Minggu, Agustus 26, 2018

Ketangkap Basah Sedang Berduan di-Ladang Jagung

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Ketangkap Basah Sedang Berduan di-Ladang Jagung, Hari sudah menunjukan jam 16:30 suasana dingin mulai merayapi tubuhku yang hanya berbalut kaos oblong katun dan celana dasar hitam.

Sedari pagi cuaca memang tidak bersahabat, rintik hujan mulai turun dari subuh sampai sore ini belum juga berhenti, sekalipun tidak lebat akan tetapi cukup membuat semua orang bermalas-malasan untuk keluar rumah.

Buat saya hujan seperti ini tak bisa membuat semangat saya untuk mengurungkan langkah saya pergi keladang, karena hari minggu adalah jadwal yang tak bisa diganggu gugat untuk aktifitas full bekerja diladang.

Melihat tanaman jagung, padi, terong dan kacang panjang yang subur membuat saya selalu berlama-lama diladang menghabiskan waktu dengan berbagai aktifitas dilahan pertanian ini sambil mengontrol barangkali ada hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman saya setiap saat, terlebih dalam kondisi curah hujan tinggi seperti ini akan membuat Jamur berkembang dengan cepat dan menyababkan kerusakan pada taman, sehingga membuat saya harus rajin mengontrolnya.

Hari semakin sore, jam sudah menunjukan 17:15, rintik hujan belum juga berhenti, saya memutuskan untuk segera kembali pulang, tapi seperti biasa sebelum pulang saya selalu mengecek kembali untuk memastikan tanaman aman sampai besok dan tanaman apa saja yang bisa dipanen untuk esok pagi.

"Terong sama Kacang Panjang bisa dipanen besok nih" gumam saya sambil berjalan menuju kebun jagung yang tak lama lagi juga bisa dipanen.

Sesampai dikebun Jagung, telinga saya mendengar sesuatu yang berbeda, ada suara-suara aneh yang tak biasa, saya mengendap-endap mencari darimana sumber suara tersebut berasal, saya menerobos rimbunya daun tanaman jagung sekalipun tubuh saya menjadi basah kuyup karenanya.

Lebih 15 menit saya mencari dari amana sumber suara aneh tersebut, ahirnya pencarian saya membuahkan hasil, suara yang saya cari semakin dekat kalau dikur ya sekitar 5 sampai 7 meter dari arah saya berdiri, ( Maaf tidak bawa meteran jadi cuma perkiraan saja).

Pelan -pelan langkah kaki sambil jongkok supaya tidak menimbulkan suara dari gesekan daun jagung yang saya terobos, suara itu semakin dekat jantung saya semakin berdegub kencang menahan rasa penasaran suara apa sebenarnya.

Ups... ahirnya tepat didepan saya berdiri saya melihat pemandangan yang cukup membuat hati saya renyuh, ternyata suara itu berasal dari dua ekor burung yang sedang kedinginan di dalam sangkarnya, sayapun berinisiatif untuk mengambilnya dan membawa pulang kerumah untuk saya pelihara.

Sampai rumah saya ditanya oleh emak, "apa yang kamu bawa itu nak?" tanya emak kepada saya penasaran, "Ini burung kutilang mak, yang Ketangkap Basah Sedang Berduan di-Ladang jagung".


Rekomendasi Untuk Anda × +