Jumat, September 28, 2018

Kementan Gulirkan Aneka Alsintan Canggih Guna Hadapi Pertanian 4.0

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Kementan Gulirkan Aneka Alsintan Canggih Guna Hadapi Pertanian 4.0Mengikuti perkembangan zaman, pertanian kini tengah memasuki era otomatisasi plus internet. Kementerian Pertanian (Kementan) pun tak mau kalah dengan menggulirkan aneka alsintan canggih.

Perkembangan industrialisasi kini tengah mengarah pada 4.0 dimana penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet (internet of things) mulai dikembangkan dan digunakan. "Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Ke depan olah lahan, tanam, panen hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya di Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan), Serpong pada Jumat (28/09).

Pada acara bertajuk “Inovasi Teknologi Mekanisasi Pertanian Modern Mendukung Revolusi Industri 4.0“ tersebut, Amran juga menyampaikan mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Inovasi dan pemanfaatannya oleh petani perlu terus didorong. 

Untuk diketahui, smart farming dengan menggunakan Information and Communication Technology (ICT) dalam mekanisasi pertanian sangat potensial di pertanian dan penerapannya bisa memberikan nilai tambah bagi petani. "Melalui implementasi Industri 4.0 disektor pertanian, diharapkan proses usahatani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing," jelas Amran.

Amran mencontohkan, jika dulu tanam 1 hektare butuh Rp 2 juta, kini ditekan lewat mekanisasi pertanian jadi Rp1 juta. Jika diterapkan Rp 16 juta lahan pertanian, sudah hemat Rp 16 triliun.  Bahkan kalau ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia Amran menuturkan bisa menghemat biaya sampai Rp 360 Trilliun per musim ta.  "Itu baru dari sisi tanam, belum panen dan sebagainya," tambah Amran.

Amran sendiri mendorong terus pendampingan teknologi mekanisasi pertanian agar terus digunakan petani. "Tak masalah petani pendidikannya rendah, yang penting spritnya. Kita akan lakukan pendampingan dengan 1128 doktor dan profesor," tukasnya.

Teknologi Canggih

Untuk mendukung Industri 4.0, sektor pertanian yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu pertanian presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar (smart farming). Sehingga Big Data, sensor dan drone, alat analisis, "internet pertanian" dan otomatisasi alsintan menjadi kunci dalam menghasilkan teknologi canggih tersebut.

Hal tersebut bisa melengkapi dan mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran. Sehingga dalam kegiatan kali ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) diluncurkan 14 alsintan dengan teknologi canggih. 

Mulai dari teknologi yang memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet dan mesin cerdas (artificial intelligence), kemudian digabung menjadi generasi baru yang dimanfaatkan untuk menggerakkan traktor sehingga mampu beroperasi tanpa operator (autonomous tractor), pesawat drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting.

Adapula teknologi yang dikembangkan dengan kombinasi antara teknologi cloud computing dengan mobile internet, yaitu: UPJA Smart Mobile dan SAPA MEKTAN.

Peluncuran inovasi teknologi mekanisasi lainnya yang dihasilkan Balitbangtan, antara lain: Smart irrigation, smart green house, telescoping boom sprayer, mobile dryer, rice Upland Seeder by Farm Dozer, jarwo riding transplanter, penanam benih padi, alsin penanam tebu dan pemasang drip line irigasi, dan kandang ayam close system mendukung Program Bekerja (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera).

Kepala BBP Mektan, Andi Nur Alamsyah menuturkan pihaknya terus menghasilkan prototipe alsintan dan mitra perusahaan yang akan melakukan lisensi teknologi untuk diperbanyak oleh mereka. "Teknologi selanjutnya kita akan mengoptimalkan fungsi traktor sehingga kita akan memprodukai implemen (alat support yang bisa digandeng dengan traktor), baik untuk panen, olah tanah, untuk tanam, sampai perawatan," ungkapnya.

BBP Mektan juga akan melaunching mesin tanam 4 roll untuk sayuran dan mesin panen sayuran. "Kesemuanya itu dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi traktor yang selama ini idle. Apabila selesai mengolah tanah, sudah mangrak tidak digunakan lagi," tuturnya.

Semua inovasi teknologi Badan Litbang yang dihasilkan diharapkan diadopsi dan diproduksi massal oleh para perusahaan alsintan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas usahatani sehingga mampu meningkatkan produksi usahatani dan kesejahteraan petani.(*)
Rekomendasi Untuk Anda × +