Panduan cara budidaya ayam broiler,1,panduan cara penggemukan sapi pedaging,2,panduan perikanan,3,panduan teknis,2,Panen,1,Pariwisata,6,Pasang Iklan,1,Pasca Panen,6,pembayaran order,1,pembuahan di luar musim,1,pemesanan produk,6,pemupukan,16,penelitian,4,pengendali hama,5,pengendali hama organik,2,penggerek batang,1,penghematan pakan,2,penghematan pupuk,1,Pengolahan Hasil Pertanian,1,pentana,1,Penyakit,1,Pepaya,4,perbanyakan tanaman,33,perekat pembasah perata,1,Perikan,3,perikanan,2,peristiwa,1,perkebunan kelapa sawit,1,Perlintan,31,Pertanian,72,Pertanian DI Jakarta,2,Pertanian Dunia,1,Pertanian Organik Modern,3,Pertempuran,1,Pestisida,9,pestisida nabati,1,pestona,1,Peternakan,54,Photo,4,Piala AFF U19,2,Pisang,4,PKK,3,poc nasa,9,Pojok Potret,119,Politik,1,poto bunga dan tanaman,5,potret pertanian,49,Potret Pertanian Provinsi,24,power nutrition,1,Pribahasa,1,Produk Olahan,9,produk perlindungan tanaman,12,Profil Artis Korea,1,Profil Daerah,10,Profil Kampus,1,Provinsi Banten,1,Provinsi Bengkulu,1,Provinsi DI Aceh,1,Provinsi DI Yogyakarta,2,Provinsi Jambi,1,Provinsi Jawa Barat,1,Provinsi Jawa Tengah,3,Provinsi Jawa Timur,1,Provinsi Lampung,6,Provinsi Riau,1,Provinsi Sumatera Barat,9,Provinsi Sumatera Selatan,2,Provinsi Sumatera Utara,2,Pupuk,22,pupuk khusus perikanan,1,pupuk khusus tanaman buah,1,pupuk organik,4,pupuk organik cair,1,pupuk organik padat,1,pupuk pembuahan,1,pupuk supernasa,1,Rambutan,4,rebah semai,1,religi,15,Resep Makanan & Minuman,1,Resep Masakan,1,Review Blog,5,rontokan buah kelapa sawit,1,rontokan buah sawit,1,Rumah sakit,1,Sains,4,Salak,3,Sapi,3,science,1,Semen Padang,3,Semut,1,Seni Budaya,1,serba-serbi potret pertanian,33,Smule,1,society,14,solusi pertanian,24,spora,1,Subsidi,2,supernasa granule,1,Swasembada Pangan,1,Syarat Tumbuh,4,Tabulampot,2,tambak,1,Tambulanpot,1,Tanah,2,Tanah Surga,1,Tanaman,6,Tanaman Buah,14,tanaman Bunga,2,Tanaman Hias,4,Tanaman Hortikultura,18,Tanaman kacang-kacangan,2,Tanaman Lada,1,Tanaman Obat,4,Tanaman Obat-obatan,3,Tanaman Pangan,11,Tanaman Perkebunan,26,Tanaman Rempah,1,Tanaman Sayur-sayuran,10,teknik budidaya,47,Teknologi,11,Teknologi Pertanian,47,ternak,1,thrips,2,Tips,44,Tips dan Trik,2,Tips Kesehatan,26,Tips Pertanian,4,Tips Peternakan,16,Tips Usaha,3,ton,5,Top King,1,Toyota Agya,1,Transgenik,1,tungau,1,Uang,1,Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri,1,udang,1,ulat,1,ulat grayak,2,Unik,1,Unitas Padang,14,Universitas Tamansiswa Padang,5,unsur hara mikro makro,1,uret,1,Usaha Pertanian,8,Vertical Garden,1,vidio,7,vitamin ternak natural,1,vitamin ternak organik,1,viterna,5,viterna plus,2,walang sangat,1,wereng,1,Wisata,11,wisata alam,4,zat pengatur tumbuh,1,zpt,2,
ltr
item
POTRET PERTANIAN : Hydroponic dan Nasib Petani Menurut Pandangan Potret Pertanian
Hydroponic dan Nasib Petani Menurut Pandangan Potret Pertanian
Pemerintah harusnya sadar dengan hal ini, pemerintah seharusnya membiarkan semua berjalan sesuai dengan hukum alam, berjalan alami atau natural, ya biarkan harga naik, toh dengan naiknya harga salahsatu komoditi akan membuat petani berduyun-duyun menanamnya, yang ahirnya setelah panen harga pasti akan murah kembali.
https://3.bp.blogspot.com/-dnk3UQPBHwU/W0jpeeTGtnI/AAAAAAAAL2Q/OtHWrWgwpko4IoIpK8vC6aoKEuw4HfMrQCLcBGAs/s640/27459081_2023318487682299_1285318556697122171_n.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dnk3UQPBHwU/W0jpeeTGtnI/AAAAAAAAL2Q/OtHWrWgwpko4IoIpK8vC6aoKEuw4HfMrQCLcBGAs/s72-c/27459081_2023318487682299_1285318556697122171_n.jpg
POTRET PERTANIAN
http://www.potretpertanian.com/2018/07/hydroponic-dan-nasib-petani-menurut.html
http://www.potretpertanian.com/
http://www.potretpertanian.com/
http://www.potretpertanian.com/2018/07/hydroponic-dan-nasib-petani-menurut.html
true
1260386686452922413
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy