Minggu, September 16, 2018

Cara Budidaya Bawang Merah Biaya Murah Hasil Melimpah

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Cara Budidaya Bawang Merah Biaya Murah Hasil Melimpah, Tantangan didunia pertanian memang selalu saja ada, bisa jadi dengan musim yang kurang mendukung jalanya dalam membudidayakan tanaman, terlebih dengan kondisi seperti yang petani disolok lembah gumanti alahan panjang sumatera barat, Seperti yang  telah Potret kabarkan beberapa waktu lalu, Petani Alahan Panjang Solok Keluhkan Harga Bawang Merah yang Murah, tak jarang membuat petani harus mengurut dada karena mengalami kerugian.

"Banyak Jalan menuju Roma " mungkin ini kata yang cocok untuk Abil, sapaan untuk petani muda asal bandung yang mengadu nasib untuk mengejar kesuksesan di daerah alahan panjang solok yang lagi memetik Cabe yang telah beberapa kali dipanen ketika ditemui Potret Pertanian  dikebunnya. 

Abil yang dahulunya hanya bekerja disebuah kebun milik saudarnya sekarang telah menjadi Petani yang bisa dikatakan Sukses karena saat ini dia telah mandiri dengan terus mengembangkan lahan garapanya disejumlah tempat dialahan Panjang, Tanamanyapun bervariasi, mulai dari Bawang, Tomat, Cabe dan Kubis yang terus dia tanam bergiliran.

Kami mendapat kesempatan ber Selfi di kebun cabenya dan selanjutnya diajak dikediamnya yang berada ditengah ladang, Kamipun tidak menolak ajakannya, selain cuaca sore itu di alahan panjang begitu terasa dingin bagai dikutub.

Abil menceritakan Pengalamnya selama bagaimana dia sampai alhan panjang dan bagaimana dia mulai berjuang dibidang pertanian yang dimulai beberapa tahun yang lalu, Tak sekali dia juga mengalami kerugian dalam bercocok tanam, kegagalanya tak hanya karena kondisi musim yang kurang mendukung, akan tetapi juga disebabkan harga hasil panen yang murah seperti saat ini.

Kegagalan dia jadikan pengalaman yang sangt berharga dan tidak membuat dia patah Semangat, dia terus berusaha bagaimana berhasil dalam bercocok tanam, Abil terus memutar otak untuk bisa membuat hasil ladangnya menjadi lebih baik lagi, Berbgai percobaan dia lakukan dilahan pertanianya, yang ahirnya menghasilkan sebuah cara bagaimana tanamannya bisa menjadi bagus dan tak takut lagi menghadapi hasil panen yang murah seperti saat ini.


Kami semakin Penasaran, ketika Dia mengungkapkan " Saya Mah biasa saja, Mau Harga mahal alhamdulilah, kalau Murah seperti saat ini juga gak apa-apa, ya harus disukuri walau dengan harga seperti ini keuntungan saya cuma sedikit" kata dia sambil tersenyum dan mempersilahkan kami meminum kopi.

Pada kondisi harga bawang merah seperti ini, semua petani mengeluh bahkan ada yang harus gulung tikar karena mengalami kerugian, karena harga Produksi yang tinggi tidak seimbang dengan harga jual.

Harga Bawang merah saat ini hanya berkisar 9 ribu sampai 10 ribu yang super, Sedangkan Bawang Sarok yang dia jual kepada Toke saat itu dibeli dengan harga 6 ribu rupiah, akan tetapi dia masih merasa untung dengan harga tersebut.

Kami penasaran dan menanyakan bagaimana bisa begitu dan apa rahasianya,"tak ada rahasia diantara kita" kata dia berseloroh.

"Tips nya sih gampang, tekan biaya produksi seminim mungkin, dan Tingkatkan hasil panen setinggi mungkin" Ungkapnya. tentu saja itu sudah menjadi sistem dalam produksi apapun tak terkecuali dengan budidaya tanaman.

"Menekan biaya produksi dengan seminim mungkin, tapi tidak mengurangi kualitas dalam melakukan perawatan, Misalkan dengan memilih Pupuk dan Pestisida yang tepat sasaran, Biarlah harga murah tapi memang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman, terlebih sekarang ini banyak sekali produk saprotan yang harganya juga terjangakau, dan tak sedikit juga harga Pestisida yang harganya selangit" 

" Bagi saya yang penting adalah Bahan aktifnya, bukan Nama Produknya,Karena banyak sekarang produk pestisida dengan bahan yang sama tapi harga berbeda, Misalkan Sama-sama berbahan aktif Mancozeb, 80 WP, tapi harganya bervariasi mulai dari 50 ribuan sampai Ratusan Ribu, Bagi saya tentu memilih bahan aktif dengan harga paling murah"

"Alhamdulilah saya dulu mempunyai teman seorang Formulator Pestisida yang banyak mengajarkan saya bagaimana memilih pestisida, dia banyak mengenalkan kepada saya tentang jenis-jenis bahan aktif pestisida dengan sasaranya serta pupuk dengan kandungannya" ungkapnya dengan menunjukan sebuh foto di akun media Sosial Benama Songgo Langit.

"Berbekal dengan ilmu yang diberikan sahabat saya terus berusaha membuat sebuah percobaan dilahan pertanian saya, yang ahirnya saya menemukan sebuah racikan pestisida yang pas buat semua tanaman yang saya budidayakan, dan alhamdulilah saya bisa menekan biaya perawatan tanaman saya hingga jutaan rupiah" 

"dulu saya menghabiskan sekitar Rp.5 juta sampai Rp. 6 juta dalam menanam bawang sekitar 100 kg bibit bawang, tapi sekarang saya hanya menghabiskan sekitar Rp. 2.7 juta,- sampai Rp. 3, juta,- itu sudah biaya mulai dari Mulsa Plastik hitam perak, pupuk dan pestisida, tapi bukan dilahan baru, jadi tidak termasuk jika menggunakan pupuk kandang dan benih saya tidak membeli, karena saya selalu menyisakan hasil panen bawang saya untuk dijadikan benih, itu hanya biaya, perawatan dan pemupukan" ungkap abil kepada Potret Pertanian.

Dengan pemakain pestisida yang ditekan tersebut apa bisa tanamannya dapat berproduksi dengan maksimal, tanya Potret kepada Abil, "Lihat saja buktinya tadi dilahan saya, bagaimana tanaman saya sehat dan subur" terang abil kepada kami.

Lalu Tips ini apakah hanya diaplikasikan hanya di tanaman bawang merah tanya kami kembali kepada Abil, "semua tanaman saya buat seperti itu" jawabnya singkat sambil menunjukan poto-poto tanaman yang berada di handphone.

Hari sudah menunjukan jam 21:00 dan kami ahirnya mengahiri kunjungan kami dengan berpamitan untuk kembali. selain mendapat oleh-oleh dari hasil kebunya Abil juga memberikan sebuah catatan di secarik kertas yang berisi resep yang untuk dibagikan kepada sahabat Potret Pertanian.

Sepanjang jalan kami bersama rekan saya masih membahas Petani muda tersebut, seandanya saja semua petani didaerah ini seperti dia mungkin saja harga bawang yang murah sepeeti ini takan menjadi persoalan, dan petani akan tetap merasakan untuk meski hasil panen murah. (pras)

Untuk mendapakan Tips dari Abil silahkan kirimkan Email kepada Potret Pertanian ke Email prasetyo.budi3@gmail.com, maaf tidak dapat kami tuliskan disini karena ini menyangkut nama produk pestisida.

Rekomendasi Untuk Anda × +