Sabtu, Agustus 18, 2018

Lebih 60 Hektar Lahan Pertanian di Sukabumi Alami Kekeringan

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Lebih 60 Hektar Lahan Pertanian di Sukabumi Alami Kekeringan, Musim Kemarau datang, disejumlah kawasan pertanian di Sukabumi mengalami kekeringan, sehingga petani takdapat membudidayakan tanaman pertanian,Lebih dari separuh lahan sawah di Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda kekeringan. Dari luasan lahan sawah sekitar 80 hektare, hampir 60 hektare di antaranya sudah tak bisa ditanami padi. Bahkan sekitar 20 hektare lahan sawah yang tersisa sekarang, pun mulai terancam kekeringan.

"Pokoknya sejak memasuki kemarau sekarang hampir seluruh lahan sawah di wilayah kami sudah tak bisa ditanami lagi. Luasan lahan yang kekeringan hampir 60 hektare," kata Kepala Desa Buniwangi, Agus Maulana, Jumat (3/8).

Lahan sawah yang dilanda kekeringan sudah tak bisa lagi ditanami. Agus mengaku sudah melaporkan bencana kekeringan itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL).

"Sekarang sedang didata lebih detail sehingga bisa akurat data lahan yang mengalami kekeringan," terangnya.

Agus berharap ada perhatian dari pemerintah. Misalnya penyaluran bantuan pompa air karena di wilayah itu berdekatan dengan aliran Sungai Cimandiri. Sehingga nantinya indeks tanam bisa lebih dari satu kali.


"Kami akan terus berupaya memperjuangkan bantuan pompa air. Sehingga ke depan saat terjadi kembali musim kemarau bisa diantisipasi sejak awal. Kerugian para petani pun bisa ditekan," jelasnya.

Kepala Dusun Kemang, Pahmi Solehuddin, mengatakan di wilayahnya terdapat sekitar 15 hektare lahan sawah. Ia tak memungkiri jenis sawah di daerah tersebut merupakan lahan tadah hujan.

"Jadi kami hanya bisa menanam padi saat musim hujan saja. Kalau kemarau seperti ini cukup sulit karena tidak ada pasokan air," ujarnya.

Ia mengaku sudah melaporkan terjadinya kekeringan yang melanda lahan persawahan di wilayahnya. Pahmi juga berharap adanya bantuan pompa air karena mesin tersebut akan digunakan ketika kondisi cuaca seperti sekarang.

"Dengan adanya pompa air kami tak akan terlalu kesulitan saat musim kemarau," tandasnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda × +