Rabu, Agustus 22, 2018

Janji Senja Untuk Cinta

Baca Juga

Oleh : Prasetyo Budi - Senja pertautan warna indah dalam bingkai alam yang membentang disudut barat pantai padang sumatera barat sore ini, matahari yang begitu angkuh dengan rona merah kekuningan mencium langit jingga sebelum lelap ditelan gelap senja yang kian memudar.

Warna senja memang selalu berbeda dengan sejuta goresan penuh makna bagi siapa saja penikmat senja yang selalu berusaha mengulas senja dengan sejuta makna, Tapi Senja tak pernah ingkar janji untuk datang dan pergi mengakhiri hari dengan perpaduan antara terang dan gelap yang Menyatu membentuk lukisan dilangit.

Disinalan setiap sore aku habiskan waktu untuk sekedar duduk dan mencari inspirasi,  Mataku tertuju pada sosok wanita yang berdiri tak jauh dariku yang tampaknya ia juga sedang menikmati keindahan waktu senja ini sambil berjalan kecil dibibirpantai, berbeda denganku yang memilih duduk manis ditemani secangkir kopi. 

Tak begitu jelas terlihat wajahnya, karena hari mulai gelap. Aku coba memperhatikan lebih lekat lagi, dan entah bagaimana sekarang pandangannya mengarah padaku. "Tika" Ucapku, buru2 aku menutup mulutku karena terlalu kuat menyebutkan nama wanita itu. Dia terdiam sejenak samar-samar dilihatnya, lalu "Yoyo!" teriaknya sambil melambaikan tangan kearahku dan senyumnya ya senyumnya membuat hatiku bergemuruh.

"Bagaimana kau bisa,,," pertanyaan yang muncul dari kami berdua. Kamipun tertawa kecil, "kau saja duluan" ucap Tika. "Oke, baiklah. Bagaimana kau bisa ada disini?" tanyaku, sudah jelas pasti ada tanda tanya besar diwajahku sekarang. "Aku ada keperluan penting disini Yo, jadi aku pulang untuk beberapa hari, yah aku menyempatkan diriku sejenak untuk menyegarkan pikiran disini" jawabnya sambil tersenyum menatapku, "dan kau sendiri ?", "Aku sedang menulis, dan ini tempat terbaik untuk mencari ketenangan" jawabku. "Kau sudah menikah Yo ?" pertanyaannya menyekat tenggorokanku, "Udah, aku udah menikah. Bagaimana denganmu? Kita sudah kehilangan kabar entah berapa lama ya" jawabku basa-basi, sebenarnya aku sendiri tak siap mendengar jawaban darinya. "Ya, kita kehilangan kabar untuk waktu yang lama dan aku juga akan segera menikah," jawabnya sambil tersenyum bahagia, dadaku sesak, seakan runtuh tapi tak runtuh. "A..aku senang mendengarnya Tika," jawabku sekuat tenaga. "Baiklah YO senang bertemu lagi denganmu, aku pulang ke Rumah dulu ya dan akan kembali kesini besok jangan kemana2 oke!. Berikan nomor hp mu?" pintanya, aku pun dengan gontai menyebutkan nomorku padanya, nyawaku belum terkumpul sepenuhnya setelah mendengar jawaban tadi. "bye Yoyo," sambil acungkan jempol, dan berlalu.

Tika adalah sahabatku semasa sma dulu, lalu entah sejak kapan kami menjadi teman baik, dan entah sejak kapan pula aku mulai menaruh hati padanya. Dia yang selalu ada untukku, apapun yang terjadi. Sampai akhirnya dia lulus sma, dan melanjutkan pendidikan ke jakarta dan tak pernah ada lagi kabar darinya dan akupun sama sekali tak sempat menyampaikan isi hatiku padanya. aku terlalu takut dia menganggapku tak lebih dari seorang teman. Dia, ya dia adalah teman baikku semasa sekolah, teman baik yang sudah membawa hatiku bersamanya dan tidak pernah mengembalikannya.

Terahir aku ketemu tika saat reuni SMA 3 tahun yang lalu, disanalah kami cerita panjang lebar tentang rumahtngga kami yangsama-sama gagal, setelah pertemuan saat itu kami lose kontak lagii dan baru hari ini bertemu kembali, tanpa agenda dan acara, secara tidak sengaja kami bertemu senja ini.

Treng.... Treng..... aku tersentak dari lamunanku, bergegas kulihat Hp, hem.. ternyata tika yang menelepon. "Hallo," ucapku seamngat, " hallo Juga Yoyo, lagi sibuk gak?"  tanyanya dari seberang sana, "enggak sih Tika, Memang kenapa" tanyaku, "Gak ingin tah Traktir aku minum kopi sambil nikmati senja lagi sore ini,?". Dooar.... Hem, Pucuk dicinta Ulat Pun tiba, " Iya... ya... nanti sore ya ditempat kemarin ya Tika", jwabku agak gagap. "OK Yoyo sampai ketemu nanti ya,  Da..da.." Nut.. nut.. hem kebiasaan nih cewek cantik main tutup tlp seenaknya aja, tapi gak papa hatiku sedang berbunga-bunga dan sudah gak sabar menunggu sore.

Beberapa jam kemudian saya sudah berada dipantai, tak lama kemudian Tika datang dan langsung duduk dan langsung memesan kopi, Kami duduk bersebalahan dan terpaku satu sama lain, Tika dan aku hanya menatap jauh pemandangan indah pantai yang ada didepan kami. Aku dengan pikiranku sendiri, begitupula dengan Tika, aku merasakannya dia juga sedang berpikir tapi sayang aku tak bisa membaca pikirannya. "terimakasih sudah temani aku hari ini Yoyo," Tika memecahkan keheningan, pernyataannya menghanyutkan hatiku, untung aku cepat-cepat sadar dia sudah milik orang, kalau tidak mungkin aku akan jatuh kepangkuannya sekarang juga. "dengan siapa kau akan menikah ? apa dia baik ? dia ganteng?" tanyaku, tak menghiraukan perkataannya tadi. "ya dia sangat ganteng dan baik sama sepertimu, sudah lama aku menantinya" jawabnya sambil tersenyum menatapku, "huh, aku tak suka kau samakan dengan dia," jawabku kesal, "kenapa kau hilang dan tak pernah menghubungiku?" tanyaku lagi padanya, "maafkan aku Yoyo, aku hanya harus fokus pada pekerjaanku banyak yang terjadi setelah kita berpisah. Kau menunggu kabarku?" tanyanya pelan, "ya, aku sangat menunggu. Bagaimana tidak menunggu, kau yang selama ini ada untukku tiba-tiba hilang begitu saja dan sekarang saat kau kembali kau akan segera menikah. Aku akan kehilanganmu lagi," aku sudah mulai tidak bisa menahan emosiku, air mataku perlahan mengalir, eit janganbilang aku lelaki cengeng ya, ini memeng sakit "Yoyo, jangan menangis, aku tak akan hilang percayalah padaku." Tika memelukku, rasanya aku tak bisa membiarkannya menikah dengan orang lain. "Ayo kita Pulang, hari sudah mulai beranjak malam," ujarku sambil mengusap-usap punggungnya, dia mengangguk dan kamipun beranjak pergi.

Malam ini pun berakhir dengan cerita panjang, aku sedikit lega karena sudah mencurahkan sebagian kecil perasaanku padanya tetap saja tidak semuanya tidak ada embel-embel yang menunjukkan cintaku yang sesungguhnya. Aku tau saat dia meninggalkanku dalam tidur, dia masih Tika-ku yang sama , tak ada yang berubah hanya saja sekarang dihatinya ada lelaki lain yang akan menikahinya. Bersambung
Rekomendasi Untuk Anda × +