Minggu, Agustus 12, 2018

Teknologi Budidaya Kentang dengan Mulsa Plastik

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Untuk mengejar produksi pertanian yang tinggi, ada dua hal yang dapat dilakukan yaitu penggunaan benih atau bibit unggul (faktor genetis) dan perbaikan atau manipulasi lingkungan tumbuh (faktor lingkungan).

Salah satu upaya manipulasi lingkungan tumbuh yang saat ini dikembangkan dalam budidaya kentang adalah penggunan pemulsaan lahan pertanian dengan plastik.  Awalnya pemulsaan dilakukan petani dengan menggunakan bahan-bahan sisa atau limbah hasil panen seperti dedaunan, batang-batang jagung, atau jerami padi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi di bidang pertanian, maka jenis bahan mulsa yang dapat digunakan menjadi semakin beragam, bukan hanya dari bahan alami tetapi juga bisa dari bahan sintesis seperti plastik polietilen.

Teknologi pemulsaan dengan plastic hitam perak (MPHP) telah banyak dikembangkan petani pada tanaman semusim, seperti pada budidaya cabai merah, bawang merah dan kubis, tetapi belum pada tanaman kentang karena petani belum mengenal teknologinya.

Tahapan Budidaya Kentang dengan Mulsa Plastik

a. Persiapan Lahan

Pengolahan tanah dilakukan secara olah sempurna. Tanah dicangkul/dibajak sebanyak dua kali dengan kedalaman olah ± 30 cm.  Selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 120 cm, tinggi bedengan pada musim kering (MK) ± 30 cm dan pada musin hujan (MH) ± 40 cm dengan jarak antar bedengan 40 – 50 cm.

Semua pupuk (Organik dan an organic) diberikan satu minggu sebelum tanam dengan cara dihamparkan secara merata dalam garitan tanam yang dibuat sepanjang bedengan.  Setiap bedengan dibuat dua baris garitan tanam dengan dalam garitan ± 20 cm dan jarak antar garitan 70 – 80 cm (sesuai dengan jarak antar barisan tanam).  Bedengan kembali dirapikan dan disiram sampai basah.

b. Penanaman

Pembuatan lobang tanam dilakukan 1–2 hari sebelum tanam dengan jarak tanam 30 x 70-80 cm.  Penanaman dilakukan secara tugal, dengan kedalaman lobang tanam 10-5 cm, selanjutnya benih ditutup dengan tanah setebal 5 cm.  Setelah tanaman muncul di permukaan tanah dengan tinggi 4–10 cm semua lobang tanam ditutup dengan tanah, rata dengan permukaan mulsa.

c. Pemeliharaan

Berupa penyiangan gulma di sekitar lobang tanam dan parit bedengan dilakukan pada umur 4 dan 6 minggu setelah tanam.  Untuk mendapatkan pertumbuhan yang bagus, dianjurkan penggunaan pupuk NPK (16:16:16) yang diberikan secara cor pada rumpun tanaman bersamaan dengan penyiangan I dan II dengan dosis  50 kg per hektar per aplikasi.

Keunggulan Teknologi Budidaya Kentang dengan Mulsa Plastik

    Mempertahanakan struktur tanah tetap gembur.
    Mempertahankan suhub dan kelembaban tanah.
    Mengurangi kehilangan unsure hara akibat penguapan dan pencucian.
    Menekan pertumbuhan gulma. Menghemat penggunaan tenaga kerja, terutama dalam bersiang dan pemupukan.
    Mengurangi kerusakan tanaman akibat hama trips, tungau dan menunda insiden virus.
    Pertumbuhan tanaman lebih cepat, batang lebih besar dan kokoh, cabang produktif lebih banyak.
    Mempercepat matangnya buah, meningkatkan keseragaman dan kualitas buah.
    Meningkatkan hasil 20-30%.
Sumber BPTP SUMATERA BARAT
Rekomendasi Untuk Anda × +