Rabu, Agustus 22, 2018

Cara Fermentasi Ampas Sagu

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Potensi penggunaan ampas sagu sebagai pakan memiliki faktor pembatas adalah kandungan protein kasarnya rendah dan serat kasar tinggi. Agar  menjadi bahan pakan ternak yang kaya akan protein dan vitamin, berdasar riset ini maka ampas sagu dapat diolah dengan teknologi fermentasi.  Dengan proses fermentasi, kadar protein ampas sagu dapat meningkat sampai 14 %. Prosedur fermentasi ampas sagu sama dengan prosedur fermentasi.

Tahapan

Fermentasi ampas sagu

1. Ampas sagu yang digunakan dijemur sampai kering selanjutaya diayak untuk memisahkan tepung elasagu dari serat.

2. Tepung ampas sagu kering dibasahi sampai agak lembab (basah), lalu dikukus selama 30 menit atau sampai terasa lengket.

3. Ampas sagu yang telah matang dibiarkan dingin betul, kemudian ditimbang dan

ditambahkan urea sebanyak 3% dari berat ela sagu basah diaduk sampai rata lalu

ditambahkan Aspergillus niger (dapat juga mengunakan ragi tape) sebanyak 3 – 5

gram/kg ela sagu, dicampur hingga homogen.

4. Ampas sagu yang telah diberi ragi ditempatkan dalam wadah yang bersih, bebas air dan minyak, ditutup rapat selama 48 - 72 jam baru dibuka.

5. Ampas sagu yang telah mengalami fermentasi sempurna memiliki ciri-ciri sebagai berikut : aroma khas/aroma buah atau beraroma seperti tape ketan, warna agak kemerahan, teksturnya lembut dan rasanya agak manis. Hasil fermentasi dijemur sampai kering dan siap digunakan dalam ransum



Proses fermentasi mempunyai kelebihan antara lain: tidak mempunyai efek  samping yang negatif, mudah dilakukan, relatif tidak membutuhkan peralatan khusus dan biaya relatif murah.  Pemanfaatan kapang Aspergillus niger sebagai

starter  dalam proses fermentasi ini dirasa paling cocok dan sesuai dengan tujuan fermentasi, yaitu untuk menurunkan kadar serat dan sekaligus dapat meningkatkan kadar protein kasarnya.

Aspergillus niger merupakan kapang yang sangat mudah tumbuh dalam suasana

aerob, bersifat selulolitik dan sangat cepat perkembangbiakannya.  Banyak penelitian proses fermentasi yang telah dilakukan menggunakan Aspergillus niger, utamanya dalam upaya penurunan kadar serat bahan pakan dan peningkatan kadar proteinnya. 



Penggunaan  Ampas

Sagu Dalam Ransum Unggas

Pemakaian tepung sagu dalam ransum ayam buras umur 12 minggu juga

menghasilkan pertambahan berat badan yang cukup tinggi dibandingkan dengan

pemberian ransum tanpa tepung sagu, hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Natamijaya (1988). Secara umum, riset ini membuktikan bahwa penambahan ampas sagu non fermentasi dan fermentasi sampai kadar 10% dan 25% dari total ransum, memberi respon yang cukup baik terhadap pertumbuhan ayam buras periode grower.
Rekomendasi Untuk Anda × +