Minggu, September 23, 2018

Tantangan Perguruan Tinggi Merespon Era Revolusi Industri

Baca Juga

POTRET PERTANIAN - Bakti Universitas tamansiswa padang 2018 yang direncanakan selama dua hari dari tanggal 22 sampai 23 september, Bakti yang dibuka secara resmi oleh rektor unitas Dr. Edi Wirman, SP, MP didepan Ratusan Mahasiswa Baru yang berada di halaman kampus Unitas padang. Sabtu (22/09)
  
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam acara tersebut dari pengenalan mahasiswa dengan civitas akademika berlangsung beberapa jam dan dilanjutkan degan kuliah Umum bersama Rektor Universitas Tamansiswa Padang Dr. Ediwirman, SP, MP. dengan Tema "Tantangan Perguruan Tinggi Merespon Era Revolusi Industri" yang dimoderatori oleh Ketua Prodi Hukum Unitas Padang Moderator Lona Puspita, SH, MH.

"Tantangan Perguruan tinggi yang juga menjadi tantangan bangsa ini kedepan, karena Sumberdaya manusia diukur dari Perguruan tinggi" terang Rektor mengawali kuliah umum.

Revolusi industri secara umum diketahui sebagai perubahan cara kerja yang menitikberatkan pada pengelolaan data, sistem kerja industri melalui kemajuan teknologi, komunikasi dan peningkatan efisiensi kerja yang berkaitan dengan interaksi manusia. 

Lalu, bagaimana pengaruh Revolusi Industri bagi Perguruan Tinggi saat ini? Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal yang diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia, di mana selayaknya dapat diperoleh saat mengenyam pendidikan formal di Perguruan Tinggi.

Lebih lanjut Rektor Unitas Padang mengatakan bahwa Revolusi Industri telah mengubah ciri dan cara lama dalam banyak aspek kehidupan. Di sisi lain, revolusi ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh pendidikan tinggi.

Revolusi industri adalah hal yang ilmiah, Sebagai Contoh adalah cangkul, Cangkul dianggap sebagai alat yang sangat sederhana, tapi pada zamanya cangkul menjadi alat yang digunakan untuk mengolah lahan dan itulah teknologi yang ada pada waktu itu, Tapi saat ini fungsi cangkul sudah banyak di gantikan dengan hand Traktor, bahkan dahulu tidak ada dengan yang namanya lektop, tapi manusia tetap bisa memproses segala sesuatunya, sesuai dengan perkembangan didunia teknologi yang membuat mau tidak mau atau suka tidak suka kita harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut tanpa terkeculai dengan dunia Pendidikan" Ungkap Rektor Unitas.

Rektor unitas menyampaikan bagaimana kondisi tenaga kerja di Indonesia, Keberadaan MEA yang membuat tidak adanya batasan, tidak hanya dibidang ekonomi, tapi juga dibidang sumberdaya manusia, bahwa sanya warga negara diperbolehkan untuk bekerja tak hanya dinegara sendiri juga bisa bekerja dinegara lain, Yang menjadi persoalan bangsa Indonesia jika dilihat komposisinya yang mendapatkan pendidikan tinggi terbatas atau sedikit, sekitar 7,2%. sedangkan yang berpendidikan menengah sekitar 22,4 % dan sisanya berpendidikan dasar. dan inilah persoalan yang dihadapai bangsa ini dalam menghadapi persaingan dalam rangka menjadi tuan rumah dinegeri kita sendiri.

"Sebagai Penerus Bangsa yang digadang-gadang akan menjadi generasi emas di tahun 2045, pada hari inilah awal bagi anda untuk membuktikan, paling tidak pada tahun 2045 genarsi sekarang ini akan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri" kata rektor kepada ratusan mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019.

"sementara jika dilihat dari angka partisipasi kasar sekitar 37 % peran perguruan tinggi itu dalam mendukung pembangunan sumberdaya manusia di Indonesia, tetntu ini menjadi Pekerjaan Rumah, bagaiamana perguruan tinggi membuat langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan demi menjadi bagian awal dalam memasuki dunia kerja" terang Rektor Unitas Padang.

"jika dilihat kembali hanya beberapa % atau sangat kecil dunia kerja yang mampu menyerap tenaga kerja lulusan dari perguruan tinggi, bahkan yang berkembang dimasarakat saat ini anggapan bahwa jadi sarjana itu adalah sisap-siap untuk menganggur, hal tersebut dikarenakan peluang kerja yang masih sangat terbatas.

Dipaparkan lebih jauh oleh Dr. Edi Wirman, bagaimana keterkaitan dunia kerja dengan pendidikan, ketika pendidikan tersebut bagus, tentunya akan mampu menghasilkan lulusan yang akan mampu bersaing dalam dunia kerja, karena dalam dunia kerja yang dibutuhkan adalah kemampuan, baik kemampuan dalam kepemimpinan, prilaku,  komunikasi serta kemampuan dalam menyelaesaikan masalah, dan hal tersebut akan didapatkan dalam perguruan tinggi.

"Jadi jangan dianggap Kuliah hanya untuk mendapatkan Ilmu saja tapi juga sebagai tempat berkomunikasi, belajar menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam membangun jati diri sesuai dengan kompetensi mahasiswa itu sendiri, Karena jika ilmu tersebut tidak dibarengi dengan ada kemampuan dalam berkomunikasi dan kemampuan dalam bekerja sama tidak akan menjamin bagaimana kualitas sumber daya manusia dapat semakin kompetitif untuk menjawab kebutuhan zaman sebagai generasi penerus bangsa" Tegas Dr. Ediwirman Kepada Ratusan maba peserta bakti 2018.

Diahir sesi Moderator Lona Puspita, SH, MH Memberikan kesimpulan kuliah umum yang disampaikan Dr. Edi Wirman, SP, MP atau rektor unitas padang, bahwa dalam menghadapi Tantangan Perguruan Tinggi Merespon Era Revolusi Industri atau 4.0 yang dikenal dengan konsep Komunikasi, Kolaborasi dan Networking (KKN) yang dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan tersebut, terang Lona Puspita,SH, MH, dan menutup acara kuliah umum.(Pras) 
Klik tautan berikut Untuk Mengunjungi Website Bidang Kamahasiswaan Unitas Padang
Rekomendasi Untuk Anda × +