Senin, Agustus 27, 2018

Perikanan : Kesejahteraan Pembudidaya Ikan Kian Membaik

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Perikanan : Kesejahteraan Pembudidaya Ikan Kian Membaik, Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja mikro ekonomi subsektor perikanan budidaya membaik, hal ini terlihat dari Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) dan Nilai Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) tumbuh positif sepanjang tahun 2018.

Tren Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) dan Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) per Juli 2018 menunjukkan angka positif. Membaiknya kinerja sub sektor perikanan budidaya ini  menggambarkan bahwa iklim usaha perikanan budidaya selama ini cukup prospektif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pembudidaya ikan.

“Iklim usaha positif juga  dipicu oleh produksi yang lebih efisien dan harga jual produk budidaya yang cenderung membaik di berbagai daerah,” kata Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Slamet menambahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya sampai saat ini fokus menggarap perikanan budidaya dengan sasaran utama meningkatkan efesiensi produksi dan nilai tambah keuntungan yang diraup pembudidaya ikan.  

"Dengan efisiensi produksi ini, capaian NTPi periode Juli 2018 terkoreksi lebih besar dari angka 100, merupakan capaian positif. Capaian ini menjadi tolak ukur dari dampak positif berbagai program strategis KKP yang langsung menyentuh pembudidaya ikan, seperti dukungan input produksi,  program gerakan pakan mandiri (Gerpari), pengembangan teknologi seperti bioflok dan Recirculating Aquaculure System (RAS);  mina padi, bantuan benih dan dukungan lainnya yang saat ini telah berkembang di berbagai daerah,” papar  Slamet.

Menurut Slamet, pakan mandiri telah mampu menekan biaya input pakan sebesar 30%. Sedangkan, penggunaan teknologi RAS juga dapat menekan Food Conversion Ratio (FCR) pada ikan menjadi < 1 dibanding sistem konvensional yang mencapai 1,5, hal ini dikarenakan metabolisme dalam tubuh ikan dan lingkungan yang lebih baik, dengan demikian cost produksi lebih efisien.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja mikro ekonomi subsektor perikanan budidaya per Juli 2018 membaik.  Data BPS menyebutkan, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) dan Nilai Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) tumbuh positif sepanjang tahun 2018. Tren positif pertumbuhan NTPi dan NTUPi memberikan gambaran bahwa usaha pembudidayaan ikan yang digeluti masyarakat menunjukan adanya peningkatan keuntungan usaha dan lebih fisible.

Pada periode Juli 2018 nilai NTPi mencapai angka 100,58 atau terkoreksi tumbuh sebesar 0,88 persen dibanding bulan yang sama tahun 2017 yang mencapai angka 99,7. Capaian NTPi pada Juli 2018 merupakan nilai tertinggi sejak Januari 2015.

Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan pendapatan yang disertai oleh perbaikan daya beli  pembudidaya ikan. Pendapatan pembudidaya ikan naik sebesar 8,9 persen dari semula Rp 3,03 juta/bulan pada tahun 2016, atau meningkat sebesar Rp 3,3 juta/bulan pada tahun 2017.

Dari sisi kinerja usaha pembudidayaan ikan, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) pada periode Juli 2018 mencapai angka 111,55 atau terkoreksi tumbuh sebesar 0,88 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017 yang mencapai 110,57.

Kondisi ini juga mengindikasikan bahwa usaha pembudidayaan ikan yang dijalankan semakin efesien, dan berpengaruh terhadap naiknya nilai tambah keuntungan yang diraup pembudidaya ikan. Disisi lain kapasitas usaha pembudidaya ikan juga semakin kuat.
Rekomendasi Untuk Anda × +