Kamis, Agustus 16, 2018

PT BISI International, Tbk berhasil mengekspor 20 ton Benih Jagung Hibrida ke Sri Lanka

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - PT BISI International, Tbk berhasil mengekspor 20 ton benih jagung hibrida ke Sri Lanka, Setelah bertahun-tahun negara Republik Indonesia (RI) melakukan impor jagung untuk memenuhi kebutuhan baik pangan atau pun pakan, akhirnya pada 2017 Indonesia berhasil melakukan ekspor yang terus berlangsung hingga saat ini. Tak ingin kalah dengan jagung, benih jagung pun menyusul untuk Go Internasional. Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui PT BISI International, Tbk berhasil mengekspor 20 ton benih jagung hibrida ke Sri Lanka.

“Ini sesungguhnya idenya bukan hanya kuantum. Pertama yang selama ini didengungkan oleh pemerintah, Kita menghasilkan devisa. Kedua, Kita menghemat devisa. Kalau dulu Kita impor membayar pakai mata uang asing, sekarang Kita dapat uang asing. Itu poin yang sangat penting. Ketiga, harga diri. Dulu Kita tukang impor atau beli. Sekarang melepas dan menghasilkan demi kedaulatan," papar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumardjo Gatot Irianto pada acara Pelepasan Ekspor Benih Jagung Hibrida di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, JawaTimur, Kamis (16/8).

Menurutnya yang lebih penting lagi adalah Indonesia membuktikan menjadi negara yang memiliki kemandirian. "Itu sebabnya awal tahun ini kami menutup importasi benih jagung hibrida," tegasnya.

Gatot menjelaskan ini dilakukan untuk mengikuti standar di negara maju. Karena jikalau berdagang benih di Indonesia maka harus diproduksi di Indonesia, jangan impor dari luar lalu dijual di Indonesia. "Dia yang dapat devisa, dapat lapangan kerja, Kita yang dapat buntungnya," tukasnya.

Direktur Utama PT BISI International, Tbk, Jemmy Eka Putra menyampaikan tahun ini ekspor benih jagung hibrida ditargetkan bisa mencapai 500 ton atau senilai USD 1,5 juta  ke Srilanka dan Pakistan. Kemudian tahun depan diharapkan bisa meningkat menjadi 1.000 ton senilai USD 3 juta.

Meski begitu, Gatot menegaskan bahwa target ekspor benih jagung hibrida tidak terhingga.  Ia berjanji akan mendorong dan akselerasi perusahaan lainnya untuk dapat melakukan ekspor.

Gatot juga berharap benih Indonesia yang bagus-bagus ditanam di dalam negeri, bukan malah dijual. Hal tersebut agar produknya (benih) kompetitif sekaligus dalam upaya membendung buah dan sayur impor. "Sayur dan buah impor kalau kita bendung karena kualitas yang ada di kita bagus, hemat devisa lagi. Bahkan kalau kualitasnya bagus, ekspornya juga tinggi dapat uang lagi," pungkasnya. 
Rekomendasi Untuk Anda × +