Minggu, September 02, 2018

Presiden Namibia Apresiasi Sektor Pertanian Indonesia Yang Semakin Meningkat

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Presiden Namibia Apresiasi Sektor Pertanian Indonesia Yang Semakian Meningkat, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Presiden Namibia sangat mengapresiasi Indonesia yang telah mampu meningkatkan sektor pertaniannya. Oleh karenanya, mereka tertarik untuk juga memajukan pertanian di negaranya. Hal ini disampaikan saat melepas Presiden Namibia Hage Gottfried Geingob usai berkunjung ke Indonesia dalam rangka Peningkatan kerjasama dalam hal infrastruktur hingga pertanian di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Sabtu (1/9/2018).


"Jadi dia (Presiden Namibia) mengapresiasi kita, karena kita bisa memberi makan kepada penduduk Indonesia yang jumlahnya 260 juta dengan produksi sendiri, meski ada impor 2 persen hingga 3 persen, khususnya beras, itu dianggap luar biasa. Mereka (Republlik Namibia) penduduknya 2 juta lebih, tapi masih impor dari negara lain," ujar Amran

Dia mengatakan Indonesia akan membangun kerja sama dengan Namibia yang merupakan pangsa ekspor yang potensial ke depannya. Dengan mengubah lahan kering di Namibia menjadi lahan produktif, yang telah ditunjukkan oleh Indonesia yang juga memiliki lahan kering sekitar 50 persen, namun bisa diatasi dengan berbagai program.

"Nah ke depannya kita akan membangun kerja sama, khususnya pertanian, yaitu bagaimana mengubah lahan kering menjadi produktif. Bagaimana mengangkat planting indeks (indeks tanam/tahun), dari satu kali menjadi dua kali, dari dua kali menjadi tiga kali, sama dengan di Indonesia. Mereka bertanya apakah di Indonesia ada, saya katakan 50  persen lahan kering ada di Indonesia," ujar Amran.

Program Rain water harvesting technology adalah salah satunya, dengan memanfaatkan air hujan Kementan membangun embung, sumur dangkal dan sumur dalam, small dam, large dam. Program tersebut membuat pihak Namibia tertarik akan hal itu, sehingga Indonesia akan mencoba membantu mereka dalam pengembangannya.

"Nah mereka tertarik akan hal itu. Kemudian mekanisasi bibit, benih yang berkualitas. Mereka produksi untuk jagung sekitar 3 sampai 4 ton, sementara kita ini sudah 10 ton. Nah ini nanti, untuk bibit unggul, kita akan bantu mereka sekaligus mengedukasi dari sistem irigasi. Kita sudah ada MoU pada 2011 lalu, dan sudah pernah ada kunjungan ahli teknisi kita ke sana (Namibia). Insyaallah sinergi ini kita bangun dan perkuat," papar Amran.

Hasil dari kunjungan Presiden Namibia untuk sektor pertanian adalah fokus untuk mengembangkan gandum dan jagung. Sementara itu, pihak Indonesia juga akan melakukan kerja sama dengan mempelajari kualitas daging sapi di Namibia. Hal itu merupakan langkah dalam rangka mengembangkan sektor peternakan di Indonesia. 

"Kemarin, mereka fokusnya pada gandum, dengan jagung. Tapi nanti kita juga akan diskusi lagi, untuk kualitas daging sapinya bagus juga di sana, nanti kita pelajari, karena kita juga sedang genjot di bidang peternakan," pungkasnya.
Rekomendasi Untuk Anda × +