Selasa, Agustus 07, 2018

Provinsi Riau Siap Menjadi Provinsi Sagu di Indonesia

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Provinsi Riau Siap Menjadi Provinsi Sagu di Indonesia, Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. ... Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal di pesisir

Acara seminar Sagu Asean ke IV yang dibuka  Gubernur Riau dan dihadiri peserta dari seluruh Indonesia dan pembicara dari Jepang serta Malaysia yang mengemukakan potensi sagu untuk menjadi pangan strategis di masa depan dunia, 7-9 Agustus 2018 di Kota Pekanbaru Riau.

Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI Dr. Ir. Agung Hendriadi, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Ketua APKASI Mardani Harmaming, Prof. Dr. Bintoro dari IPB Bogor, Dr. Haris Gunawan Deputy Badan Restorasi Gambut RI, Prof. Dr. Kopli Bujang dari University Malaysia, Prof. Dr. Andul Manan dari Kuala Lumpur University, Pihak Bappenas, Pemprov Papua dan Perwakilan Provinsi, Kabupaten Penghasil Sagu Se-Indonesia, dan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau Arshadjuliandi Rahman menyampaikan, dengan potensi komoditas sagu yang sangat besar Provinsi Riau siap menjadi provinsi sagu di Indonesia. "Walaupun lahan sawah atau padi kami sangat sedikit, tapi kami memiliki sagu yang siap menjadi salah satu sumber pangan strategis bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.

Salah satu Kabupaten di Riau yang memiliki potensi sagu terbesar adalah Kepulauan Meranti. Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti, produksi sagu pertahunnya mencapai 205.051896 ton dengan jumlah lahan sebesar 39.000 hektar kebun masyarakat. Sebagian besar kebun rumbia di Meranti merupakan perkebunan rakyat yang dikelola secara turun temurun dan belum secara budidaya.

Meranti bahkan memiliki lebih dari 300 kuliner berbahan dasar sagu. Tak salah jika produksi sagu di Kepulauan Meranti bisa menjadi yang terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Untuk pasar dalam negeri, pasar di Cirebon jadi andalan utama dari Meranti. Dari Kota Terasi tersebut, sagu Meranti didistribusikan ke daerah lainnya di Nusantara.

Sagu dari Meranti pun sudah berhasil menembus pasar ekspor. Tercatat, Meranti mengekspor 32.000 ton sagu kebeberapa negara tetangga dari total produksi. Ekspor sagu itu baru mencapai 15 persen dari total produksi komoditas tersebut dan akan terus ditingkatkan. Pasar ekspor utama dari Sagu Meranti adalah Jepang, setidaknya 50 ton sagu terbang langsung ke Negeri Matahari Terbit tersebut.

Karenanya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi yang hadir mewakili Menteri Pertanian secara resmi melepas ekspor tepung sagu kering ke Jepang sebanyak 270 ton dalam acara Seminar Sagu Asean ke IV .

Sagu Indonesia

Tak hanya Riau saja yang menjadi penghasil sagu, beberapa daerah lainnya seperti Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Mentawai dan Papua juga mampu menghasilkan sagu. Namun sayangnya, pertanaman dan pengolahan masih dilakukan secara tradisional.

Karenanya, Kepala Badan Ketahanan Pangan juga menerima pernyataan sikap yang disampaikan secara resmi oleh perwakilan asosiasi provinsi dan kabupaten penghasil sagu se-Indonesia yang intinya menginginkan agar sagu dijadikan sebagai salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia.

"Ini suatu hal yang luar biasa sekali, dan kita berupaya agar dapat merumuskan regulasi yang mendukung keseriusan kita dalam mengembangkan sagu di Indonesia" ujar Agung.

Rangkaian kegiatan seminar sagu ini rencananya akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (field trip) ke Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melihat langsung pengolahan sagu berskala ekspor disana.
Rekomendasi Untuk Anda × +