Selasa, Agustus 14, 2018

Peran Pemuda dalam Percepatan Invensi Menuju Inovasi Pertanian

Baca Juga

POTRET PERTANIANPeran Pemuda dalam Percepatan Invensi Menuju Inovasi Pertanian, Peran pemuda tidak terlepas dari sebuah peradaban suatu bangsa. Maju atau tidaknya sebuah bangsa tergantung dari peran pemudanya, salah satunya dari aspek pertanian. Ide kreatif dan energik dari para pemuda sangat dibutuhkan oleh dunia pertanian dalam menghasilkan teknologi inovatif yang berdaya nilai tinggi, efektif dan efisien.

Bagaimana menggaet para pemuda agar tertarik dengan dunia pertanian? Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) pada hari minggu, 12 Agustus 2018 melaksanakan kegiatan Talk Show Peran Pemuda dalam Percepatan Invensi Menuju Inovasi di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh 53 peserta yang hampir semuanya adalah anak muda. Kegiatan ini merupakan salah satu dari pelaksanaan AIF on the spot 2018.

Peserta sangat antusias mendengarkan paparan materi dan dilanjutkan dengan dialog berupa usaha agrobisnis mengenai hambatan, tantangan dan kisah sukses yang disampaikan oleh para enterpreneur muda diantaranya Eva L.A. Madarona (PT. Fajar Sejati Sukses/Ijo Hydro); Wageyana (Wirausahawan muda binaan BPTP DIY); dan Dede Zaenab (Manajer Taman Teknologi Pertanian Cigombong). Jalannya acara di moderatori Bapak Kuntoro Boga Andri, SP., M.Agr., Ph.D Ka Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian. 

“Saya sangat tertarik dengan bidang pertanian apalagi masih dalam jiwa pemuda, sepertinya pertanian Indonesia masih perlu terobosan baru untuk kedepannya. Dengan kegiatan ini saya jadi tahu banyak hal, sehingga bisa  memaknai pertanian secara luas, misalnya pertanian itu tidak membutuhkan lahan yang luas tetapi juga dapat diaplikasikan dalam lahan sempit dan juga lebih inovatif juga gitu. Selain itu pertanian juga tidak hanya langsung di tanam pada tanah tetapi bisa juga melalui vertikultur, hidroponik, dan juga kultur jaringan. Peluang untuk bisnisnya sangat besar dibandingkan dengan bercocok tanam di lapangan”. Ujar Nurul Huda (Mahasiswa Vokasi IPB).(MB)
Rekomendasi Untuk Anda × +