• Breaking News

    Teknologi Pembuatan Silase Daun dan Pelepah Sawit

    POTRET PERTANIAN - Silase adalah pakan berkadar air tinggi hasil fermentasi yang diberikan kepada hewan ternak ruminansia atau dijadikan biofuel melalui digesti anaerobik. Silase umumnya dibuat dari tanaman rerumputan (dari suku Gramineae), termasuk juga jagung, sorghum, dan serealia lainnya dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman, tidak hanya biji-bijiannya. Silase juga bisa dibuat dari hijauan kelapa sawit, singkong, padi, rami, dan limbah pasar. Silase dapat dibuat dengan menempatkan potongan hijauan di dalam silo, menumpuknya dengan ditutup plastik, atau dengan membungkusnya membentuk gulungan besar (bale).

    Perkebunan sawit berkembang pesat di Sumatera Barat dan dalam tahun 2010 telah mencapai luas 350.000 ha, termasuk seluas 180.000 ha tanaman sawit yang belum menghasilkan. Menurut perhitungan, setiap hektar tanaman sawit yang telah berproduksi menghasilkan 5 ton pelepah, 1,43 ton daun, 1,13 ton solid, 0,5 ton bungkil inti sawit, 2,68 ton sabut perasan dan 3,39 ton tandan buah kososng. Dengan demikian terlihat bahwa di antara hasil ikutan tanaman sawit maka yang terbesar ditemukan adalah hijauan sawit.

    Hijauan sawit, yang terdiri dari daun dan pelepah sawit, berpotensi sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Namun hijauan sawit memiliki kandungan gizi yang relatif rendah karena mengandung protein yang rendah (sekitar 4-5%) dan kandungan serat kasar yang tinggi. Hijauan sawit diproduksi dalam jumlah yang besar, yakni sekitar 5-7 ton/ha. Pelepah sawit pada umumnya dipangkas setiap kali dilakukan pemanenan buah sawit yakni setiap 2-3 minggu sekali. Oleh karena itu, sebelum diberikan pada ternak maka sebaiknya kualitas hijauan sawit ditingkatkan melalui pembuata silase hijauan sawit.

    Melalui pembuatan silase maka mutu hijauan sawit dapat meningkat sehingga kandungan protein kasar > 7%. Di BPTP Sumatera Barat telah dikembangkan teknologi pembuatan silase hijauan sawit. Pembuatan silase hijauan sawit diawali dengan pencacahan hijauan sawit menggunakan mesin Chopper. Hijauan sawit yang digunakan adalah sepanjang 2/3 bagian ujung dari pelepah sawit, sedangkan 1/3 bagiannya tidak digunakan karena mengandung serat yang tinggi. Kemudian untuk setiap ton hijauan sawit yang telah dicacah dicampur dengan dengan 40 kg dedak padi, 2,5 kg urea dan dengan atau tanpa 5 kg gula saka. Proses fermentasi silase berlangsung selama > 2 minggu, baru dapat digunakan untuk pakan ternak. Sebaiknya penyimpanan silase dalam dua lapis agar cukup kuat selama disimpan. Bagian luar digunakan kantong plastik hitam ukuran 2,5 x 1,5 meter dan di bagian dalamnya dipakai plastik terpal yang lebih tebal berukuran yang sama (lihat foto no. 5). Kemampuan penyimpanan dalam kantong plastik tersebut sekitar 300-500 kg.

    Keunggulan

    Hasil pengkajian BPTP Sumbar dalam tahun 2012 di Kabupaten Dharmasraya menggunakan induk sapi PO memperlihatkan bahwa pemberian 5-10 kg silase hijauan sawit plus 1 kg BIS dapat mempercepat pertumbuhan ternak menjadi 0,50 kg/ekor/hari. Disamping itu, aspek reproduksi induk sapi yang bunting juga diperbaiki dengan melahirkan anakanak sapi yang lebih sehat. Silase hijauan sawit sangat disenangi oleh sapi PO dan sapi Bali, sedangkan sapi Simental agak kurang menyenanginya. Sapi Simental lebih menyenangi silase pelepah yang telah dikupas kulitnya dan dicacah serta diperlakukan seperti pembuatan silase hijauan sawit tersebut di atas.

    Potensi Pemanfaatan

    Di Provinsi Sumatera Barat hijauan sawit memiliki potensi yang tinggi, diproduksi sekitar 1 juta ton/tahun. Apabila dikalkulasi maka produksi hijauan sawit tersebut berpotensi sebagai sumber pakan bagi 600 ribu ekor sapi dewasa. Potensi pemanfaatan silase hijauan sawit diterapkan pada lokasi sentra produksi tanaman sawit seperti Kabupaten Pasaman Barat, Dharmasraya, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Sijunjung. Selain itu, pengembangan program integrasi tanaman ternak merupakan peluang baru bagi pengembangan usaha peternakan yang dapat diandalkan memacu pertumbuhan ternak dan meningkatkan produksi ternak untuk mewujudkan keberhasilan PSDSK.
    Sumber BPTP SUMATERA BARAT

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad